Lalat yang terus beterbangan di dapur atau hinggap di meja makan bisa membuat penghuni rumah kesal. Kehadiran serangga ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi juga perlu diwaspadai karena lalat dapat memindahkan mikroorganisme dari sampah, kotoran, atau bahan yang membusuk ke makanan dan permukaan rumah.
Risiko tersebut pernah diteliti oleh peneliti dari Penn State University pada 2017. Dikutip dari BBC, penelitian yang menggunakan teknik pengurutan materi genetik itu menemukan beragam bakteri pada tubuh lalat rumah (Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala).
Dilansir detikProperti, dalam penelitian tersebut, lalat rumah terdeteksi membawa sekitar 351 jenis bakteri, sedangkan lalat hijau sekitar 316 jenis. Sebagian bakteri yang ditemukan berkaitan dengan gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pencernaan.
"Orang-orang memang sudah mengira bahwa ada patogen yang dibawa lalat. Tapi berapa banyak patogen itu dan bagaimana penyebarannya mungkin belum diketahui," kata salah satu peneliti Profesor Donald Bryant.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports itu menambah perhatian terhadap peran lalat sebagai pembawa mikroorganisme. Bryant juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap makanan yang dibiarkan terbuka.
"Anda harus berpikir dua kali bila ingin mencoba salad kentang di tempat piknik yang sudah dibiarkan lama terbuka," tegas Prof Bryant.
Karena itu, menjaga rumah tetap bersih dan menyimpan makanan dengan benar menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kontaminasi. Namun, sebelum mengusir lalat yang terus berdatangan, ada baiknya penghuni rumah mencari tahu apa yang menarik perhatian serangga tersebut.
Dilansir dari The Spruce, berikut tiga hal yang bisa membuat lalat sering muncul di rumah.
1. Ada Makanan atau Bahan yang Membusuk
Sisa makanan, buah yang terlalu matang, sayuran membusuk, hingga sampah dapur bisa menarik lalat. Serangga ini memiliki kemampuan mendeteksi sumber makanan yang cocok untuknya, termasuk bahan organik yang mulai terurai.
Kondisi tersebut juga dapat menyediakan tempat bagi lalat untuk bertelur. Jika sampah dibiarkan menumpuk atau sisa makanan tidak segera dibersihkan, jumlah lalat berpotensi bertambah dan belatung bisa muncul.
Untuk mencegahnya, buang sampah secara rutin, bersihkan tumpahan makanan, dan simpan bahan pangan dalam wadah tertutup. Periksa pula bagian dapur yang jarang dibersihkan, seperti kolong lemari dan area di bawah tempat sampah.
2. Suhu Hangat Mempercepat Pembusukan
Cuaca hangat dapat mendukung aktivitas dan perkembangan lalat. Pada saat yang sama, suhu yang lebih tinggi juga bisa mempercepat pembusukan bahan makanan tertentu, sehingga sumber makanan bagi lalat lebih mudah tersedia.
Buah yang dibiarkan terlalu lama di meja atau sampah organik yang menumpuk dalam kondisi hangat dapat menarik perhatian serangga ini. Karena itu, perhatikan penyimpanan makanan, terutama ketika cuaca sedang panas.
Simpan bahan pangan yang mudah rusak sesuai kebutuhan suhunya dan pastikan tempat sampah tertutup rapat. Langkah sederhana ini membantu mengurangi sumber yang dapat mengundang lalat.
3. Menemukan Tempat untuk Berkembang Biak
Lalat tidak hanya datang untuk mencari makanan. Beberapa jenis juga mencari lokasi yang sesuai untuk meletakkan telur, terutama pada bahan organik yang membusuk atau sampah basah.
Jika lalat terlihat berulang kali di satu titik, periksa apakah ada sisa makanan, saluran pembuangan kotor, atau sampah yang luput dibersihkan. Menemukan dan menghilangkan sumbernya lebih efektif untuk mengurangi kedatangan lalat daripada sekadar mengusir serangga dewasa.
Pada akhirnya, rumah yang bersih bukan hanya soal tampilan, tetapi juga cara mengurangi peluang lalat mencari makanan dan berkembang biak. Menutup makanan, mengelola sampah dengan baik, serta membersihkan area dapur secara rutin dapat membantu menjaga hunian lebih nyaman dan higienis.
Artikel ini telah tayang di detikProperti.
(iqk/iqk)