Cara Menggunakan Kata 'Pun' dan 'Tuang' dalam Bahasa Sunda Halus

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Minggu, 21 Jun 2026 09:30 WIB
Bahasa Sunda (Foto: Erna Mardiana)
Bandung -

Jika berbicara dengan orang tua, atau orang lain yang dihormati menggunakan bahasa Sunda, sudah selayaknya berbicara dengan bahasa halus. Namun kendalanya, tidak setiap orang menguasai bahasa yang halus itu.

Seringkali keterhubungan kata yang terjadi tidak nyambung. Misalnya dalam penggunaan 'Pun' yang merujuk kepada 'kepunyaan saya' dan 'Tuang' yang berarti 'kepunyaan anda', seringkali dalam praktiknya, seseorang menanyakan kepunyaan orang yang diajak bicara menggunakan kata 'Pun'.

Taruhlah kita akan bertanya 'istrimu kerja di mana?' dengan menggunakan bahasa Sunda halus. Alih-alih tepat, kita malah mengatakan 'pun bojo didamel di mana?' (artinya: istriku bekerja di mana?). Ini karena keliru menempatkan kata 'Pun' dan 'Tuang' di dalam bahasa Sunda halus.

Lantas bagaimana sih penerapannya? Simak yuk!

Tingkatan Tutur dalam Bahasa Sunda

Bahasa Sunda menganut sistem 'undak-usuk' atau tingkatan tutur dalam penggunaannya, sehingga mengenal kata halus dan kasar. Kata-kata kasar ketika diucapkan akan memberi kesan songong.

Meski sistem undak-usuk berasal dari zaman feodal di Sunda, tingkatan tutur itu masih dipakai hingga saat ini. Cendekiawan Sunda, Daeng Kanduruan Ardiwinata atau dikenal sebagai D.K. Ardiwinata menulis buku berjudul 'Elmoening Basa Sunda' dalam bahasa Belanda yang kemudian diterjemahkan ke dalam Indonesia oleh Ayatrohaedi, menjadi 'Tata Bahasa Sunda', diterbitkan Balai Pustaka (1984). Di dalam buku itu, dijelaskan tingkatan tutur halus hingga bahasa kasar.

Basa lemes (bahasa halus) dipakai oleh sesama bangsawan, atau oleh orang kebanyakan kepada bangsawan. Sementara itu, basa songong (bahasa kasar) adalah yang digunakan oleh orang kebanyakan kepada sesama mereka, atau oleh bangsawan kepada orang kebanyakan.

Pembagian Bahasa Lemes

D.K. Ardiwinata membagi basa lemes (bahasa halus) ke dalam beberapa bagian, yang dibedakan dalam segi penempatannya, apakah untuk orang lain atau untuk diri sendiri. Contoh kata Rawuh; Sumping; Dongkap, yang semuanya berarti 'datang'.

1. Basa Luhur

Basa luhur atau bahasa yang sangat halus, biasanya digunakan oleh rakyat kebanyakan kepada para pengagung. Menurut Ardiwinata, bentuk luhur (lemes pisan) dipergunakan untuk kalangan yang amat dihormati, misalnya raja, residen, dan bupati.

Contoh kalimat: Pangawulaan bade rawuh ka dieu' artinya Bupati akan berkunjung ke mari.

2. Basa Lemes Biasa

Basa lemes biasa atau bentuk halus biasa dipergunakan untuk kalangan yang lebih rendah daripada bupati, namun masih dari kalangan pengagung.

Contoh kalimat: Juragan Wadana bade sumping ka dieu yang artinya Bapak Wedana akan datang ke marl.

3. Basa Lemes ka Sorangan

Basa lemes ka sorangan atau bentuk halus untuk diri sendiri dipergunakan untuk diri sendiri (pembicara), namun dalam konteks menghormati lawan bicara yang adalah pengangung.

Contoh kalimat: Abdi nembe dongkap artinya saya baru datang.

Cara Menggunakan 'Pun' dan 'Tuang' dalam Bahasa Sunda Halus

'Pun' digunakan sebagai bahasa Sunda halus ke diri sendiri (lemes ka sorangan). Pun biasanya diikuti dengan kata loma/kasar. Sementara 'Tuang' digunakan sebagai bahasa halus ke orang lain (lemes biasa). Tuang diikuti oleh kata yang sama halusnya.

Contoh:

Halus ke Sendiri

  • Ibuku - Pun Biang
  • Bapakku - Pun Bapa
  • Pamanku - Pun Paman
  • Guruku - Pun Guru
  • Anakku - Pun Anak
  • Istriku - Pun Bojo
  • Suamiku - Pun Lanceuk
  • Adikku - Pun Adi
  • Kakakku - Pun Lanceuk

Halus ke Orang Lain

  • Ibumu - Tuang Ibu
  • Bapakmu - Tuang Rama
  • Pamanmu - Tuang Paman
  • Gurumu - Tuang Guru
  • Anakmu - Tuang Putra
  • Istrimu - Tuang Garwa
  • Suamimu - Tuang Caroge
  • Adikmu - Tuang Rayi
  • Kakakmu - Tuang Raka

Kalau ada pertanyaan, bukankah 'tuang' artinya 'makan'? Benar. Tuang sebagai kata kerja bisa berarti makan. Kata ini bisa berubah menjadi 'nuang' dan punya arti sama dengan 'ngaleueut' sebagai kata halus untuk orang lain. Sementara kata kerja makan yang halus untuk diri sendiri adalah 'neda'.



Simak Video "Video: Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi ke Singapura"

(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork