Tanggul Irigasi Sungai Jebol, Longsor Menimpa Rumah Warga Kutawaringin

Tanggul Irigasi Sungai Jebol, Longsor Menimpa Rumah Warga Kutawaringin

Yuga Hasani - detikJabar
Rabu, 09 Sep 2026 14:20 WIB
Kondisi area yang terdampak longsor gegara jebolnya tanggul irigasi Sungai Terusan Leuwi Kuya, di Kampung Bojongloa Pojok, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung,
Kondisi area yang terdampak longsor gegara jebolnya tanggul irigasi Sungai Terusan Leuwi Kuya, di Kampung Bojongloa Pojok, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hasani/detikJabar).
Kabupten Bandung -

Sebuah tanggul irigasi Sungai Terusan Leuwi Kuya mengalami jebol, di Kampung Bojongloa Pojok, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026). Peristiwa itu membuat aliran air dan tanah bergeser (longsor) ke permukiman warga.

Pantauan detikJabar di lokasi, irigasi sungai tersebut berada di permukiman warga di bawah kaki Gunung Pasir Oray. Beberapa warga saat ini nampak tengah membereskan material lumpur.

Nampak beberapa rumah terdampak terkena material tanah longsor. Telihat satu rumah dengan bangunan tembok bergeser beberapa meter hingga kondisinya miring. Pada tembok rumah tersebut juga terdapat beberapa retakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panjang irigasi yang jebol tersebut sekitar 30 meter dan tingginya sekitar 15 meter. Kemudian saat ini beberapa warga bahu membahu gotong-royong menumpuk karung untuk menutup saluran irigasi yang jebol.

ADVERTISEMENT

Camat Kutawaringin, Mamet Slamet mengatakan, peristiwa itu bermula saat adanya hujan deras yang melanda kawasan tersebut pada malam hari. Kemudian peristiwa jebol tersebut terjadi pada pukul 04.00 WIB subuh.

"Ya, awalnya karena hujan deras ya semalam. Ini kan karena kemarau panjang, mungkin ada retakan-retakan, akhirnya jebol irigasi itu. Dan menimpa beberapa rumah warga," ujar Mamet, saat ditemui di lokasi kejadian.

Pihaknya menjelaskan adanya peristiwa tersebut membuat sejumlah rumah mengalami rusak berat, ringan, dan beberapa rumah terancam. Kata dia, saat ini rumah tersebut sementara dikosongkan terlebih dahulu.

"Kalau yang terdampak ada 10 rumah lah. Tapi yang rusak berat itu ada dua. Malah yang satu rumah permanen itu sampai bergeser sekitar 10 meter, yang satu lagi jebol," katanya.

Menurutnya adanya peristiwa itu berdampak pada sekitar 20 jiwa. Kemudian beberapa rumah yang terdampak saat ini memilih menginap di rumah saudara terdekat.

"Korban yang terutama yang rusak berat itu sekarang mengungsi di saudaranya," jelasnya.

Mamet mengaku saat ini tengah berkoordinasi terkait penanganan area sungai tersebut. Pasalnya area sungai tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat.

"Iya tadi sudah datang langsung melakukan asesmen untuk penanganan selanjutnya. Itu rencananya akan dipasang bronjong dulu, nanti akan kemudian menerjunkan alat berat untuk penanganan irigasi itu," bebernya.

Dia mengimbau warga sekitar untuk menjaga keamanan apalagi memasuki musim penghujan setelah musim kemarau. Menurutnya dalam kondisi tersebut kerao terjadi longsor pada area selokan atau sungai.

"Karena awalnya kan kering, nah sekarang airnya besar, akhirnya ada retakan, jebol. Kita begitu juga berkoordinasi dengan BPBD dan Disperkimtan Kabupaten Bandung," kata Mamet.

Sementara itu, Kepala Desa Kutawaringin, Dede Darmawan menyebutkan, saat ini sejumlah warga berupaya melakukan penutupan sementara pada bagian irigasi tersebut. Penutupan dilakukan menggunakan karung yang diisi dengan tanah.

"Iya kami masyarakat RW 17 dan sekitarnya bergotong-royong untuk sementara menutup irigasi yang longsornya gitu, supaya mengantisipasi air datang kembali gitu," kata Dede.

Dia menyeburkan irigasi tersebut menghubungkan dari Kecamatan Soreang, menuju ke Kutawaringin, hingga ke Kabupaten Bandung Barat. Sehingga saat ini aliran air menuju wilayah tersebut ditutup sementara.

"Iya ini irigasi penghubung ke beberapa daerah," bebernya.

Dede menambahkan beberapa warga lainnya pun tengah berupaya membersihkan material lumpur yang ada di depan rumah. Pasalnya saat kejadian air beserta lumpur merendam beberapa halaman rumah warga.

"Ada dua rumah yang rusak berat. Sisanya cuma terdampak masuk air aja gitu. Masuk air dan lumpur gitu," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sempat Bertahan Hidup Sebelum Akhirnya Tewas Tertimbun Longsor di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads