Anggapan bahwa dudukan toilet adalah tempat paling kotor di dalam rumah ternyata tidak sepenuhnya akurat. Meski mengandung kuman, sejumlah peralatan rumah tangga yang digunakan sehari-hari justru memiliki tingkat kontaminasi yang jauh lebih mengkhawatirkan.
Fakta ini terungkap melalui Studi Kuman Rumah Tangga Internasional yang dilakukan oleh NSF. Dalam riset tersebut, para peneliti mengambil sampel dari 30 benda umum di 22 rumah tangga untuk menguji keberadaan bakteri, ragi, hingga jamur.
Melansir detikProperti, hasil penelitian menunjukkan bahwa dapur, bukan kamar mandi, merupakan area dengan tingkat kontaminasi tertinggi. Hal ini terutama ditemukan pada benda-benda yang bersentuhan langsung dengan proses pengolahan makanan.
Dapur sebagai Pusat Pertumbuhan Bakteri
Temuan paling mengejutkan muncul dari spons dan kain lap piring. Bakteri koliform-kelompok yang mencakup Salmonella dan E. coli-ditemukan pada lebih dari 75 persen sampel spons. Tingginya angka ini menjadi peringatan penting untuk rutin membersihkan atau mengganti alat pembersih dapur tersebut.
Selain spons, bakteri juga terdeteksi di 45 persen wastafel dapur, 32 persen meja dapur, dan 18 persen talenan. Sumber kontaminasi ini beragam, mulai dari bahan makanan mentah yang belum dicuci, daging unggas, hingga paparan dari hewan peliharaan atau tangan yang kurang bersih.
Ironisnya, tingkat kontaminasi di kamar mandi justru lebih rendah dibandingkan dapur. Bakteri koliform hanya ditemukan pada 27 persen tempat sikat gigi dan 9 persen keran. Sementara itu, dudukan toilet yang selama ini dianggap paling kotor hanya mengandung koliform pada 5 persen sampel.
Kondisi serupa terlihat pada pertumbuhan ragi dan jamur. Dapur kembali mendominasi dengan temuan pada 86 persen spons dan 50 persen wadah kopi. Di sisi lain, ragi dan jamur juga ditemukan pada 68 persen keyboard komputer dan 64 persen tempat sikat gigi.
Bakteri stafilokokus pun turut terdeteksi, dengan konsentrasi tertinggi pada mainan hewan peliharaan (23 persen) serta spons dapur (18 persen). Sebagai perbandingan, dudukan toilet hanya mencatatkan 27 persen untuk ragi dan jamur, serta 5 persen untuk stafilokokus.
Mengapa Kuman Menumpuk?
Lingkungan yang hangat dan lembap menjadi faktor utama mikroorganisme berkembang biak dengan cepat. Spons cuci piring dan wadah kopi menyediakan kondisi ideal bagi kuman dibandingkan permukaan keras yang cenderung dingin seperti kunci atau uang logam.
Tempat sikat gigi juga menjadi perhatian khusus karena posisinya yang sering berada di area gelap dan lembap tanpa sanitasi rutin.
"Tempat sikat gigi sering kali memiliki banyak faktor yang dibutuhkan kuman. Tempat sikat gigi biasanya gelap, lembap, dan tidak dibersihkan sesering yang seharusnya," kata Lisa Yakas, seorang ahli mikrobiologi di NSF International kepada Time, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Selain itu, benda yang sering disentuh saat beraktivitas, seperti keyboard komputer, kerap luput dari perhatian sehingga menjadi tempat penumpukan kuman yang masif.
Daftar 10 Benda Terkotor di Rumah
Berdasarkan data pengujian tersebut, berikut adalah 10 barang dengan tingkat kontaminasi tertinggi yang perlu diwaspadai:
1. Spons atau kain lap piring
2. Bak cuci dapur (wastafel)
3. Tempat sikat gigi
4. Mangkuk makanan hewan peliharaan
5. Wadah atau reservoar kopi
6. Gagang keran kamar mandi
7. Mainan hewan peliharaan
8. Meja dapur
9. Kenop kompor
10. Talenan
Riset ini menegaskan bahwa kebersihan rumah tidak hanya bertumpu pada area kamar mandi. Perhatian ekstra justru harus diberikan pada dapur dan benda-benda yang sering disentuh tangan agar risiko penyebaran penyakit dapat diminimalisir.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
Simak Video "Video Kepala Bappisus: Asosiasi Pengusaha Dapur MBG Tak Didanai Pemerintah"
(aqi/dir)