Round-Up

Buntut Viral Getok Harga di Sukabumi, Operator SPBU Kena Sanksi

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 30 Mei 2026 08:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Gemini AI).
Sukabumi -

Curhatan seorang netizen yang mengaku menjadi korban dugaan "getok" harga saat mengisi BBM di SPBU Cimaja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi viral di media sosial. Kasus ini langsung mendapat respons dari pihak SPBU hingga PT Pertamina.

Dalam unggahan yang ramai beredar di media sosial, seorang konsumen mengaku mengalami kejanggalan saat mengisi BBM secara penuh di SPBU tersebut.

Awalnya, ia berniat membayar menggunakan QRIS. Namun operator SPBU disebut menolak dengan alasan sistem pembayaran digital tidak bisa digunakan sehingga pembayaran dilakukan secara tunai.

"Singkat cerita aku isi full yah nggak bilang nominal, aku bilang aja (Pak mau isi full). Udah diisi full aku nanya, pak berapa semuanya. Si bapak jawab Rp 357 ribu yah, oke aku tidak banyak nanya lagi langsung dibayar," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Korban baru menyadari ada kejanggalan setelah mengecek riwayat transaksi pada aplikasi MyPertamina. Nominal pengisian BBM yang tercatat ternyata jauh lebih rendah dibanding uang yang dibayarkan kepada operator.

Merasa dirugikan, konsumen langsung kembali ke SPBU untuk meminta penjelasan. Belakangan unggahan tersebut dihapus pemilik akun. Namun polemik terlanjur ramai dan memicu sorotan publik terkait pelayanan SPBU.

Pihak SPBU Cimaja akhirnya buka suara. Staf Pengawas SPBU Cimaja Surade, Erlan Alamsyah menegaskan kejadian itu bukan unsur kesengajaan ataupun penipuan, melainkan murni kesalahan operator saat menyebut nominal pembayaran.

Menurut Erlan, insiden itu terjadi pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, operator melayani mobil Mitsubishi Pajero yang mengisi Solar subsidi secara penuh.

"Nanya dulu dianya bisa QRIS nggak, maaf nggak bisa, bisanya cash (tunai). Udah gitu ngisi full," kata Erlan, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, operator salah membaca angka pada layar dispenser BBM yang dinilai kurang terlihat jelas. Akibatnya, nominal yang disebut kepada konsumen berbeda Rp100 ribu dari transaksi sebenarnya.

"Operator nyebutin nominal Rp 352.300 terus ngasih lah dia (konsumen) Rp 400 ribu, dikembaliin lah Rp 48.000," ujarnya.

Simak Video "Video SPBU Swasta Soroti Etanol di BBM Pertamina, Bahlil Bilang Begini"


(bba/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork