Seorang konten kreator asal Malaysia, Raja Jerome, dikenakan tarif fantastis saat memasuki objek wisata rumah Pengabdi Setan di Perkebunan Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Video peristiwa tersebut viral di media sosial.
Dari video yang diterima detikJabar, terlihat konten kreator tersebut mendatangi objek wisata rumah yang pernah dijadikan latar film Pengabdi Setan. Sejak memasuki area pintu masuk, ia merekam perjalanannya menggunakan kamera.
Tampak konten kreator tersebut berjalan ke arah loket tiket. Ia kemudian diarahkan untuk melakukan pembayaran di area pintu masuk. Namun, konten kreator tersebut terkaget-kaget saat harga tiket masuk untuk dirinya dipatok sangat mahal.
"Halo bang, tiket berapa ? 15 ribu yah?," tanya Jerome kepada petugas tiket.
"Mau ngonten yah? Kalau ngonten beda (harganya). Di lihat dari followers dan subscriber nya," timpal seorang petugas tiket.
Petugas tiket tersebut kemudian mempertanyakan akun yang digunakan oleh konten kreator Malaysia itu. Jerome lantas memperlihatkan akun TikTok miliknya yang memiliki pengikut sebanyak 27 ribu.
"Lihat akun nya dulu. (Follower) 27 ribu di TikTok. Oh di 600 ribu. Dari Malaysia," tanya sang penjaga tiket.
Petugas tersebut langsung menjelaskan harga tiket masuk untuk warga biasa yang tidak membuat konten. Menurutnya, terdapat perbedaan harga berdasarkan kebijakan pengelola objek wisata tersebut.
"Kalau kunjungan biasa, foto-foto, video buat story Instagram aja dengan durasi kurang dari satu menit, boleh itu tiketnya Rp15 ribu, kalau mancanegara Rp25ribu. Kalau buat ngonten, beda (harganya)," ucap penjaga tiket.
"Oh kalau gitu saya masuk biasa aja lah," balas Jerome.
Menanggapi permasalahan tersebut, Camat Pangalengan Vena Andriawan mengatakan saat ini petugas dari kecamatan telah melakukan pengecekan ke lokasi. Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa kebenaran informasi yang beredar.
"Setelah petugas kami ngecek ke sana, didapatkan informasi bahwa memang tarif itu sudah tertera lama dan bahkan ada di akunnya gitu ya. Jadi saya lihat ini benar apa nggak gitu ya. Karena kalau tidak berdasar kan pungli," ujar Vena kepada awak media, Selasa (1/9/2026).
Simak Video "Video Konten Kreator-Aktivis Lapor Polisi, Diteror Usai Kritik soal Sumatera"
(mso/mso)