Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini, Rabu (15/7/2026), beberapa di antaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Arkana yang kini resmi jadi anak Ridwan Kamil, begal modus debt collector yang bikin riuh di Bandung, hingga SDN di Ciamis hanya dapat satu murid baru.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini:
Sah, Arkana Jadi Anak Ridwan Kamil
Perjuangan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akhirnya tidak sia-sia. Setelah mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama (PA) Bandung untuk pengangkatan anak Arkana Aidan Misbach, perkara itu pun akhirnya dikabulkan majelis hakim.
Sekadar diketahui, perkara ini sudah didaftarkan di PA Bandung dengan nomor register 729/Pdt.P/2026/PA.Bdg. Pekan lalu, RK bahkan hadir langsung ke pengadilan agama untuk mengurus permohonannya tersebut.
Setelah sepekan berjalan, Majelis Hakim PA Bandung akhirnya menjatuhkan penetapannya. Ridwan Kamil kini sah ditetapkan menjadi orang tua Arkana Aidan Misbach.
"Menetapkan. Mengabulkan permohonan pemohon (Ridwan Kamil)," demikian bunyi penetapan itu sebagaimana dilihat detikJabar di laman SIPP PA Bandung, Rabu (15/7/2026).
"Menyatakan sah pengangkatan anak yang dilakukan oleh pemohon bernama : Mochamad Ridwan Kamil terhadap anak laki-laki bernama: Arkana Aidan Misbach lahir di Bandung tanggal 28 Februari 2020," tambah bunyi salinan penetapan itu.
Dalam putusannya, Hakim PA Bandung juga menyatakan bahwa penetapan ini bisa diurus langsung di kantor Catatan Sipil Kota Bandung.
"Memerintahkan kepada Pemohon untuk menyampaikan salinan Penetapan ini kepada Kantor Catatan Sipil Kota Bandung agar pengangkatan anak tersebut dicatat dalam buku register yang disediakan untuk itu dan dicatatnya pula dalam akta kelahiran bersangkutan," pungkas penetapan tersebut.
Begal Modus Debt Collector
Seorang warga menjadi korban pembegalan di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Selasa (15/7/2026) malam. Dalam kejadian ini, sepeda motor dan telepon genggam milik korban raib digondol pelaku.
Kisah pilu ini dibagikan oleh pemilik akun Instagram @kg.azmy melalui unggahan di media sosialnya.
"Qadarullah saya dibegal disertai kekerasan, Selasa, 14 Juli 2026 di daerah BKR - Bandung. Mohon doanya teman-teman, kehilangan 1 Unit Motor dan HP Android. Sampai nulis ini, masih bergetar rasanya untuk share. Kondisi terkini sedang di Polsek Regol," kata @kg.azmy dalam caption postingannya.
Kasus ini telah ditangani jajaran Polsek Regol. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani.
Mega, sapaan akrab Megawati, membenarkan adanya aksi pembegalan tersebut. Usai menerima laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Regol langsung bergerak melakukan penyelidikan di lapangan.
"Terhadap kejadian tersebut, memang benar, korban sudah membuat laporan di Polsek Regol," kata Mega saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Mega mengungkapkan, kurang dari dua jam setelah kejadian, pihaknya berhasil meringkus tiga orang yang diduga kuat sebagai pelaku aksi kejahatan tersebut.
Para terduga pelaku masing-masing berinisial KM (36), VMR (23), dan FM (34). Selain menangkap para pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti dari tangan mereka.
"Terduga pelaku dan barang bukti sudah diamankan," ujarnya.
Saat disinggung mengenai modus operandi, Mega menyebut para pelaku berpura-pura menjadi penagih utang atau debt collector (DC).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban sempat diperdaya dan diminta untuk membeli meterai sebelum motornya dibawa kabur.
"Modus DC suruh beli materai," kata dia.
Kini, KM, VMR, dan FM telah mendekam di Mapolsek Regol guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Pelaku dan barang bukti telah kami amankan, utk proses penyidikan lebih lanjut," pungkasnya.
Menyikapi maraknya aksi kejahatan terutama kejahatan di malam hari, Polrestabes Bandung sudah menyiapkan beberapa langkah demi menjaga keamanan dan ketertiban Kota Bandung.
"Ya, terkait kejadian kriminalitas, kami dari kepolisian, khususnya Polrestabes Bandung, sudah melakukan langkah-langkah tindakan kepolisian, baik preemtif maupun preventif," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton di Mapolrestabes Bandung, Rabu (15/7/2026).
Anton juga menyebutkan, pihaknya dan Polsek jajaran juga melakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Hal tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada warga Kota Bandung.
"Setiap malam anggota melaksanakan patroli dan KRYD secara menyeluruh, baik oleh polsek sesuai wilayah hukumnya maupun oleh Polrestabes dengan melibatkan seluruh fungsi," ujarnya.
"Tim Prabu dari Polrestabes Bandung juga setiap malam melaksanakan patroli untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, C3, premanisme, maupun geng motor," tambahnya.
Sementara itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta jajaran di wilayahnya tidak bersikap seolah-olah aman di tengah maraknya aksi kriminal jalanan, terutama begal. Farhan meminta kewaspadaan ditingkatkan, sekaligus memasifkan penindakan di lapangan.
"Saya bersama Pak Kapolres sudah berkesepakatan bahwa setiap kejadian begal itu memang kita ekspos. Tujuannya kita waspada dan para aparat juga sudah melakukan penindakan," kata Farhan saat ditanya awak media soal Bandung rawan begal, Rabu (15/7/2026).
Farhan menduga ada dua hal yang membuat Bandung kini rawan begal, mulai dari faktor ekonomi dan dugaan siklus tahunan saat anak sekolah sedang memasuki waktu libur.
Hal yang dikhawatirkan Farhan adalah siklus tahunan masa libur sekolah. Pasalnya, data yang ia kumpulkan menunjukkan tren kejadian yang cukup tinggi.
"Nanti begitu sekolah mulai akan turun lagi. Nah, mudah-mudahan ini kita bisa tekan terus ya. Karena bagaimanapun juga kita dalam penanganan masalah ini nggak mau pura-pura aman. Kita mah apa adanya aja," ujarnya.
Simak Video "Video: Ridwan Kamil-Atalia Absen, Sidang Mediasi Gugatan Cerai Batal"
(sya/mso)