Polisi membenarkan bahwa mantan artis berinisial F yang jadi model dalam kasus penipuan online atau scammer jaringan internasional yang bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo, ialah Fabiola Elizabeth Agnes. Fabiola dikenal sebagai bule yang mahir bahasa Sunda.
"(Apakah benar model berinisial F itu Fabiola mantan istri Reza Smash?) Bisa dibenarkan," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto melalui pesan singkat kepada detikJateng, Selasa (2/6/2026).
Layani Video Call Sesuai Kehendak Korban
Sebelumnya, Direktur Direktorat Reserse Siber (Dit Ressiber) Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Himawan Susanto Saragih menyebut wanita mantan artis itu berinisial F.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
F juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia berperan sebagai model yang melakukan video call guna meyakinkan para korban scammer dalam kasus ini.
"Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban," kata Himawan dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (1/6/2026).
Namun, Himawan enggan mengungkap sosok F secara detail.
F, mantan artis yang jadi model dalam komplotan scammer jaringan internasional bermarkas di Solo Baru, Sukoharjo. Diunggah Senin (1/6/2026). Foto: Dok. Polda Jateng |
"Kemudian untuk model dari kalangan apa? Yang jelas model dari mantan artis, itu aja," kata Himawan, kemarin.
Dia menjelaskan, awalnya tim marketing di jaringan scammer itu yang menggaet korban. Jika korban tidak yakin untuk berinvestasi, maka tugas marketing itu digantikan oleh si model.
"Marketing itu mendapat korban. Apabila di dalam pendalaman mereka si korban butuh keyakinan, maka yang tampil adalah bukan marketing, tapi model. Karena marketing ini ingin supaya korban segera melakukan investasi yang sudah ada, yang sudah ditawarkan," ungkap Himawan.
Bule Jerman Betah di Indonesia
Dari foto yang ditampilkan dalam jumpa pers tersebut, F memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berkulit putih, dan memiliki beberapa tato di tangan dan leher.
Dilansir detikJabar, Sabtu (3/9/2022), Febiola ialah salah satu dari sekian banyak bule yang datang hingga akhirnya betah tinggal lama di Indonesia.
Fabiola merupakan seorang warga negara Jerman yang sudah lama tinggal di Indonesia. Ia bahkan tak ingat betul sejak kapan bermukim di Indonesia, tepatnya di Bandung, meskipun saat ini ia pindah ke Bali sejak 2021.
Fabiola berkulit putih, hidung mancung, rambutnya yang agak pirang. Karakter wajahnya yang sama sekali tak menggambarkan orang Indonesia. Meski demikian, Fabiola bisa berbahasa Sunda meskipun baru beberapa tahun belajar bahasa orang Jawa Barat.
Ia juga dikenal amat menyukai kesenian domba garut yang jarang disukai oleh anak-anak muda zaman sekarang.
"Aku masih belajar bahasa Sunda, karena aku kan belajar bahasa Sunda itu dari tongkrongan dan pergaulan. Jadi yang diajarinnya itu Sunda kasar. Makanya sekarang aku masih belajar bahasa Sunda yang lebih halus," ujar Fabiola kepada detikJabar di padepokan Domba Garut Kota Bandung, Cihanjuang, Bandung Barat.
Tuturan bahasa Sunda yang keluar dari mulut Fabiola bisa dilihat di kanal YouTube Mysterium Official miliknya bersama seorang teman pria yang memiliki puluhan ribu pengikut. Supaya terlihat Sunda banget, Fabiola yang dipanggil Neng Bule itu juga mengenakan pakaian pangsi serba hitam ditambah ikat kepala khas Sunda.
Meski lebih sering berbincang menggunakan bahasa Indonesia dengan lawan bicaranya, warna aksen Jerman sebagai daerah asal Febiola sama sekali sudah tak terasa. Namun ia tak mau dianggap sudah fasih bertutur bahasa Sunda karena masih dalam tahap belajar.
"Fluent (fasih) belum tentunya, karena kalau ngomong Sunda masih agak gagap juga. Masih mikir kalau ngomong kata ini bahasaSundanya tuh apa ya yang benar karena kan aku taunya yang kasar. Kalau bahasa Indonesia sudah lancar," ucap Febiola.
Awal Belajar Bahasa Sunda
Febiola berkisah awal mula ia bisa mempelajari bahasa sunda karena lingkungan pergaulan. Ia banyak bergaul dengan teman-temannya yang kebetulan berkomunikasi menggunakan bahasa sunda namun kasar.
"Aku belajar bahasa sunda itu dari tongkrongan dan pergaulan. Jadi sering dengar mereka ngobrol nah dari situ aku belajar. Untuk guru khusus juga nggak ada, jadi aku pure bisa bahasa Sunda itu dari pergaulan," ucap dia.
Febiola mengakui jika bahasa Sunda memang cukup sulit dipelajari. Apalagi untuk bahasa Sunda halus yang biasa digunakan pada lawan bicara dengan usia yang lebih tua dibanding kita.
"Lumayan sulit soalnya yang sering aku pakai itu yang kasar. Kalau Sunda lemes (halus) itu jarang banget aku pakai, lagian memang jarang yang pakai kecuali ke orang yang lebih tua. Sedangkan aku di tongkrongan dengan sebaya semua jadi Sunda kasar yang dipakai," kata dia.
Proses belajar bahasa Sunda halus terbantu dengan beragam aktivitas ngonten yang dijalaninya bersama komunitas domba garut. Kebanyakan memang pelakunya yakni orang-orang yang sudah sepuh.
"Kebetulan ada juga ajarin dari komunitas domba garut, kebanyakan mereka sepuh dan bahasa Sundanya lemes. Jadi setiap ketemu mereka aku belajar, sekaligus minta maaf juga kalau bahasa Sunda aku kasar. Tapi mereka memang maklum karena bahasa Sunda bukan mother tongue aku," ucap Febiola.
Tapi ia bertekad supaya bisa mempelajari bahasa Sunda lemes sampai fasih agar komunikasi dengan orang yang lebih tua bisa terjalin dengan baik.
"Makanya sekarang aku lagi struggling nih belajar Sunda lemes, susah banget. Tapi lumayan lah, kalau ada yang salah suka dibetulkan sama teman-teman," pungkasnya.

