Siasat Perajin Tahu Pangandaran Hadapi Lonjakan Harga Kedelai

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Sabtu, 11 Apr 2026 12:00 WIB
Perajin tahu di Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar
Pangandaran -

Perajin tahu di Pangandaran memilih untuk mempertahankan harga jual di tengah lonjakan harga kedelai. Dengan kondisi tersebut, ia rela tidak mengambil keuntungan terlalu besar demi menjaga loyalitas pelanggan.

Pemilik pabrik tahu di Padaherang, Gugum mengatakan harga tahu yang dijual dari pabriknya tak berubah meski harga kedelai di pasaran terus merangkak naik. "Untuk sementara ini, harga tahu kami berikan masih tetap sama. Belum bisa dinaikkan, harus sosialisasi dulu ke pedagang, sama konsumen yang lainnya," ucap Gugum, Jumat (10/4/2024).

Ia menjelaskan harga kedelai yang semula di bawah Rp 10.000/kg kini telah melampaui batas normal. "Sekarang 10.400/kg kedelai, itu naiknya terus setiap hari, sampai detik ini belum ada penurunan," ucapnya.

Gugum menyebut produksi tahu di pabriknya bisa menghabiskan hingga 2 kuintal kacang kedelai dalam sehari. Untuk urusan distribusi, ia telah memasok tahu ke 15 penyuplai untuk dipasarkan kembali.

"Ada sekitaran 15 suplier dan puluhan warung di sekitaran pabrik," katanya.

Kenaikan harga kacang kedelai ini diduga merupakan dampak dari konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok secara global. "Kenaikan harga kedelai impor kondisi ini menyulitkan para perajin tahu skala kecil di Pangandaran," ucapnya.

Kendati demikian, Gugum mengaku para perajin terpaksa bertahan dengan tetap berproduksi tanpa menaikkan harga jual. Ia berharap harga kedelai dapat segera kembali normal.

Kenaikan harga kedelai ini sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir. Namun, perajin belum berani mengambil langkah menaikkan harga karena masih menunggu hasil musyawarah dengan para pedagang yang menjadi pelanggan tetap mereka.

Ia pun mengaku sudah menghitung biaya produksi yang meningkat tajam seiring mahalnya bahan baku. "Tapi kami tentu tidak bisa berhenti, meski keuntungan yang diperoleh kini semakin menipis," ucapnya.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork