Aparat Polres Tasikmalaya Kota mengungkap kronologi insiden yang menewaskan seorang remaja berinisial IMM (16), warga Kecamatan Bungursari, di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, insiden itu bermula pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, saat korban berkumpul di sekitar Jalan Bantar, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil interogasi polisi, korban dan teman-temannya itu tergabung dalam sebuah geng motor. Pada momen tersebut, mereka diketahui menenggak minuman keras.
"Ada indikasi kuat mereka minum minuman beralkohol. Dari hasil pemeriksaan kedua orang saksi mereka mengakui tergabung dalam salah satu geng motor," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, Kamis (3/9/2026).
Mereka berkumpul hingga lewat tengah malam atau sudah memasuki Minggu (30/8/2026). Kemudian sekitar pukul 01.00 WIB, korban bersama temannya, ZG (18), pergi ke daerah Lengo untuk menjemput RA (17).
Sepeda motor Honda Beat itu ditumpangi oleh tiga remaja, dengan posisi ZG memegang kemudi, RA dibonceng di jok belakang, sementara korban IMM duduk atau jongkok di antara setang dan jok. Motor yang mereka tumpangi juga berknalpot bising.
"Mereka berkendara ke arah Cilembang menuju Pasar Cikurubuk itu tujuannya hendak membeli lagi miras," kata Januar.
Namun, ketika sampai di lokasi kejadian, saksi ZG melihat dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda Sonic yang melakukan provokasi dengan suara knalpotnya. Aksi pengendara Honda Sonic itu kemudian memancing sekelompok orang melakukan tindakan kekerasan.
"Saksi mengaku melihat seseorang memukulkan benda ke arah sepeda motornya," kata Januar.
Setelah insiden itu berlalu, ZG dan RA baru menyadari bahwa temannya, IMM, sudah tak sadarkan diri dengan kondisi kepala terluka.
"Saksi menepikan sepeda motor yang dikendarainya, dan meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit Hermina," kata Januar.
Saat itu kondisi IMM sudah kritis, namun ia sempat bertahan hingga akhirnya meninggal dunia pada hari Rabu (2/9/2026).
Polisi kemudian melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Autopsi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban yang sebelumnya mengalami luka serius di bagian kepala.
"Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, kami telah melakukan autopsi terhadap jenazah di Bandung. Hasilnya masih menunggu dari tim forensik," ujar Januar.
Dia menambahkan, penyidik saat ini masih bekerja mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Selain memeriksa lokasi kejadian perkara (TKP), penyidik juga telah meminta keterangan dari dua rekan korban yang berada di lokasi saat kejadian serta saksi-saksi lainnya yang mengetahui peristiwa tersebut.
"Kami masih melakukan pendalaman terkait dugaan bentrok tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Semua keterangan saksi dan hasil pemeriksaan forensik akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan," kata Januar.
Polisi belum menyimpulkan motif maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang menewaskan remaja asal Kecamatan Bungursari tersebut.
Simak Video "Video: Polisi Selamatkan Gadis yang Disekap Pria di Penginapan Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
