Persib Bandung akan berhadapan dengan Garudayaksa FC dalam lanjutan Super League 2026/2027. Di balik statusnya sebagai pendatang baru, Garudayaksa menyimpan cerita transformasi klub yang menarik lantaran pernah memiliki sejarah yang kental dengan Kota Cimahi sebelum mentas di panggung sepak bola nasional.
Laga Garudayaksa FC melawan Persib akan berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026). Pertemuan ini pun seolah seperti nostalgia 'kakak-adik' yang pernah meramaikan perjalanan sepak bola di Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menjelma dengan nama Garudayaksa FC, klub ini dulunya adalah PSKC Cimahi. Berjuluk 'Laskar Sangkuriang', PSKC kemudian diakuisisi dan berganti nama menjadi Garudayaksa FC pada musim 2025/2026.
Setelahnya, semua atribut PSKC pun hilang begitu saja. Klub ini bahkan berpindah markas ke Bekasi untuk mengarungi Liga 2 musim tersebut.
Padahal, sebelum diakuisisi, PSKC menjadi tim kebanggaan bagi warga Kota Cimahi. Faktor inilah yang membuat 'Laskar Sangkuriang' punya tradisi yang mirip dengan Persib, dan sama-sama berjuang dari Tanah Pasundan.
Sayangnya, prestasi PSKC Cimahi pada saat itu masih jauh dari harapan. Di musim 2024/2025, atau musim terakhir sebelum berganti nama, PSKC hanya mampu melaju hingga babak Championship Series setelah finish di peringkat ketiga Grup Y yang dihuni Bhayangkara FC, Persijap Jepara dan Persela Lamongan.
Setelah diakuisisi Garudayaksa FC, tim ini menjelma jadi klub yang menakutkan. Di bawah asuhan pelatih Widodo C. Putro, Garudayaksa keluar sebagai juara dan akhirnya promosi ke Super League 2026/2027.
Kini, perjalanan Garudayaksa FC dan Persib Bandung kembali bertemu di panggung tertinggi sepak bola Indonesia. Namun kali ini, keduanya berdiri sebagai lawan yang sama-sama mengincar kemenangan.
Perbandingan Nilai Pasar
Menjelang pertandingan dimulai, kekuatan kedua tim jadi salah satu faktor yang patut diperhitungkan. Persib saat ini berada di peringkat ke-6 dengan 10 poin, sedangkan Garudayaksa di peringkat ke-14 dengan 5 poin.
Meskipun begitu, Garudayaksa tercatat punya nilai keseluruhan skuad mencapai Rp 108,2 miliar. Bomber klub berjuluk 'Spirit of Garuda', Brian Rubio, jadi pemain termahal dengan nilai pasar Rp 13,91 miliar, dan sudah menyumbang 2 gol dari 6 pertandingan.
Pemain termahal milik Garudayaksa FC selanjutnya yaitu Aleksandar Busnic. Dengan nilai pasar Rp 8,69 miliar, dia sudah turun di 4 pertandingan dengan menyumbang 1 assist.
Di kubu Persib Bandung, nilai pasar keseluruhan skuad terbilang jauh lebih mahal dibanding Garudayaksa FC. 'Maung Bandung' musim ini punya nilai pasar Rp 155,13 miliar, dengan sejumlah pemain bintang yang direkrut di awal musim bergulir.
Gelandang diaspora Indonesia, Thom Haye, punya nilai pasar tertinggi dengan Rp 15,64 miliar. Hingga pekan keenam, Thom sudah menyumbang 1 gol dan 2 assist bagi Persib Bandung.
Disusul winger Persib Mariano Peralta dengan nilai pasar Rp 13,04 miliar. Peralta baru membukukan 1 assist dari 6 pertandingan yang dia jalani.
Selanjutnya, ada Sandy Walsh, Balsa Sekulic dan Eliano Reijnders dengan nilai pasar masing-masing Rp 10,43 miliar. Balsa Sekulic jadi pemain paling produktif dengan 3 gol dari 6 pertandingan.
Kini, kedua tim akan berhadapan di pekan ketujuh Super League. Persib tentu berambisi mengamankan 3 poin, sementara Garudayaksa enggan kecolongan karena mereka akan tampil di kandang.
