52 Objek Cagar Budaya di Pangandaran Belum Terdaftar

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Sabtu, 13 Agu 2022 06:30 WIB
Salah satu situs di Pangandaran
Salah satu situs di Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran mencatat ada sebanyak 52 objek diduga cagar budaya belum ditetapkan sebagai cagar budaya.

Kepala Bidang Budaya Disparbud Pangandaran Risa Gantira mengatakan, ada 52 objek diduga cagar budaya sudah memenuhi syarat sebagai cagar budaya tapi belum ada penetapan.

Semua objek yang diduga cagar budaya tersebar di 6 kecamatan yang ada di Pangandaran. Di Kecamatan Parigi terdapat 7 , Kecamatan Pangandaran 20, Kecamatan Padaherang 6, Kecamatan Sidamulih 1, Kecamatan Kalipucang 14, kecamatan Mangunjaya 2 dan Kecamatan Cijulang 2.


"Dari 52 objek Cagar Budaya terdapat yang udah polpuler di Pangandaran diantaranya, Situs Batu Kalde, Bunker Jepang, beberapa bekas jalur kereta api seperti terowongan Wilhelmina, Hendrick, Juliana dan Jembatan Cikacepit," kata Risa, Jumat (12/8/2022).

Menurutnya dari hasil pendataan, masih ada objek diduga cagar budaya yang bisa dilakukan pelestarian. Sementara ini baru pendataan dan pemasangan papan informasi lokasi cagar budaya.

"Banyak cagar budaya yang historis sejarahnya hanya cerita aja, kendalanya sumber keasliannya, banyak cerita tutur, sedangkan keterangan secara akademisi masih terbatas," katanya.

Risa mengatakan, sebuah objek dinyatakan cagar budaya jika warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa benda, bangunan, struktur, situs dan kawasan cagar budaya di darat atau di laut yang memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan melalui penetapan.

Benda cagar budaya kata Risa, memiliki 4 kategori diantaranya, berusia 50 tahun, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan, memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

"Benda cagar budaya bisa berupa temuan fosil, benda pusaka dan berupa batuan," katanya.

Risa menambahkan, selain benda adapun bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah berupa buatan manusia yang memenuhi kebutuhan ruang berdinding dan tidak berdinding dan usianya lebih dari 50 tahun.

"Bangunan cagar budaya di Pangandaran salahsatu contohnya, Bekas Stasiun KA Cijulang-Banjar-Pangandaran, Rumah No.469 Jl. Parigi-Cijulang dan Gedung Uyeng," katanya

Struktur cagar budaya yang merupakaan susunan terbuat dari benda alam buatan manusia yang memenuhi ruang kegiatan yang menyatu dengan alam, sarana, prasarana untuk menampung kebutuhan manusia.

"Ada juga situs cagar budaya yang memiliki kritetia mengandung benda, bangunan dan struktur cagar budaya salahsatu contohnya Bungker Jepang, Situs Mangunjaya dan Gedong Uyeng," terang Risa.

Selain itu ada Kasawan Cagar Budaya, satuan ruang geografis yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih yang letaknya berdekatan memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.

Kawasana Cagar Budaya di Pangandaran salahsatu contohnya adanya penemuan batu kalde di Taman Wisata Alam Cagar Alam Pangandaran. Terdapat diduga cagar budaya berupa peninggalan kerajaan Sunda berupa arca dan candi.

"Suatu objek dinyatakan cagar budaya jika sudah ada tim ahli yang meneliti, adanya pengkajian, disidangkan tim peniliti, membuat dan ditetapkan melalui SK bupati, ditetapkan provinsi kemudian secara nasional," kata Risa.



Simak Video "Penampakan Revitalisasi Halte TransJ yang Halangi Patung Selamat Datang"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)