7 Fakta Situs Megalitik Gunung Tangkil, Digali Liar hingga Ritual Celana Dalam

7 Fakta Situs Megalitik Gunung Tangkil, Digali Liar hingga Ritual Celana Dalam

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 27 Agu 2026 09:45 WIB
Para peneliti BRIN dan Museum Prabu Siliwangi saat melakukan observasi di Gunung Tangkil.
Para peneliti BRIN dan Museum Prabu Siliwangi saat melakukan observasi di Gunung Tangkil. (Foto: Dok. Museum Prabu Siliwangi)
Sukabumi -

Kawasan cagar budaya dan situs megalitikum di Gunung Tangkil serta Perbukitan Batu Ampar, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, tengah menjadi sorotan tajam.

Kawasan bersejarah yang menyimpan batuan purba punden berundak ini disatroni aksi penggalian liar pemburu harta karun hingga dicemari tumpukan pakaian dalam wanita.

Kondisi tersebut memicu keprihatinan mendalam dari para pegiat budaya Sunda yang khawatir situs purbakala bernilai tinggi ini rusak akibat ritual menyimpang dan aktivitas ilegal. Merespons laporan tersebut, Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi berencana turun langsung ke lapangan untuk menyelamatkan kawasan cagar budaya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 7 fakta lengkap terkait temuan galian liar dan pakaian dalam di Gunung Tangkil Sukabumi yang dirangkum detikJabar, Rabu (26/8/2026) :

1. Muncul 5-6 Titik Galian Liar Pemburu Harta Karun

Aksi perburuan misterius terjadi di kawasan Perbukitan Batu Ampar yang berdekatan dengan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gunung Tangkil. Pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar bersama para pegiat tradisi mendapati sedikitnya lima hingga enam lubang bekas galian ilegal yang dilakukan pada malam hari.

ADVERTISEMENT

"Tadi mendadak ya, ada informasi dari warga setempat katanya ada oknum yang menggali katanya harta karun. Gak tahu dari mana orangnya. Ini kan harus diantisipasi sebagai warga Desa Cikakak, lokasinya di sebelah Gunung Tangkil," ujar Pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar, Firman Hidayat, saat ditemui di lokasi, Senin (24/8/2026).

"Kalau dihitung ada sekitar 5 sampai 6 (titik galian) lah. Informasi dari warga memang dilakukan malam hari," ungkapnya.

2. Warga Sebut Penggalian Hanya Semalam

Warga setempat, Abah Enoh (64), menuturkan bahwa para penggali tanah misterius tersebut hanya beraksi singkat tanpa menginap. Lubang sedalam setengah meter itu kini sudah ditimbun kembali oleh para pelaku.

"Iya katanya semalam, penggalian harta karun katanya. Satu hari aja di sini, enggak bermalam, pulang lagi," tutur Abah Enoh.

"Ada setengah meteran mah dalamnya. Sekarang sudah ditutup lagi," katanya.

"Dari dulu belum pernah dengar (ada harta karun), baru sekarang aja. Emang kata orang tempatnya wingit, banyak ziarahan terus gitu katanya," pungkas Abah Enoh.

3. Khawatir Rusak Situs Sejarah Usai Teror 40 Makam Palsu

Firman Hidayat menyayangkan adanya perusakan di kawasan tersebut. Ia mengingatkan bahwa wilayah Cikakak sebelumnya juga sempat digegerkan oleh kemunculan puluhan makam fiktif.

"Ini sudah kedua kalinya ya, dulu pernah terjadi pembuatan makam-makam palsu yang 40 (makam) itu yang sudah ditindak. Sekarang banyak juga pembuatan makam yang di luar jangkauan kita, masih banyak," beber Firman.

4. Celana Dalam dan Bra Ditemukan di Celah Batuan Purba

Selain galian liar, penelusuran komunitas pemerhati budaya di kawasan megalitikum Gunung Tangkil mendapati tumpukan pakaian dalam wanita yang terselip di area batu menhir dan punden berundak. Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan praktik mistis atau ritual menyimpang.

"Waktu penelusuran pekan lalu sampai ke titik batu menhir dan undakan itu, kondisi di sana memang terlihat tidak terawat dan seperti ada pembiaran. Yang sangat kami sayangkan, di bawah susunan batu itu ada lubang kecil, dan di dalamnya banyak ditemukan pakaian dalam wanita, mulai dari celana dalam (cangcut) sampai kutang (bra)," ujar Firman, Senin (24/8/2026).

"Kami sangat khawatir lokasi bersejarah ini justru dijadikan tempat ritual yang menyimpang. Selain sampah pakaian dalam di celah batu, kami juga mendapati adanya titik-titik bekas galian liar, mungkin aktivitas tambang," bebernya.

5. Punya Struktur Punden Berundak dan Arca Kuno

Pamong Budaya Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Gerry Mulyawan Hidayat, menjelaskan bahwa kawasan Gunung Tangkil pernah diteliti oleh tim dari BRIN, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jabar, hingga Yayasan Alfath Sukabumi. Hasil riset mengonfirmasi adanya potensi arkeologi besar di kawasan tersebut.

"Berdasarkan laporan penelitian sebelumnya, di sana terdapat struktur batuan yang menyerupai punden berundak seperti di Situs Pangguyangan, serta temuan beberapa arca. Mengingat cakupan areanya yang sangat luas, tentu butuh pemetaan dan penelitian keilmuan arkeologi lebih lanjut," kata Gerry.

6. Potensi Keterkaitan dengan Peradaban Gunung Padang

Struktur bebatuan di Gunung Tangkil dinilai menyerupai formasi zaman megalitikum seperti Situs Gunung Padang di Cianjur dan Situs Tugu Gede Cengkuk di Cikakak. Temuan ini tengah diusulkan ke tingkat provinsi agar status cagar budayanya segera diresmikan.

"Ini perlu dikaji terus hubungan sejarah dan kecagarbudayaannya. Hasil pertemuan hari ini juga segera dilaporkan pimpinan ke BPK Wilayah Jawa Barat guna mendapat arahan lebih lanjut agar status cagar budayanya bisa segera ditetapkan," ungkap Gerry.

7. Disbudpora Sukabumi Segera Cek Lokasi

Mendapat aduan dari Paguyuban Padjajaran Anyar, Disbudpora Kabupaten Sukabumi memastikan akan segera menerjunkan tim ke lapangan untuk menindaklanjuti dugaan pengrusakan cagar budaya dan membersihkan area situs purba tersebut.

"Terkait masalah Gunung Tangkil, bidang kebudayaan Disbudpora Kabupaten Sukabumi akan menindaklanjuti apa yang sudah dilaporkan dan ditemukan sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Dalam waktu dekat, kami akan turun ke lapangan bersama rekan-rekan dari Paguyuban Padjajaran Anyar," ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Edeng Supiyan, Rabu (25/8/2026).

"Mudah-mudahan kerja sama antara pemerintah, komunitas, serta para penggiat seni, budaya, dan cagar budaya ini bisa berjalan lancar dan sukses," tuturnya.

Halaman 2 dari 2
(sya/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads