Kebakaran hebat yang meratakan area seluas 3 hektare di Kasepuhan Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang, tak hanya menghanguskan puluhan bangunan. Musibah ini juga berdampak serius pada kesehatan warga setempat.
Hingga Sabtu malam, belasan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sesak napas, hingga lemas akibat menghirup asap pekat dan syok.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengungkapkan bahwa petugas medis dari Puskesmas Cisolok terus memberikan penanganan maraton kepada para korban terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga pukul 19.10 WIB, sebanyak 17 warga yang terdiri dari 1 lansia, 14 orang dewasa, dan 1 anak berada di bawah pelayanan kesehatan Puskesmas Cisolok. Dengan keluhan 1 orang luka bakar, 1 orang luka lecet, 1 orang ISPA, 2 sesak napas, 3 hipertensi, dan 9 orang lemas," kata Okih saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026) malam.
80 Bangunan dan Lumbung Padi Ludes Terbakar
Amuk si jago merah membakar permukiman tradisional tersebut dengan sangat cepat. Mayoritas bangunan yang terbuat dari bahan kayu serta beratap ijuk membuat api tanpa ampun melalap deretan rumah warga hingga lumbung padi (leuit).
Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Hendra Setiawan, menyebutkan bahwa diperkirakan ada sekitar 80 unit bangunan yang terdampak dalam area kebakaran seluas 3 hektare tersebut.
"Luas area kampung adat yang terbakar kurang lebih ada 3 hektare. Rumahnya kurang lebih 80 unit, semuanya terbuat dari kayu dan atapnya dari ijuk," terang Hendra.
Tak hanya rumah tinggal, lumbung padi yang menjadi cadangan pangan warga adat juga tak luput dari jilatan api. "Lumbung padi juga terbakar, tapi ada sebagian masyarakat yang sempat menyelamatkan padi di lumbung itu. Sebagian lagi ikut terbakar," tambahnya.
Bantuan Tanggap Darurat Disiapkan
Pemerintah Kabupaten Sukabumi kini tengah merapat ke lokasi untuk mendistribusikan bantuan tanggap darurat bagi para korban. Untuk sementara waktu, warga yang kehilangan tempat tinggal dievakuasi ke kediaman kerabat dekat.
"Saat ini Pak Bupati bersama tim BPBD dan Dinas Sosial sedang mempersiapkan pengondisian bantuan tanggap darurat. Sementara warga masyarakat terdampak dievakuasi ke rumah tetangga atau rumah saudara di sekitaran Kasepuhan Ciptamulya," tutur Okih.
Hingga Sabtu malam, petugas gabungan dari Damkar dan unsur terkait masih terus berjuang menyisir lokasi untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan pada titik-titik api yang tersisa.
Simak Video "CTARSA Gebrag Korban Kebakaran Kemayoran"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
