Cirebon Raya Sepekan: Pria Bacok Istri dan Tetangga gegara Cemburu Buta

Jabar Sepekan

Cirebon Raya Sepekan: Pria Bacok Istri dan Tetangga gegara Cemburu Buta

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 17:30 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi garis polisi. (Foto: Ari Saputra)
Cirebon -

Beragam peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya pekan ini dari mulai pria di Indramayu ngamuk, bacok istri dan tetangga, tiga pelaku pembacokan di Cirebon hingga viral pelajar di Majalengka bawa cerulit.

Berikut rangkuman Cirebon sepekan:

Akibat Cemburu Buta Pria di Indramayu Bacok Istri-Tetangga

Polisi mengamankan seorang pria berinisial SF setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap istri dan seorang tetangganya di Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Senin (28/9) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi setelah perselisihan rumah tangga yang diduga dipicu kecemburuan dan kecurigaan SF terhadap istrinya. Dalam pertengkaran itu, SF disebut menuduh istrinya berselingkuh.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Karangampel AKP Maryudi mengatakan pertengkaran membuat korban yang merupakan istri SF memilih meninggalkan rumah dan berlindung di kediaman saudaranya karena merasa takut.

"Si suami (SF) mempunyai kecurigaan terhadap istrinya, tuduhan selingkuh sehingga terjadi percekcokan. Karena merasa takut, sang istri kemudian menghindar dan lari ke rumah saudaranya," kata Maryudi kepada detikJabar, Selasa (29/9).

SF kemudian menyusul istrinya ke rumah saudara korban dengan membawa sebilah golok. Setibanya di lokasi, terjadi penganiayaan yang menyebabkan sang istri mengalami luka.

Seorang tetangga yang melihat kejadian tersebut berusaha menghentikan pertikaian. Namun, upaya itu justru membuat tetangga tersebut turut menjadi sasaran sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan SF.

"Korban mengalami luka sabetan beberapa kali di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya. Saat ini korban sudah dievakuasi dan menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit," ujar Maryudi.

Peristiwa tersebut kemudian mengundang kemarahan warga. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi berupaya menghentikan SF hingga pria tersebut sempat menjadi sasaran amuk massa.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi selanjutnya mengevakuasi SF dan membawanya ke Mapolsek Karangampel. Polisi juga menyita sebilah golok yang diduga digunakan dalam penganiayaan sebagai barang bukti.

Maryudi mengatakan SF saat ini menjalani pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan. Polisi menerapkan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan terhadap terduga pelaku.

Selain perkara penganiayaan, kepolisian juga masih mendalami laporan mengenai dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berkaitan dengan korban, yakni istri SF.

"Pelaku beserta barang bukti golok sudah kami amankan di Polsek. Untuk saat ini terduga pelaku kami jerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Kami juga masih mendalami laporan terkait dugaan KDRT dari pihak keluarga istri," pungkasnya.

3 Pelaku Pembacokan Sadis Diamankan di Cirebon

Aksi pengeroyokan disertai pembacokan terjadi di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Korban berinisial RAF (21) mengalami sejumlah luka setelah diduga dikeroyok dan dibacok menggunakan senjata tajam oleh tiga orang pelaku.

Kasus tersebut berhasil diungkap Tim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon bersama Unit Reskrim Polsek Losari. Polisi mengamankan tiga terduga pelaku masing-masing berinisial MTM (23), A (23), dan Z (18).

Ketiganya ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (1/10).

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan terkait aksi kekerasan yang dialami korban.

Peristiwa terjadi pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Lokasinya berada di pinggir jalan menuju Desa Astanalanggar-Barisan, tepatnya di wilayah Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

"Setelah menerima laporan, anggota melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV dan data pendukung lainnya. Dari hasil penyelidikan tersebut, identitas para pelaku berhasil diketahui," katanya, Jumat (2/10).

Dari hasil pemeriksaan sementara, ketiga pelaku diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban. Aksi tersebut dilakukan dengan cara memukul dan membacok korban menggunakan senjata tajam.

MTM diduga membacok korban sebanyak dua kali menggunakan celurit panjang berwarna biru. Bacokan tersebut mengenai bagian pinggang korban.

Sementara A diduga turut membacok korban sebanyak dua kali menggunakan celurit berwarna merah. Serangan tersebut mengenai bagian kaki korban.

Sedangkan Z diduga melakukan pembacokan sebanyak dua kali menggunakan celurit pendek berwarna cokelat yang mengenai bagian punggung korban.

Akibat pengeroyokan tersebut, RAF mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam serta lebam di beberapa bagian tubuh. Luka tersebut di antaranya terdapat pada bagian punggung, tangan dan pantat.

Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Waled untuk mengobati luka-luka yang dialaminya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Barang bukti itu berupa dua unit sepeda motor, tiga bilah celurit dan dua bilah parang.

Imara menegaskan, Polresta Cirebon akan terus melakukan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut juga mencakup upaya pencegahan dan penindakan terhadap aksi tawuran yang melibatkan kelompok maupun kalangan pelajar dan pemuda.

"Polresta Cirebon berkomitmen memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Ketiga terduga pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Polsek Losari Polresta Cirebon untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas dugaan perbuatannya, ketiganya dijerat Pasal 262 juncto Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

Polresta Cirebon juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan maupun tawuran yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Viral! Pelajar Majalengka Bawa Cerulit

Video yang memperlihatkan aksi seorang pelajar membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit berukuran besar beredar di media sosial. Dalam video tersebut, pelajar itu terlihat mengacungkan celurit saat berkendara di Jalan Raya Baribis-Cigasong, Kabupaten Majalengka.

Lokasi dalam video tersebut terpantau berada di sekitar kawasan dekat kantor Kecamatan Cigasong. Aksi tersebut membuat sejumlah pelajar lain yang berada di pinggir jalan berhamburan menyelamatkan diri.

Dalam rekaman yang beredar, pelajar yang membawa celurit terlihat mengendarai sepeda motor sambil memegang senjata tajam berukuran panjang. Ia kemudian menghampiri sejumlah pelajar lain yang berada di sekitar pinggir jalan.

Pelajar tersebut tampak mengacungkan celurit sambil meneriakkan kata-kata kasar dan provokasi. Sejumlah pelajar yang melihat aksi itu kemudian berlari menjauh.

Dalam rekaman lainnya, beberapa pelajar terlihat masuk ke sebuah toko untuk menyelamatkan diri. Rekaman CCTV dari dalam toko juga memperlihatkan sejumlah pelajar bergegas masuk setelah aksi tersebut terjadi.

Warga yang melihat kejadian itu, Asep Agus mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/9) sore, saat jam pulang sekolah. Menurutnya, pelaku awalnya datang dari arah Pasar Cigasong dengan mengendarai sepeda motor bersama rekannya.

"Kalau nggak salah mah kejadiannya dua hari kemarin. Awalnya saya lagi duduk di sini sambil ngerokok, main HP. Terus dari sebelah sana (arah pasar Cigasong) ada dua motor, Aerox sama Beat. Klakson-klakson sambil ngacung-ngacungin celurit," kata Asep kepada detikJabar, Jumat (2/10).

Menurut Asep, pelaku sempat melintas kemudian berputar arah. Pelaku lalu menghampiri para pelajar yang sedang berada di sekitar lokasi.

"Yang satu turun, yang lagi nongkrong di sini pada diacungin sajam. Pada kabur ke belakang," ujarnya.

Asep menyebut, aksi tersebut tidak sampai menyebabkan korban luka. Namun, sebuah sepeda motor disebut menjadi sasaran perusakan.

"Enggak ada korban orang. Cuma motor aja yang jadi sasaran," terangnya.

Asep mengatakan, jok sepeda motor tersebut dibacok hingga rusak. Selain itu, pelaku juga mengambil sebuah helm sebelum kembali meninggalkan lokasi.

"Motor satu aja. Helm juga satu yang diambil," ucapnya.

Asep menyebut, pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jatiwangi. Dia mengaku tidak mengenal pelaku maupun mengetahui identitas sekolahnya.

"Enggak tahu, enggak kenal," tuturnya.

Sementara itu, pedagang di sekitar lokasi, Agus Rudi, mengaku sempat melihat dua sepeda motor melintas. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti aksi terhadap para pelajar yang terekam dalam video tersebut.

Agus mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar siang hari. Saat itu, dia sedang melayani pembeli sehingga tidak terlalu memperhatikan kejadian.

"Cuman lewat doang. Keadaan saya di sini juga lagi ngelayanin, lagi rame," kata Agus.

Dia mengaku hanya mendengar pengendara tersebut meneriakkan kata 'IPDN' saat melintas.

"Cuman teriak IPDN, IPDN gitu doang," ujarnya.

Agus mengaku tidak melihat langsung para pelajar yang disebut berlarian dalam video. Dia juga tidak mengetahui apakah aksi tersebut berkaitan dengan kelompok atau sekolah tertentu.

Sementara itu, video yang beredar menunjukkan pelaku masih mengenakan pakaian yang menunjukkan dirinya sebagai pelajar saat membawa
celurit di jalanan.

Jurnalis detikJabar telah mencoba menghubungi pihak kepolisian untuk meminta keterangan. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada respons.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads