Permukiman warga di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dilanda kebakaran hebat pada Senin (5/10/2026) pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB tersebut menghanguskan sedikitnya tujuh rumah warga.
Berdasarkan dokumentasi video di lokasi kejadian, tujuh bangunan semipermanen tersebut nyaris rata dengan tanah. Api dengan cepat melalap struktur bangunan yang mayoritas berbahan kayu. Warga setempat sempat berupaya mengevakuasi barang rumah tangga dan dokumen penting ke lahan terbuka untuk menyelamatkannya dari kobaran api.
Tujuh bangunan yang ludes tersebut merupakan rumah bantuan pemerintah yang dialokasikan bagi korban bencana tsunami Pangandaran tahun 2006 silam. Selain tujuh rumah yang hancur total, satu rumah lainnya dilaporkan terdampak pada bagian atap, namun api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas.
"Kalau rumah yang satunya lagi itu baru terkena sedikit atapnya. Alhamdulillah bisa keburu dipadamkan, tidak sampai melebar," ujar Kiki Madsuki (29), warga Legokjawa, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Kiki menuturkan, kepanikan sempat melanda warga saat melihat api sudah berkobar dari salah satu rumah tetangga.
"Sempat panik karena tidak punya nomor damkar," ucapnya.
Kepala Bidang Penanganan Kebakaran Satpol PP Pangandaran, Ade Suhendra, mengonfirmasi musibah yang menimpa warga Legokjawa tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski seorang warga harus dilarikan ke puskesmas terdekat.
"Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Cuma ada satu ibu-ibu pingsan dan sekarang sudah dibawa ke Puskesmas," ucapnya.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Ade menyebut material bangunan yang mudah terbakar menjadi kendala dalam upaya penyelamatan struktur rumah.
"Namun ketujuh rumah yang terdampak tidak bisa diselamatkan lantaran bangunan rumahnya dari kayu yang mudah terbakar," katanya.
Simak Video "Video Pemerintah Targetkan Pemulihan Pascabencana Sumatera Selesai 3 Tahun"
(dir/dir)