Penyebab Tokek Masuk ke Rumah dan Cara Ampuh Mengusirnya

Penyebab Tokek Masuk ke Rumah dan Cara Ampuh Mengusirnya

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Sabtu, 24 Okt 2026 17:00 WIB
Tokek
Tokek (Foto: Dennis Schmidt/Unsplash)
Bandung -

Suara tokek yang terdengar nyaring dari balik plafon kerap mengusik ketenangan penghuni rumah, terutama pada malam hari. Hewan reptil ini cukup mudah ditemukan di berbagai daerah di Jawa Barat. Kehadirannya sering dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang mendukung, seperti tempat persembunyian yang aman dan ketersediaan serangga sebagai sumber makanan.

Tokek bisa berdiam di sela genteng, lubang ventilasi, hingga bagian dinding yang jarang dijangkau. Walaupun dikenal sebagai pemangsa serangga, keberadaannya tak selalu disukai. Suaranya yang keras dan kotoran yang menempel di dinding atau lantai menjadi alasan sebagian orang ingin mengusirnya. Berbagai cara pun bisa dilakukan tanpa harus membunuh hewan tersebut, termasuk memperbaiki kondisi rumah dan membatasi akses masuknya.

Penyebab Tokek Betah di Dalam Rumah

Ada beberapa hal yang membuat tokek tertarik masuk dan bertahan di dalam rumah. Salah satunya adalah tersedianya tempat berlindung yang aman. Celah pada plafon, ruang di balik genteng, serta ventilasi yang terbuka dapat menjadi tempat persembunyian bagi reptil ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi lingkungan juga berpengaruh. Sebagai hewan yang hidup di wilayah tropis, tokek dapat ditemukan di sekitar rumah dengan beragam kondisi cuaca. Area yang menyediakan tempat bersembunyi sekaligus sumber makanan akan lebih menarik bagi hewan ini.

Ketersediaan serangga menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Tokek memangsa berbagai jenis serangga, termasuk nyamuk, lalat, ngengat, dan kecoak berukuran kecil. Lampu yang menarik serangga pada malam hari dapat membuat area tertentu di rumah menjadi lokasi berburu bagi tokek. Tumpukan barang dan sudut yang jarang dibersihkan juga bisa menyediakan tempat persembunyian bagi serangga maupun tokek.

ADVERTISEMENT

Jalur masuk dari luar rumah turut memengaruhi kemunculan tokek. Lubang pada dinding, celah di sekitar genteng, ventilasi tanpa pelindung, dan bagian plafon yang terbuka memungkinkan hewan ini masuk ke dalam bangunan.

Meski kerap dianggap sebagai pengganggu, tokek memiliki peran dalam memangsa serangga di lingkungan sekitar. Namun, apabila kehadirannya mulai mengganggu kenyamanan penghuni, menjaga kebersihan, mengurangi sumber makanan, dan menutup celah masuk dapat menjadi langkah awal untuk mencegah tokek kembali bersarang di dalam rumah.

Apakah Tokek Berbahaya bagi Manusia?

Suara keras dan bentuk tubuh tokek memang sering membuat sebagian orang merasa takut saat hewan ini muncul di dalam rumah. Apalagi, tokek kerap terlihat tiba-tiba di plafon atau dinding saat malam hari. Meski begitu, secara alami tokek sebenarnya bukan hewan yang menyerang manusia.

Secara umum, tokek tidak berbahaya jika tidak diprovokasi. Reptil ini lebih sering menghindar dan bersembunyi ketika melihat manusia. Namun, dalam kondisi tertentu, tokek bisa menggigit saat merasa terancam atau ketika dipegang secara paksa. Gigitannya memang cukup kuat, tetapi biasanya hanya menimbulkan luka ringan dan jarang menyebabkan masalah serius.

Yang lebih sering mengganggu justru kotoran tokek yang menempel di lantai, dinding, atau plafon rumah. Jika dibiarkan menumpuk, kotoran tersebut bisa menimbulkan bau tidak sedap dan membuat rumah terasa kurang higienis.

Cara Mengusir Tokek Tanpa Membunuhnya

1. Menutup Celah dan Lubang Rumah

Tokek sering masuk melalui celah kecil di ventilasi, sela genteng, hingga retakan plafon yang jarang diperhatikan. Bagian rumah yang lembap dan gelap biasanya menjadi tempat favorit reptil ini untuk bersembunyi pada siang hari. Karena itu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa area rumah yang berpotensi menjadi jalur masuk tokek.

Gunakan kawat kasa pada ventilasi udara dan tutup retakan kecil menggunakan semen atau perekat silikon. Jika terdapat plafon yang terbuka atau renggang, segera lakukan perbaikan agar tokek tidak mudah berpindah ke dalam rumah. Cara ini juga efektif mencegah serangga masuk dalam jumlah banyak.

Menutup akses masuk menjadi solusi jangka panjang yang lebih efektif dibanding hanya mengusir tokek sesaat. Selain membuat rumah lebih bersih, langkah ini juga membantu mengurangi kelembapan dan mencegah munculnya hewan lain seperti cecak maupun kecoak.

2. Kendalikan Jumlah Serangga di Rumah

Tokek datang ke rumah karena mencari makanan. Serangga seperti nyamuk, lalat, ngengat, dan kecoak kecil merupakan sumber makanan utama bagi reptil ini. Semakin banyak serangga di rumah, semakin besar kemungkinan tokek menetap dalam waktu lama.

Menjaga kebersihan dapur dan area makan bisa membantu mengurangi serangga yang berkeliaran pada malam hari. Jangan membiarkan sisa makanan terbuka terlalu lama, dan rutin bersihkan tempat sampah agar tidak mengundang lalat maupun kecoak. Lampu yang terlalu terang di luar rumah juga dapat menarik banyak serangga datang.

Saat sumber makanan mulai berkurang, tokek biasanya akan mencari tempat lain yang lebih mendukung untuk berburu. Cara ini dianggap lebih aman dan ramah lingkungan karena tidak melibatkan racun ataupun jebakan berbahaya.

3. Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Tokek

Beberapa aroma alami dipercaya membuat tokek merasa tidak nyaman sehingga enggan mendekat. Cara ini cukup populer karena mudah dilakukan menggunakan bahan dapur yang tersedia di rumah. Selain aman, metode alami juga tidak meninggalkan bau kimia menyengat.

Bawang putih, lada, serai, hingga daun pandan sering digunakan untuk mengusir tokek dari sudut rumah. Aroma menyengat dari bahan-bahan tersebut bisa diletakkan di area plafon, ventilasi, atau tempat yang sering dilalui tokek. Sebagian orang juga menggunakan campuran air dan bawang putih sebagai semprotan alami.

Penggunaan bahan alami secara rutin akan membantu mengurangi keberadaan tokek di dalam rumah. Cara ini juga cocok digunakan di rumah yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan karena relatif lebih aman dibanding bahan kimia.

4. Gunakan Air Dingin

Menyemprotkan air dingin menjadi salah satu cara sederhana yang sering digunakan untuk mengusir tokek tanpa melukainya. Tokek termasuk reptil yang sensitif terhadap perubahan suhu sehingga gerakannya bisa melambat ketika terkena semprotan air.

Gunakan botol semprot berisi air dingin lalu arahkan perlahan ke tubuh tokek, terutama saat hewan tersebut berada di dinding atau plafon. Setelah gerakannya melambat, tokek bisa diarahkan keluar rumah menggunakan sapu atau kain panjang tanpa perlu disentuh langsung.

Cara ini cukup efektif untuk mengusir tokek yang sulit dijangkau atau sering muncul pada malam hari. Selain praktis, metode ini juga tidak meninggalkan racun maupun bau yang dapat mengganggu penghuni rumah.

5. Menjaga Suhu Ruang dan Kebersihan Rumah

Tokek menyukai tempat lembap dan minim cahaya seperti gudang, kamar mandi, atau plafon yang jarang dibersihkan. Karena itu, menjaga kondisi rumah tetap kering menjadi langkah penting agar reptil ini tidak betah tinggal terlalu lama.

Pastikan sirkulasi udara di rumah berjalan baik dengan rutin membuka jendela pada pagi atau siang hari. Jika terdapat kebocoran atap atau saluran air yang rembes, segera lakukan perbaikan agar kelembapan rumah tidak meningkat. Membersihkan tumpukan barang juga membantu mengurangi tempat persembunyian tokek.

Rumah yang bersih dan terang umumnya lebih jarang didatangi tokek maupun serangga. Selain membuat lingkungan terasa nyaman, kebiasaan menjaga kebersihan juga membantu mencegah munculnya hewan lain yang kerap mengganggu di dalam rumah.

Artikel ini telah tayang di detikJabar. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads