Tumpukan celana dalam hingga bra wanita tersangkut di sela-sela batu purba kawasan Gunung Tangkil, Cagar Alam Sukawayana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.
Kawasan hutan lindung yang menyimpan potensi besar peninggalan era megalitikum menyerupai Situs Gunung Padang ini justru tercoreng oleh rupa-rupa barang tak lazim yang diduga kuat menjadi bagian dari praktik ritual menyimpang.
Pemandangan janggal itu tersingkap saat rombongan komunitas pemerhati budaya Sunda bersama Pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar, Firman Hidayat, menembus rimbunnya hutan cagar alam pada pekan lalu. Maksud hati mendata sebaran batu menhir dan struktur undakan kuno warisan leluhur, langkah mereka justru terhenti oleh tumpukan pakaian dalam yang sengaja diselipkan di rongga batuan.
"Waktu penelusuran pekan lalu sampai ke titik batu menhir dan undakan itu, kondisi di sana memang terlihat tidak terawat dan seperti ada pembiaran. Yang sangat kami sayangkan, di bawah susunan batu itu ada lubang kecil, dan di dalamnya banyak ditemukan pakaian dalam wanita, mulai dari celana dalam (cangcut) sampai kutang (bra)," ujar Firman, Senin (24/8/2026).
Rasa prihatin kian membuncah ketika tatapan rombongan mendapati bekas-bekas galian liar yang merusak permukaan tanah di sekitar cagar alam, memperkuat indikasi bahwa situs bersejarah tersebut kerap disusupi aktivitas tanpa izin.
"Kami sangat khawatir lokasi bersejarah ini justru dijadikan tempat ritual yang menyimpang. Selain sampah pakaian dalam di celah batu, kami juga mendapati adanya titik-titik bekas galian liar, mungkin aktivitas tambang," bebernya.
Simak Video "VIdeo: Saling Tuding Soal Pembongkaran Cagar Budaya di Gresik"
(sya/mso)