Perjalanan Panjang yang Bikin Ular Tak Punya Kaki

Perjalanan Panjang yang Bikin Ular Tak Punya Kaki

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 19 Okt 2026 00:05 WIB
Ilustrasi ular kobra
Ilustrasi ular kobra. (Foto: Unsplash/Nivedh P)
Jakarta -

Ular dikenal sebagai hewan melata yang bergerak tanpa kaki dan tangan. Kondisi ini mungkin terlihat sederhana, tetapi ternyata berkaitan erat dengan perjalanan evolusi dan perubahan genetik yang terjadi selama jutaan tahun.

Dikutip dari National Geographic, ada lebih dari 3.000 spesies ular yang hidup di berbagai penjuru dunia, kecuali Antartika, Islandia, Irlandia, Greenland, dan Selandia Baru. Sekitar 600 spesies di antaranya berbisa, dengan 200 jenis yang diketahui mampu membunuh atau melukai manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ular Purba Ternyata Punya Kaki

Ketiadaan kaki bukan berarti semua ular sejak awal memang tidak memilikinya. Sekitar 92 juta tahun lalu, misalnya, hidup Najash Rionegrina, ular darat yang masih mempunyai sepasang tungkai belakang kecil dari pinggul hingga pergelangan kaki.

Selain itu, fosil Pachyrhachis dan Haasiophis menunjukkan keberadaan ular laut purba yang juga memiliki tungkai belakang. Keduanya bahkan mempunyai tulang paha, tulang kering, dan kaki, meski fungsi anggota tubuh tersebut belum diketahui secara pasti.

ADVERTISEMENT

Ular pertama yang diketahui benar-benar tidak memiliki kaki muncul sekitar 85 juta tahun lalu, yakni Dinilysia Patagonica. Dari fosilnya, ilmuwan kemudian menemukan petunjuk mengenai kemungkinan perubahan cara hidup nenek moyang ular.

Diduga Hasil Adaptasi

Para ilmuwan memperkirakan hilangnya kaki pada ular berkaitan dengan evolusi dan perubahan habitat. Salah satu teori menyebutkan nenek moyang ular beradaptasi dengan kehidupan di dalam tanah, sehingga tubuh tanpa kaki justru lebih mendukung aktivitas menggali.

Teori tersebut mendapat dukungan dari penelitian pada 2014 yang menganalisis tengkorak Dinilysia. Spesies ini memiliki ruang depan telinga (vestibule) yang besar, karakteristik yang juga ditemukan pada hewan penggali dan membantu mereka mendengar di lingkungan bawah tanah.

Temuan itu memunculkan dugaan bahwa Dinilysia dahulu berburu di permukaan tanah, lalu menggali tanah untuk berlindung. Seiring evolusi, kemampuan tersebut kemungkinan mendorong tubuh ular menjadi lebih ramping dan akhirnya kehilangan kaki.

Faktor Genetik

Menariknya, anggapan bahwa ular sama sekali tidak memiliki kaki ternyata tidak sepenuhnya benar. Diringkas dari American Museum of Natural History, ular modern seperti piton dan boa masih mempunyai tulang kaki belakang kecil yang tersembunyi di dalam otot di dekat ujung ekor.

Penelitian juga menemukan bahwa perubahan genetik berperan besar dalam proses tersebut. Ular memiliki gen sonic hedgehog yang bertugas mengatur perkembangan anggota tubuh, tetapi perubahan pada DNA yang disebut enhancer membuat gen tersebut tidak bekerja cukup lama untuk membentuk kaki secara sempurna.

Uniknya, ular masih memiliki gen HOXD yang berperan dalam pembentukan jari tangan dan kaki. Pada embrio piton, gen tersebut bahkan mampu membentuk rancangan kaki, tetapi perkembangannya kemudian terhenti akibat perubahan pada enhancer sonic hedgehog.

Jadi, ular tidak kehilangan kaki secara tiba-tiba. Bentuk tubuh tanpa kaki merupakan hasil perjalanan evolusi yang panjang, kemungkinan dipengaruhi perubahan gaya hidup sekaligus perubahan pada sistem genetik yang mengatur perkembangan anggota tubuh.

Artikel ini telah tayang di detikJogja

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads