Jabar Hari Ini: Miris Bocah Disuruh Ngamen Badut oleh Orang Tua

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 22 Okt 2026 22:01 WIB
Tangkapan layar video viral bocah dipaksa ngamen di Bandung.(Foto: Istimewa).
Bandung -

Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (22/10/2026). Mulai dari anak di Bandung dipaksa orang tua mengamen hingga terungkapnya motif dokter cabuli anak kandung sendiri.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Motif Aksi Koboi Gadis Bergolok di Garut

Belakangan ini, viral aksi nekat seorang wanita bergolok, melabrak gadis berambut pirang di Garut. Belakangan diketahui, jika kejadian tersebut ditengarai rasa tak terima pelaku, karena korban melirik pacarnya saat berpapasan di jalan.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Kejadian ini, ternyata berlangsung di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Tarogong Kaler, Garut, pada hari Minggu, (11/10/2026) lalu.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadiannya berlangsung sekitar jam 1 dini hari. Saat itu, para pelaku sedang minum-minuman keras," kata Herman kepada detikJabar, Kamis, (22/10/2026).

Herman menjelaskan, menurut penuturan pelaku, kejadian bermula saat pelaku dan teman-temannya sedang mabuk-mabukan di dekat TKP. Saat itu, korban yang berkendara dengan sepeda motor melintas di lokasi.

Saat itu, pelaku melihat korban seperti melirik genit ke pacar pelaku, yang juga ada di lokasi. Menurut Herman, momen sepersekian detik itu lah, yang kemudian memicu aksi nekat pelaku melabrak dan menodong korban menggunakan golok.

"Korban melintas dan pelaku menganggap korban melirik ke pacarnya. Kemudian pelaku merasa tersinggung kemudian mengejar korban," katanya.

Aksi nekat pelaku yang melabrak korban sembari membawa golok itu, untungnya bisa dilerai oleh sejumlah saksi yang ada di TKP. Namun, meskipun tidak membuat korban terluka, tapi korban merasa trauma usai ditodong golok oleh pelaku.

Setelah kejadian itu, kata Herman, personel Tim Sancang kemudian dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, selama kasusnya didalami hingga kini, polisi berhasil meringkus tiga orang pelaku dalam kejadian tersebut.

Herman menjelaskan, ketiga pelaku ini masing-masing wanita bergolok yang melabrak korban, satu wanita lainnya yang ikut melakukan aksi intimidasi, serta seorang lelaki yang turut dalam aksi.

"Keterlibatan pelaku yang laki-laki ini adalah yang bersangkutan merupakan pemilik golok yang dipakai ABH wanita untuk menodong korban," katanya.

Ketiganya kini diproses hukum oleh polisi. Herman menuturkan, penanganan perkara ini berjalan dengan prosedur yang berbeda, karena melibatkan anak di bawah umur sebagai pelakunya.

"Dua orang wanita yang kami amankan merupakan anak di bawah umur. Sebab itu, penanganan perkaranya berjalan lebih hati-hati, karena melibatkan anak sebagai pelaku," katanya.

Anak di Bandung Dipaksa Ngamen Pakaian Badut

Sebuah unggahan di media sosial sedang jadi perbincangan di Kota Bandung. Dalam video yang beredar, seorang anak terlihat dipakaikan baju badut oleh ibunya hingga ia lelah ketiduran.

Dalam narasi yang beredar, anak itu disebut dipaksa mengamen oleh orang tuanya. Sang anak menggunakan baju badut Doraemon berwarna pink saat berada di kawasan Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung.

Setelah unggahan itu viral, warganet banyak yang menyayangkan tindakan orang tuanya. Kasus ini pun kemudian direspons langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Ditemui di Pendopo, Kota Bandung, Farhan memastikan bakal segera menindaklanjuti laporan ini. Sebab berdasarkan perintah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Farhan diminta tidak memberikan ruang bagi pihak tersebut di wilayahnya.

"Pak Gubernur sudah mengarahkan agar hal-hal tersebut yang sifatnya memberi ruang kepada gepeng ya, gelandangan dan pengemis, atau istilahnya sekarang adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian kesejahteraan sosial ini agar betul-betul diperhatikan," katanya, Kamis (22/10/2026).

"Di Bandung khususnya, kami sudah diberi pesan oleh Pak Gubernur untuk betul-betul menghindarkan diri atau menghentikan tindakan-tindakan berprofesi pengemis. Nah, ini yang sedang kita pastikan agar kita bisa identifikasi," ungkapnya menambahkan.

Farhan memastikan bahwa Pemkot Bandung berulang kali telah menindak para tuna wisma di jalanan. Namun ia mengakui, mereka kerap kembali menjalankan aktivitas itu meski sudah diberikan tindakan.

"Kalau kasus seperti itu banyak sering terjadi, kami sudah sering menertibkan bahwa mereka balik lagi balik lagi. Ya, istilahnya kita pun tidak pernah boleh berhenti menghentikan," ucapnya.

"Banyak orang yang bilang kenapa enggak dikasih kerjaan aja. Ya, tidak semudah itu, karena mereka juga sudah terbiasa dengan pekerjaannya dengan penghasilan yang tinggi. Jadi mereka akan balik lagi balik lagi," tuturnya.

Simak Video "Video: Komnas PA Surabaya Desak Hukuman Berat Pelaku Kekerasan Seksual Anak"


(bba/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork