Kebakaran melanda kawasan Gunung Margatapa di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Api telah menyala selama tiga hari berturut-turut tepatnya sejak Rabu (9/9).
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Majalengka Rezza Permana mengatakan, kebakaran tidak berlangsung secara terus-menerus. Api sempat padam, kemudian kembali muncul di sejumlah titik.
"Untuk kebakaran di Margatapa ini memang sudah terjadi 3 hari belakangan ini, terjadi sejak hari Rabu. Margatapa mulai terbakar," kata Rezza kepada detikJabar, Jumat (11/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hingga hari ketiga, tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman. Namun, proses pemadaman terkendala kondisi medan yang terjal serta angin yang cukup kencang.
"Tapi perlu dijelaskan ini api tidak berlangsung 3 hari terus-menerus ya, tapi mati hidup mati hidup begitu," ujarnya.
"Medan yang terjal dan angin yang kencang yang menjadi kendala saat pemadaman. Tapi kami terus melakukan berbagai cara agar api bisa padam," sambungnya.
Rezza mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak terkait nantinya akan melakukan penyelidikan mengenai pemicu munculnya api.
Saat ini, tim gabungan masih memprioritaskan penanganan kebakaran agar api tidak meluas. Asap yang ditimbulkan juga cukup mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
"Untuk pemicunya sendiri mungkin nanti akan diselidiki oleh pihak terkait. Kami tim gabungan sekarang hanya fokus terlebih dahulu untuk melaksanakan pemadaman," katanya.
Berdasarkan perhitungan sementara, sekitar 4 hektare lahan terbakar dalam dua hari pertama. Sementara luas lahan yang terbakar pada hari ketiga belum dapat dihitung karena api masih berkobar.
Rezza menyebut titik api terlihat di sejumlah lokasi. Beberapa titik membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan karena terdapat kumpulan bambu yang mudah terbakar dan relatif sulit dipadamkan.
"Untuk perhitungan sementara, lahan yang terbakar 2 hari kemarin itu sekitar 4 hektare. Untuk yang hari ketiga ini, kami belum bisa melaksanakan perhitungan karena memang api masih terus berkobar," jelasnya.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polri terus melakukan pemadaman. Sejumlah metode diterapkan karena kondisi medan tidak memungkinkan seluruh titik dijangkau kendaraan pemadam.
Baca juga: Kebakaran di Gunung Ciremai Padam! |
Damkar telah menyiapkan dua unit kendaraan di lokasi. Namun, kendaraan tersebut tidak dapat menjangkau titik api di bagian atas karena medan yang cukup terjal.
"Untuk penggunaan pemadaman dengan menggunakan air, Damkar sudah menyiapkan dua unit di lokasi, tetapi karena medannya cukup terjal, tidak memungkinkan dilaksanakan pemadaman dengan unit Damkar," ungkap Rezza.
Pemadaman akhirnya dilakukan secara manual dengan membuat sekat bakar dan metode bakar balik untuk menghambat pergerakan api.
Api Sempat Dekati Permukiman
Kebakaran Gunung Margatapa juga sempat mengarah ke kawasan permukiman. Rezza menyebut, api sempat bersinggungan langsung dengan permukiman pada sore hari.
Tim gabungan bersama masyarakat kemudian berupaya menghambat pergerakan api agar tidak semakin mendekati rumah warga.
"Ya, api memang dari sejak sore sempat bersinggungan langsung dengan pemukiman. Alhamdulillah masyarakat, seluruh tim juga berjibaku untuk meminimalisir pergerakan api supaya tidak bergerak ke arah pemukiman," katanya.
Pada hari ketiga, api kembali muncul setelah sempat padam. Rezza mengatakan api terlihat menyala sekitar pukul 10.30 WIB dan bertahan hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, api kembali terlihat menyala. Tim masih memastikan apakah api tersebut berasal dari bara yang belum sepenuhnya padam atau faktor lainnya.
"Memang untuk penyebabnya juga apakah api siang belum padam sepenuhnya atau gimana, kita masih fokus kepada penanganan saja," ucapnya.
BPBD Majalengka memperkirakan proses pemadaman masih membutuhkan waktu. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran dan berdampak terhadap kesehatan warga di sekitar lokasi.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar karena memang ancaman pidananya sudah jelas sesuai dengan arahan Pak Kapolres, Pak Kapolri, dan juga pihak-pihak lain," pungkasnya.
(yum/yum)
