Mahasiswa FTTM Meninggal Saat Ikuti ITB Ultra Marathon 2026

Mahasiswa FTTM Meninggal Saat Ikuti ITB Ultra Marathon 2026

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 18 Okt 2026 12:38 WIB
Kampus ITB Bandung
Kampus ITB Bandung (Foto: Fauzan Muhammad)
Bandung -

Kabar duka sedang menyelimuti keluarga besar ITB. Seorang mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB bernama Dody Muhammad Pasha, meninggal dunia saat mengikuti ajang ITB Ultra Marathon 2026.

Dalam keterangan yang dikutip detikJabar, mahasiswa itu wafat pada Sabtu (17/10/2026), di wilayah Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di sekitar kawasan Pesantren Al-Ittihad, Jalan Raya Bandung, Karangtengah. Saat kejadian, tim medis yang bertugas di lapangan, termasuk dokter, telah memberikan tindakan pertolongan pertama kepada peserta tersebut.

Selanjutnya, peserta dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Hafiz Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Berbagai tindakan medis telah dilakukan oleh tim rumah sakit, namun nyawa mahasiswa tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atas nama seluruh panitia ITB Ultra Marathon 2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Dody Muhammad Pasha," ujar Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, Minggu (18/10/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah menerima kabar tersebut, jajaran pimpinan ITB bersama perwakilan panitia dan alumni turut hadir untuk memberikan dukungan serta mendampingi keluarga almarhum. Pada Minggu (18/10/2026), jenazah almarhum dalam perjalanan menuju rumah duka di Jambi dan diperkirakan tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Pemakaman direncanakan berlangsung pada Senin (19/10/2026).

Sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan, ITB turut memberikan pendampingan kepada keluarga hingga proses pemakaman melalui Imam Santoso, Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat ITB, bersama perwakilan dari FTTM ITB.

Pada saat finis ITB Ultra Marathon 2026 di ITB Kampus Ganesha, Minggu (18/10/2026), Rektor ITB, Prof Tatacipta Dirgantara, juga telah menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Rektor memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta yang hadir untuk mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

"Kami memohon doa dari seluruh keluarga besar ITB, alumni, peserta, dan masyarakat agar almarhum diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala kekhilafannya, serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi masa yang berat ini," tutur Aleks.

Panitia ITB Ultra Marathon 2026 menyampaikan terima kasih atas perhatian, doa, dan dukungan berbagai pihak. Panitia juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati privasi keluarga almarhum dalam suasana berduka ini.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads