Deretan Penghuni Sawah dalam Bahasa Sunda

Infografis Jabar

Deretan Penghuni Sawah dalam Bahasa Sunda

Oris Riswan Budiana - detikJabar
Selasa, 23 Jun 2026 08:30 WIB
Ilustrasi hewan penghuni sawah.
(Foto: ChatGPT)
Bandung -

Sawah bukan hanya tempat menanam padi, tetapi juga rumah bagi berbagai jenis hewan. Dalam bahasa Sunda, banyak hewan sawah memiliki nama khas yang masih digunakan hingga sekarang.

Beberapa yang paling sering ditemui adalah bangkong (katak), oray (ular), dan simeut (belalang). Hewan-hewan ini hidup di antara tanaman padi dan menjadi bagian penting dari ekosistem persawahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di atas area sawah, kita juga sering melihat papatong (capung) yang beterbangan mencari mangsa. Selain itu, ada reungit (nyamuk) yang berkembang biak di genangan air dan menjadi makanan bagi berbagai hewan lainnya.

Pada daun dan batang padi, petani kerap menemukan hileud (ulat) dan lancah (laba-laba). Jika ulat sering dianggap hama, laba-laba justru membantu petani karena memangsa serangga perusak tanaman.

ADVERTISEMENT

Hewan lain yang cukup dikenal adalah beurit (tikus) yang menjadi salah satu musuh utama petani. Tikus dapat merusak tanaman padi dalam jumlah besar sehingga keberadaannya selalu diwaspadai.

Selain itu, ada laleur (lalat) yang berperan dalam proses penguraian alami serta kukupu (kupu-kupu) yang sering menghiasi area persawahan. Kehadiran kupu-kupu juga membantu proses penyerbukan berbagai tanaman di sekitar sawah.

Nama-nama hewan ini menunjukkan kekayaan kosakata bahasa Sunda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Bagi orang Sunda, sawah bukan sekadar lahan pertanian, tetapi juga ekosistem yang penuh kehidupan.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads