Penjelasan Pengelola Rumah Pengabdi Setan Soal Tarif Viral

Penjelasan Pengelola Rumah Pengabdi Setan Soal Tarif Viral

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 01 Sep 2026 17:15 WIB
Suasana rumah Pengabdi Setan di Perkebunan Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Suasana rumah Pengabdi Setan di Perkebunan Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Pengelola objek wisata rumah Pengabdi Setan, Pangalengan, Kabupaten Bandung, buka suara terkait viralnya wisatawan asal Malaysia yang ditarif dengan harga fantastis. Adanya ketentuan harga tersebut dinilai telah disepakati bersama sejak tahun 2019 silam.

Objek wisata tersebut berada di Perkebunan Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Rumah tersebut berkembang jadi objek wisata setelah sebelumnya dijadikan lokasi syuting film Pengabdi Setan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tempat tersebut kembali viral di media sosial karena adanya kedatangan wisatawan asal Malaysia, Raja Jerome. Dalam unggahannya di media sosial, harga tiket masuk bagi yang akan melakukan konten dikenakan senilai Rp600 ribu.

Pengelola Rumah Pengabdi Setan, Asep Suparman mengatakan, bahwa peristiwa kedatangan kreator konten asal Malaysia itu pada Kamis (27/8/2026) lalu. Kata dia, kreator konten tersebut datang seorang diri ke objek wisata rumah Pengabdi Setan.

ADVERTISEMENT

"Jadi awalnya datang, beliau ingin masuk, tapi ada beberapa termasuk videonya juga ada gitu, menanyakan dulu untuk tiket masuk pertama itu, Tapi beliau memang sudah sambil ngevlog, sudah memvideo dari dari luar juga gitu," ujar Asep, kepada detikJabar, Selasa (1/9/2026).

Pihaknya mengungkapkan bahwa petugas yang ada di tempat tiket memberikan pelayanan yang terbaik. Menurutnya, petugas mempertanyakan tujuan pengunjung tersebut ke rumah Pengabdi Setan.

"Pada akhirnya beliau itu kan memang bilang mau ngevlog juga gitu, Nah, ditanya dulu oleh orang yang di bagian tiket gitu. Tujuannya mungkin bagaimana, kan gitu. Secara baik-baik," katanya.

Asep menyebutkan setelah itu tidak ada argumentasi yang berlebih dari kedua pihak. Kemudian pengunjung tersebut membayar harga tiket masuk biasa per orang bagi pengunjung mancanegara.

"Kami juga sudah mempersilakan untuk masuk juga karena membayar harga tiket biasa per orang khusus mancanegara senilai Rp 25 ribu. Yang pada akhirnya di luar mungkin, di belakang tempat ini, jadi beliau juga ngevlog juga gitu," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan dan penerapan harga tiket masuk telah dilakukan sejak tahun 2019 silam. Apalagi papan pengumuman harga tiket pun sudah dipasang di depan pintu masuk.

"Memang secara SOP, secara di internal pengelola Rumah Pengabdi Setan itu sendiri kan semenjak 2019 juga sudah berlaku terkait untuk nilai. Sebab itu sifatnya kan masuk konten komersial gitu," ucapnya.

Dari data pengelola, harga tiket masuk bagi wisatawan domestik dikenakan biaya Rp15 ribu untuk trip siang dan Rp25 ribu untuk trip malam. Sementara untuk tiket masuk mancanegara dikenakan Rp25 ribu untuk trip siang dan Rp35 ribu untuk trip malam.

Sementara itu, pengunjung yang akan melakukan konten di media sosial, prewedding, family gathering, dan fun game dikenakan biaya senilai Rp600 ribu sampai dengan Rp10 juta per enam jam.

Kemudian photoshoot produk lokal dikenakan biaya senilai Rp10 juta per enam jam. Sementara syuting film dikenakan biaya senilai Rp12 juta sampai Rp15 juta per 12 jam.

"Harga tiket masuk itu telah diaepakati bersama. Memang sudah ada konten kreator juga yang sudah menyepakati dari tahun 2019 itu, sudah ada yang bikin konten gitu," ungkapnya.

Pasca-viralnya video tersebut, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung telah mendatangi objek wisata tersebut. Kata dia, pihak dinas meminta data dan klarifikasi dari pihak pengelola.

"Iya mereka barusan ke sini, katanya meminta klarifikasi secara tertulis untuk langsung ke dinas. Klarifikasi secara tertulis terkait dengan tarif tersebut," kata Asep.

Asep menyebutkan kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut masih terbilang sepi peminat. Menurutnya, penurunan kunjungan telah terjadi sejak tahun 2024 silam.

"Kalau Sabtu Minggu atau libur hari besar ada sekitar 150 sampai 170 pengunjung per hari. Namun untuk hari-hari biasa mah paling 15 orang," kata Asep.

Dia menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi pihak pengelola. Makanya saat ini pengelola objek wisata terus melakukan sosialisasi terkait tarif harga tiket masuk ke rumah Pengabdi Setan.

"Saya sudah informasikan terkait dengan kebijakan penyesuaian tarif gitu, untuk kegiatan liputan atau konten komersial gitu. Pengunjung diharapkan bisa memahami dengan harga tersebut," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads