Seorang mahasiswa baru ITB asal Madiun belakangan ini memantik perhatian. Selain memiliki mimpi besar untuk membangun daerah asalnya, mahasiswa itu juga punya keunikan karena bernama satu huruf, yakni Q.
Q merupakan pemuda dari Desa Teguhan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dan merupakan alumnus SMAN 2 Kota Madiun. Ia diterima di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan-Infrastruktur Sipil, Lingkungan, dan Kelautan (FTSL-ISLK) ITB melalui jalur SNBT.
Saat ini, Q masih menjalani tahap awal perkuliahan dan belum memasuki program studi. Meski demikian, ia telah menetapkan Teknik Sipil sebagai pilihan yang ingin dikejarnya sesuai dengan minat dan cita-citanya.
"Nama saya memang cuma satu huruf, yaitu Q. Biasanya teman-teman memanggil saya Q, Qi, atau Qiu," katanya dalam keterangan di situs resmi ITB sebagaimana dikutip detikJabar, Selasa (11/8/2026).
Di balik namanya yang hanya satu huruf, ternyata tersimpan cerita dan harapan besar dari kedua orang tuanya. Nama Q terinspirasi dari salah satu karakter dalam rangkaian film James Bond, yaitu Q atau Quartermaster.
Dalam cerita tersebut, Q merupakan sosok yang bekerja di balik layar dengan mengembangkan berbagai peralatan dan teknologi canggih untuk mendukung tugas agen James Bond. Karakter itu menjadi salah satu tokoh yang disukai ayah Q.
"Ayah saya ingin saya bisa sepintar dan secerdik Q dalam film James Bond. Dia adalah kepala di bidang riset dan teknologi yang membuat berbagai teknologi canggih," tutur Q.
Nama tersebut juga memiliki makna lain bagi keluarganya. Huruf Q merupakan huruf ke-17 dalam alfabet. Angka 17 kemudian dimaknai sebagai simbol Hari Kemerdekaan Indonesia sekaligus berkaitan dengan tanggal yang diyakini sebagai momentum turunnya Al-Qur'an.
Melalui nama tersebut, orang tua berharap Q bisa tumbuh menjadi seseorang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memberikan manfaat bagi bangsa, negara, dan agama. Harapan melalui nama-nama singkat ternyata juga diberikan kepada kedua adik perempuannya, yaitu Ayna dan An Nawa.
Q tumbuh dalam keluarga sederhana bersama dua adik perempuannya. Sejak kecil, ia mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan dukungan yang kuat dari orang tua maupun keluarga besarnya.
Pendidikan menjadi salah satu nilai utama yang ditanamkan dalam keluarganya. Ia terus didorong untuk mengejar ilmu, menjadi pribadi yang berbakti, serta kelak memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Saya selalu diingatkan orang tua untuk terus mengejar ilmu dan pendidikan. Dukungan dari orang tua dan keluarga besar menjadi salah satu alasan saya bisa sampai di ITB," katanya.
Selain keluarga, perjalanan akademik Q turut dipengaruhi seorang guru IPA bernama Pak Dian yang ditemuinya ketika menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Cara mengajar Pak Dian menumbuhkan rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahuan, khususnya fisika, serta membuatnya tertarik memahami berbagai peristiwa dan cara dunia bekerja.
"Pak Dian menjadi salah satu guru yang membuat saya tertarik mempelajari bagaimana dunia ini bekerja. Dari beliau, saya mulai menyukai IPA, terutama fisika," ungkapnya.
Simak Video "Video: Peraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan detikSumatera Awards 2026"
(ral/mso)