Priangan Timur Sepekan: Remaja Tewas Buntut Dugaan Bentrok Geng Motor

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 06 Sep 2026 08:30 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian bentrok geng motor di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya (Foto: Istimewa).
Bandung -

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di wilayah Priangan Timur dalam sepekan. Mulai dari remaja 16 tahun yang meninggal dunia di Tasikmalaya buntut dugaan bentrok geng motor, hingga ABG di Pangandaran sempat hilang lalu ditemukan bersama dua pria di penginapan.

Berikut rangkuman berita Priangan Timur dalam sepekan:

Diduga Bentrok Geng Motor, Remaja 16 Tahun Meninggal

Aksi kekerasan jalanan yang diduga melibatkan kelompok geng motor kembali memakan korban jiwa di Kota Tasikmalaya. Seorang remaja berinisial IMM (16), warga Kecamatan Bungursari, mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit usai menderita cedera kepala parah akibat bentrokan di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi.

Insiden berdarah itu berlangsung pada Minggu (30/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Korban saat itu tengah berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda Beat berknalpot brong bersama dua rekannya, ZG (18) dan RA (17).

Ketika melintasi lokasi kejadian, rombongan korban diserang sekelompok orang yang belum teridentifikasi. IMM yang berada di posisi paling depan kendaraan menjadi sasaran pemukulan hingga terkena hantaman benda tumpul di bagian kepala.

Hantaman itu membuat korban seketika hilang kesadaran di tempat. Melihat kondisi IMM yang kritis, ZG dan RA langsung melarikannya ke Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya demi mendapatkan pertolongan medis.

Namun, setelah berjuang selama beberapa hari dalam perawatan intensif, nyawa korban tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026).

Polres Tasikmalaya Kota kemudian mendalami peristiwa ini. Sejumlah tindakan telah dilakukan, mulai dari mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, hingga mengumpulkan keterangan dari para saksi kunci. Terbaru, polisi melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan bentrok antara anggota salah satu geng motor dengan sekelompok orang tidak dikenal. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk dua rekan korban yang berada di lokasi saat kejadian," ujar Januar, Kamis (3/9/2026).

Saat ini tim penyidik masih mengumpulkan deretan barang bukti guna merangkai motif sekaligus mengidentifikasi para pelaku yang terlibat. Pihak kepolisian juga meminta partisipasi aktif dari warga yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait peristiwa tersebut untuk segera melapor.

Hasil pemeriksaan kemudian mengungkap kronologi insiden berdarah itu. Insiden bermula pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, saat korban berkumpul di sekitar Jalan Bantar, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan hasil interogasi polisi, korban dan teman-temannya itu tergabung dalam sebuah geng motor. Pada momen tersebut, mereka diketahui menenggak minuman keras.

"Ada indikasi kuat mereka minum minuman beralkohol. Dari hasil pemeriksaan kedua orang saksi mereka mengakui tergabung dalam salah satu geng motor," kata Januar, Kamis (3/9/2026).

Mereka berkumpul hingga lewat tengah malam atau sudah memasuki Minggu (30/8/2026). Kemudian sekitar pukul 01.00 WIB, korban bersama temannya, ZG (18), pergi ke daerah Lengo untuk menjemput RA (17).

Sepeda motor Honda Beat itu ditumpangi oleh tiga remaja, dengan posisi ZG memegang kemudi, RA dibonceng di jok belakang, sementara korban IMM duduk atau jongkok di antara setang dan jok. Motor yang mereka tumpangi juga berknalpot bising.

"Mereka berkendara ke arah Cilembang menuju Pasar Cikurubuk itu tujuannya hendak membeli lagi miras," kata Januar.

Namun, ketika sampai di lokasi kejadian, saksi ZG melihat dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda Sonic yang melakukan provokasi dengan suara knalpotnya. Aksi pengendara Honda Sonic itu kemudian memancing sekelompok orang melakukan tindakan kekerasan.

"Saksi mengaku melihat seseorang memukulkan benda ke arah sepeda motornya," kata Januar.

Setelah insiden itu berlalu, ZG dan RA baru menyadari bahwa temannya, IMM, sudah tak sadarkan diri dengan kondisi kepala terluka.

"Saksi menepikan sepeda motor yang dikendarainya, dan meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit Hermina," kata Januar.

Saat itu kondisi IMM sudah kritis, namun ia sempat bertahan hingga akhirnya meninggal dunia pada hari Rabu (2/9/2026). Polisi kemudian melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Autopsi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban yang sebelumnya mengalami luka serius di bagian kepala.

"Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, kami telah melakukan autopsi terhadap jenazah di Bandung. Hasilnya masih menunggu dari tim forensik," ujar Januar.

Dia menambahkan, penyidik saat ini masih bekerja mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut. Selain memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), penyidik juga telah meminta keterangan dari dua rekan korban yang berada di lokasi saat kejadian serta saksi-saksi lainnya yang mengetahui peristiwa tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman terkait dugaan bentrok tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Semua keterangan saksi dan hasil pemeriksaan forensik akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan," kata Januar.

Berjalan di Jalur KA, Pria 40 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Garut

Seorang pria paruh baya tewas usai tertabrak kereta api di Kabupaten Garut. Sesaat sebelum kejadian, masinis diketahui sempat memperingatkan lelaki berumur 40 tahun tersebut untuk menghindar.

Kejadian nahas yang menimpa pria bernama Diki Bustaman itu terjadi di kawasan KM 4+0, petak Jalan Cibatu-Pasir Jengkol, Kampung Ciokong Babakan Irta, Desa Sukahaji, Kecamatan Sukawening, Garut, Rabu (2/9/2026) siang tadi.

Menurut Kapolsek Sukawening AKP Budiman, kejadian yang berlangsung sekitar pukul 10.55 WIB bermula saat Diki sedang berjalan kaki di dekat perlintasan kereta api yang ada di TKP.

"Menurut keterangan saksi, saat kejadian, korban sedang berjalan kaki di jalur kereta api, dan berada sangat dekat dengan perlintasan," kata Budiman.

Budiman menuturkan, pada saat yang bersamaan, datang kereta api jurusan Purwakarta-Garut dengan nomor lokomotif CC 2019209 yang melintas menuju arah Kabupaten Garut.

Menurut keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi, kata Budiman, masinis sempat memberikan peringatan berupa klakson kepada korban. Namun, diduga, korban tidak menyadari peringatan tersebut.

"Saat kereta api melintas, korban tertemper bagian lokomotif hingga terpental dan meninggal dunia di tempat," katanya.

Personel Polsek Sukawening yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan olah TKP. Polisi kemudian mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Cibatu untuk dilakukan pemeriksaan.

"Setelah identitasnya diketahui, kami langsung menghubungi pihak keluarga. Jasad korban langsung dibawa oleh keluarga," pungkas Budiman.

Simak Video "Video Menhub Ungkap Kronologi Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo"


(ral/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork