Jangan Tunggu Seminggu, Ini Waktu yang Tepat Mencuci Handuk

Kabar Internasional

Jangan Tunggu Seminggu, Ini Waktu yang Tepat Mencuci Handuk

Danica Adhitiawarman - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 21:30 WIB
ilustrasi handuk
ilustrasi handuk (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Kebiasaan mencuci handuk seminggu sekali ternyata perlu ditinjau ulang. Sebagai benda yang bersentuhan langsung dengan kulit dan sering dalam kondisi lembap, handuk merupakan tempat ideal bagi pertumbuhan bakteri serta jamur.

Melansir detikProperti, Mantan ilmuwan utama Tide & Downy, Mary Johnson, menyarankan agar handuk dicuci lebih rutin. Secara umum, handuk sebaiknya masuk ke mesin cuci setelah 3 hingga 4 kali penggunaan. Namun, durasi ini bisa lebih singkat jika handuk tidak kering sempurna atau mulai mengeluarkan aroma tidak sedap.

"Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita," kata Mary Johnson dikutip dari Real Simple.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munculnya bau apak menjadi sinyal kuat bahwa handuk sudah terkontaminasi, meski secara fisik terlihat bersih.

ADVERTISEMENT

Risiko Kesehatan di Balik Handuk Kotor

Handuk tidak sekadar menyerap air, tetapi juga menampung sisa keringat, sel kulit mati, lendir, hingga residu produk perawatan tubuh. Jika dibiarkan di kamar mandi yang lembap dan minim cahaya, mikroorganisme akan berkembang biak dengan cepat.

Johnson memperingatkan bahwa penggunaan handuk kotor meningkatkan risiko masalah kulit, seperti jerawat hingga infeksi. Oleh karena itu, frekuensi pencucian harus disesuaikan dengan peruntukannya. Handuk wajah, misalnya, disarankan dicuci setiap dua hari sekali. Begitu pula dengan handuk yang digunakan oleh anggota keluarga yang sedang sakit guna mencegah penularan kuman.

Panduan Mencuci Handuk yang Benar

Menjaga kebersihan handuk tidak hanya soal frekuensi, tetapi juga teknik pencucian agar serat kain tetap lembut dan memiliki daya serap tinggi. Merujuk pada tips dari Parachute, berikut langkah-langkahnya:

1. Pisahkan Berdasarkan Warna

Hindari mencampur handuk putih dengan handuk berwarna untuk mencegah risiko luntur dan menjaga kecerahan warna kain.

2. Jangan Melebihi Kapasitas Mesin

Handuk membutuhkan ruang gerak agar air dan detergen bisa meresap ke seluruh serat. Untuk mesin cuci bukaan depan, batasi pengisian sekitar 3-4 handuk dalam satu siklus cuci.

3. Gunakan Detergen Secukupnya

Penggunaan detergen berlebih justru merugikan. Residu kimia yang tertinggal pada serat kain dapat membuat handuk terasa kaku dan mengurangi kemampuannya menyerap air.

Sebagai langkah pencegahan harian, pastikan handuk segera dijemur atau dikeringkan dengan baik setelah digunakan. Jangan biarkan handuk menggantung dalam kondisi basah terlalu lama di dalam kamar mandi.


Artikel ini sudah tayang di detikProperti



(dhw/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads