Persib Bandung sedang mengalami kondisi yang tidak ideal. Berstatus sebagai juara bertahan, Maung Bandung justru terseok-seok di awal musim Super League 2026/2027.
Persib baru saja menelan kekalahan saat dijamu Madura United, Kamis (22/10/2026). Marc Klok cs kalah dengan skor tipis 1-0, lewat gol yang dicetak Dimitar Mitkov pada menit ke-89.
Hasil menyakitkan ini gagal membawa Persib melesat ke papan atas klasemen. Skuad Persib nampak kelelahan karena harus menjalani 3 kompetisi sekaligus di awal musim yakni Super League, AFC Champions League Two (ACL 2) dan ASEAN Club Championship (ACC).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan atas Madura United membuat 6 laga yang telah dimainkan Persib hanya baru meraih 3 kemenangan, 1 hasil imbang dan 2 laga yang berakhir kekalahan. Dengan koleksi 10 poin, skuad asuhan Igor Tolic itu kini tertahan di peringkat keenam klasemen Super League.
Catatan ini nampak berbanding terbalik dengan kondisi Persib di tiga musim terakhir. Saat menyabet gelar hattrick juara liga, Maung Bandung yang saat itu di bawah asuhan Bojan Hodak mampu menunjukkan mental petarung untuk memanaskan perebutan gelar kampiun.
Di musim 2023/2024 misalnya, Bojan Hodak saat itu ditunjuk menggantikan pelatih asal Spanyol, Luis Milla. Setelah di tiga laga pertama hanya bisa meraih hasil seri, Luis Milla pun memilih mundur dari kursi kepelatihan karena alasan keluarga.
Dua laga selanjutnya, Persib dipimpin caretaker Yaya Sunarya. Sayang, Persib saat itu dihancurkan PSM Makassar dengan skor 2-4, lalu bisa memetik kemenangan perdana di era Yaya Surana dengan menaklukan Persik Kediri 2-1.
Tepat menjelang laga keenam musim itu, Persib resmi menunjuk Bojan Hodak sebagai pelatih. Beban yang dipikul Bojan tentu begitu menantang, sehingga saat menjamu Bali United di laga perdananya, pertandingan itu berakhir dengan hasil imbang 0-0.
Namun setelah itu, sejarah berhasil ditorehkan Bojan Hodak. Dengan format kompetisi Championship Series, Bojan membawa Persib melangkah lebih jauh dan finish di peringkat kedua pada akhir musim.
Peringkat kedua sudah cukup bagi Bojan di era perdana kepemimpinannya. Pada babak Championship Series, Bali United dan Madura United mampu dilibas hingga Persib keluar sebagai juara.
Titel kampiun itu sekaligus sebagai pelepas dahaga untuk Persib yang terakhir menyabet gelar juara pada 2014. Sejarah Maung Bandung dan Bojan pun kembali berlanjut di musim 2024/2025.
Di enam laga pertama, Persib sempat digdaya. Tim promosi saat itu, PSBS Biak, dilumat dengan skor akhir 4-1 untuk mengawali pertandingan pertama Super League 2024/2025.
Namun kemudian, skuad Persib asuh Bojan Hodak malah terseok-seok. Tiga laga selanjutnya hanya berakhir imbang yang membuat Maung Bandung terlempat ke peringkat ketujuh.
Namun kemudian, Persib berhasil bangkit dengan mengalahkan PSIS Semarang 2-1. Di laga keenamnya, Persib asuhan Bojan Hodak melumat Persija Jakarta dengan skor meyakinkan 2-0.
Perlahan, Persib akhirnya naik peringkat ke palan atas. Penentuannya berada di pekan ke-17, saat Persib mengalahkan Persis Solo 1-0 yang membuat Skuad Pangeran Biru merebut puncak klasemen.
Persib kemudian tak tergoyahkan hingga akhir musim 2024/2025. Maung Bandung akhirnya keluar jadi juara, dan Bojan Hodak mencetak sejarah setelah membawa Maung Bandung back to back menjadi kampiun.
Sejarah Persib dan Bojan Hodak kembali berlanjut di musim 2025/2026. Meski bisa mengamankan gelar hattrick juara, perjalanan Persib era Bojan tidak mudah saat awal musim berjalan.
Baca juga: Misi Balas Dendam Sandy Walsh |
Di tiga pertandingan pertama musim itu, Persib sempat terlempar ke peringkat ketujuh setelah hanya mengoleksi sekali kemenangan, sekali kekalahan dan satu hasil imbang. Namun perlahan, Bojan mampu membawa Persib melesat di tengah kondisi tim yang mengalami perombakan besar-besaran.
Hingga pekan keenam, Persib berhasil bercokol di peringkat kedua musim tersebut. Sisanya, mentalitas juara Persib untuk mengamankan gelar juara di akhir musim.
Kini, kondisi yang dialami Igor Tolic sebetulnya tidak jauh berbeda dengan suksesornya terdahulu. Igor sejatinya hanya perlu membuktikan kualitasnya di atas lapangan untuk membawa mental para pemain Persib bisa kembali meraih gelar juara di akhir musim.
(ral/dir)
