Final Pahit, Diasingkan, dan Balas Dendam Manis Elkan Baggott

FIFA ASEAN Cup 2026

Final Pahit, Diasingkan, dan Balas Dendam Manis Elkan Baggott

Muhammad Robbani - detikJabar
Selasa, 06 Okt 2026 12:00 WIB
JAKARTA, INDONESIA - MARCH 27: Elkan Baggott of Indonesia controls the ball during the FIFA Series 2026 match between Indonesia and St. Kitts and Nevis at Gelora Bung Karno Stadium on March 27, 2026 in Jakarta, Indonesia. (Photo by Robertus Pudyanto - FIFA/FIFA via Getty Images)
Elkan Baggott. (Foto: Robertus Pudyanto - FIFA/FIFA via Getty Images)
Jakarta -

Kesuksesan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 sangat emosional bagi Elkan Baggott. Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian sekaligus 'balas dendam' manis sang bek jangkung terhadap Thailand.

Elkan sukses membawa Garuda merengkuh trofi FIFA ASEAN Cup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Satu gol krusial dari Elkan berhasil memaksa kedudukan imbang 2-2 di babak tambahan waktu.

Laga sengit itu pun harus dituntaskan lewat drama adu penalti. Elkan tampil tenang sebagai salah satu eksekutor yang sukses menjalankan tugasnya. Momen ini menjadi penebusan sempurna setelah Elkan harus menelan pil pahit kekalahan dari Thailand di final Piala AFF 2020 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengalaman kekalahan di Singapura (final Piala AFF 2020) menyakitkan, jadi ini menjadi motivasi ekstra saya untuk menang," kata Elkan seusai final FIFA ASEAN Cup.

"Ini adalah final, hari ini mereka 10 pemain, dan kami kebobolan dan mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Sangat menyenangkan menjuarai turnamen ini dengan yang kami lakukan. Apalagi lawannya Thailand. Ini luar biasa," ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

Elkan merupakan salah satu pionir pemain keturunan dalam skuad Garuda saat ini. Setelah enam tahun memutuskan membela panji Indonesia, Elkan akhirnya berhasil mempersembahkan gelar juara bergengsi.

Sempat melewati masa sulit saat diasingkan di era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, Elkan akhirnya kembali dipanggil oleh John Herdman. Keputusan untuk kembali ke pelukan timnas pun kini berbuah manis dengan raihan trofi.

"Terima kasih atas dukungannya, saat ini saya sangat bangga menjadi orang Indonesia. Terima kasih juga kepada John Herdman, tanpanya kami tidak akan survive," ucap Elkan.

"Terima kasih kepada semua yang terlibat di balik layar. Kami bertanding setiap 3 hari sekali itu tidak mudah, ada banyak persiapan dilakukan, dan kami harus siap setiap saat, ini kemenangan untuk semua tim dan staf," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di detikSport

(mro/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads