Gudang Air Mineral di Pangandaran Terbakar, Diduga Akibat Korsleting

Gudang Air Mineral di Pangandaran Terbakar, Diduga Akibat Korsleting

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 21 Jul 2026 17:08 WIB
Kebakaran di gudang distributor air mineral Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran
Kebakaran di gudang distributor air mineral Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Kebakaran menghanguskan bagian atap gudang distributor air mineral di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik di bagian atas bangunan.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangandaran bergerak cepat setelah menerima laporan warga pada pukul 14.44 WIB. Sebanyak 10 personel dan dua unit armada dari Pos 1 dan Pos 2 dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Damkar Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Fajar Lazuardi, menyatakan proses pemadaman berlangsung efektif.

"Kami menerima laporan jam 14.44 WIB dan langsung melakukan penanganan di bawah 10 menit. Sekitar setengah jam lebih penanganan, api sudah berhasil dipadamkan dan lanjut proses pendinginan," ujar Fajar kepada detikJabar saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (21/7/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas gudang. Beruntung, tidak ada ledakan tabung gas maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. Material atap yang terbuat dari kayu membuat api sempat berkobar hebat, namun tidak sampai merusak struktur utama bangunan di bagian bawah.

"Dugaan sementara karena korsleting listrik. Kebakaran melalap bagian atap yang terbuat dari kayu sehingga api cepat membesar. Sementara struktur bangunan permanen di bagian bawah tidak mengalami kerusakan berarti," jelas Fajar.

Menariknya, rembetan api ke area bawah bangunan berhasil tertahan berkat tumpukan kemasan produk air mineral yang tersimpan di dalam gudang. Hal ini mencegah kerusakan yang lebih luas pada aset perusahaan.

Meski tidak ada korban jiwa, pemilik gudang ditaksir mengalami kerugian materiel mencapai lebih dari Rp100 juta akibat kerusakan atap. Hingga saat ini, pihak Damkar masih menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads