Drama Sampah Ciganitri: Dibakar Misterius hingga Pungutan Liar RW

Yuga Hasani - detikJabar
Selasa, 14 Jul 2026 14:44 WIB
Penutupan permanen area sampah yang menggunung di pinggir Jalan Raya Ciganitri (Foto: Istimewa).
Kabupten Bandung -

Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah tegas untuk menyudahi persoalan sampah yang menggunung di pinggir Jalan Raya Ciganitri, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang. Area pembuangan sampah liar tersebut akan ditutup secara permanen karena aromanya yang kian meresahkan warga.

Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, menegaskan bahwa penutupan ini merupakan solusi akhir setelah pihaknya menerima gelombang keluhan dari masyarakat setempat.

"Iya (penutupan permanen), rencana mulai Jumat besok. Terus nanti akan dijadwalkan untuk pembersihan," ujar Kankan kepada detikJabar, Selasa (14/7/2026).

Keputusan besar ini diambil setelah jajaran kecamatan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pengurus RW pada Senin (13/7/2026). Hasilnya, semua pihak sepakat bahwa aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut harus dihentikan total.

"Iya kita siangnya kemarin sudah dibahas mau penutupan permanen. Intinya pengurus RW dan para tokoh mah sudah setuju untuk di tutup," katanya.

Selain penutupan lahan, Kankan mendorong warga untuk mulai mengubah pola pikir dengan memilah sampah dari rumah. Hal ini dilakukan agar volume sampah residu yang dibuang ke tempat pembuangan akhir bisa ditekan.

"Warga sudah mau memilah sampah. Tinggal butuh dorongan warga memohon ada kerjasama secara resmi dengan dinas LH terkait sampah residu nya," jelasnya.

Drama sampah di Ciganitri sempat memanas ketika api tiba-tiba berkobar di tumpukan sampah tersebut pada malam hari setelah rapat koordinasi. Tim Kecamatan dan Disdamkar Kabupaten Bandung pun harus berjibaku menjinakkan si jago merah.

"Tiba tiba tadi malam ada yang ngebakar, engga tau ini teh siapa yang ngebakarnya. Tiba tiba api udah besar dan viral tadi malem teh," ucapnya.

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas di lapangan harus bekerja ekstra keras karena material sampah yang kering dan padat membuat api sulit dipadamkan sepenuhnya dalam waktu singkat.

"Tadi malam teh sekitar jam 12an lah api bisa padamnya," ungkapnya.

Simak Video "Dukung Aksi Iklim, Gerakan Indonesia ASRI Ajak Warga Kelola Sampah"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork