Jawa Barat menghadapi persoalan serius dalam pemenuhan tenaga pendidik jenjang SMA dan SMK. Berdasarkan data, kebutuhan guru saat ini masih kurang sekitar 4.600 orang dan jumlah tersebut dipastikan terus bertambah seiring banyaknya guru yang memasuki masa pensiun.
Kondisi ini membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus mencari cara agar kekurangan tenaga pendidik tidak sampai mengganggu layanan pembelajaran di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan persoalan kekurangan guru tidak bisa diselesaikan sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Sebab, kebijakan rekrutmen aparatur sipil negara untuk tenaga pendidik berada di tangan pemerintah pusat.
"Kalau kekurangan guru kita itu kan nggak bisa, kebijakannya nggak bisa dari kita gitu ya. Kita setiap berkenaan dengan kepegawaian kan berkenaan dengan kebijakan dari pemerintah pusat," kata Purwanto saat diwawancarai, Senin (10/8/2026).
"Jadi ya kita memang guru kurang. Itu mencapai 4.600-an kan kurangnya ini," sambungnya.
Menurut Purwanto, Pemprov Jabar juga tidak memiliki keleluasaan untuk membuka rekrutmen guru baru secara mandiri seperti mekanisme yang pernah berlaku sebelumnya. Karena itu, penambahan guru harus menunggu kebijakan dan formasi yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Ya rekrutmen kan dari pusat. Kita nggak rekrut, rekrutmennya kan nggak kayak dulu lagi. Jadi kita kalau misalnya sekarang merekrut ya nunggu bagaimana pemerintah pusat," ujarnya.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
(bba/mso)