Kasepuhan Ciptamulya Terbakar, Bupati Minta Penanganan Cepat

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Minggu, 26 Jul 2026 09:30 WIB
Bupati Sukabumi Asep Japar (jaket merah) saat meninjau lokasi kebakaran. (Foto: dok. Pemkab Sukabumi)
Sukabumi -

Kebakaran hebat yang melanda Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau langsung lokasi bencana yang menghanguskan puluhan rumah warga adat tersebut, Sabtu (25/7/2026) malam.

Di lokasi kejadian, pria yang akrab disapa Asjap ini menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menggelar rapat koordinasi lintas instansi guna menetapkan langkah tanggap darurat bagi ratusan warga yang terdampak.

"Kami akan menggelar rapat bersama seluruh instansi terkait (hari ini). Insya Allah akan dilakukan penanganan tanggap darurat," ujar Asjap.

Berdasarkan data sementara, amukan si jago merah berdampak pada sedikitnya 70 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 420 jiwa. Api dengan cepat meratakan permukiman karena mayoritas bangunan merupakan rumah tradisional berbahan bambu dan kayu dengan atap ijuk yang sangat mudah terbakar.

Untuk merespons kebutuhan mendesak para penyintas yang kini mengungsi di rumah kerabat dan tetangga, Pemkab Sukabumi mulai menyalurkan bantuan logistik dasar dan menyiapkan dapur umum.

"Untuk malam ini makanan sudah dipersiapkan. Besok dapur umum akan segera dioperasikan," kata Asjap.

Selain menginstruksikan percepatan penanganan, Bupati Sukabumi juga menyerahkan bantuan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para korban musibah kebakaran.

Api Diduga dari Korsleting Listrik MCK

Sementara itu, Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, mengungkapkan bahwa peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Titik api pertama kali terdeteksi oleh anak-anak dari bangunan MCK umum yang berada di pinggir permukiman.

Kuatnya embusan angin serta posisi bangunan rumah adat yang rapat dan berbahan ijuk membuat api menjalar tanpa kendali hingga melalap deretan leuit (lumbung padi) milik warga.

"Diduga kuat sumber api berasal dari korsleting listrik di area MCK. Karena mayoritas rumah beratap ijuk dan berdempetan, api dengan cepat merambat ke bangunan lain," jelas Kuswan.

Kuswan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut. Saat ini, BPBD bersama Dinas Sosial tengah mendirikan tenda pengungsian, sementara proses pendataan mendalam terkait total bangunan dan cadangan padi yang terbakar masih terus berjalan di lapangan.




(sya/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB