9 Kebakaran Landa Pangandaran dalam 12 Hari

9 Kebakaran Landa Pangandaran dalam 12 Hari

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Kamis, 13 Agu 2026 12:30 WIB
fire png burning flame Isolated on a black background
Ilustrasi api. (Foto: Getty Images/wirot pathi)
Pangandaran -

Di balik pesona wisatanya, ancaman si jago merah kini mengintai setiap sudut wilayah Kabupaten Pangandaran seiring puncak musim kemarau yang kian garang. Setidaknya sampai 13 Agustus 2026 ini sudah ada sembilan kasus kebakaran.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Ade Soed, mencatat grafik kebakaran yang terus menanjak tajam. Sampai 12 Agustus, sudah ada sembilan kebakaran yang melanda wilayah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari total kejadian tersebut, lima di antaranya merupakan kebakaran lahan yang melahap vegetasi kering, sementara sisanya menghanguskan bangunan rumah hingga pabrik.

"Waktu hari Selasa (11/8/2026) saja, ada tiga kejadian bencana kebakaran, satu menimpa rumah, dua lagi kebakaran lahan (hutan)," kata Ade kepada detikJabar, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

Laju kebakaran di bulan Agustus ini terasa lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya. Sepanjang Juli 2026, tercatat ada sembilan kejadian. Namun kini, hanya dalam waktu kurang dari dua pekan, angka tersebut sudah tersamai. Ade menyebut fenomena ini beriringan dengan puncak kemarau panjang yang membuat segalanya mudah tersulut.

"Seperti kejadian hari minggu lalu, api menyebar dengan cepat melalui ranting dan dedaunan kering yang dipicu oleh pembakaran sampah," ucapnya.

Di lapangan, perjuangan para personel Damkar bukan tanpa rintangan. Medan yang sulit dan akses jalan yang sempit sering kali menjadi penghalang waktu yang krusial. Belum lagi urusan ketersediaan air yang mulai menipis di beberapa titik.

"Tapi selama ini kita tetap bisa mendapatkan sumber air yang masih banyak, walaupun di musim kemarau ini, debit air sudah mulai menurun," ucap Ade.

Beruntung, sinergi antarinstansi masih terjaga. Pihak Damkar terus mendapat bantuan suplai air dari BPBD Kabupaten Pangandaran saat berjibaku memadamkan api di lokasi kejadian.

Namun, pencegahan tetap menjadi kunci utama. Ade mengimbau warga menahan diri tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat kawasan kebun atau hutan yang dipenuhi dedaunan dan rumput kering yang mudah terbakar.

"Kejadian lainya hampir sama, itu berawal dari pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga," pungkasnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads