Sebuah curhatan netizen yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan atau 'getok' harga saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sebuah SPBU di wilayah Cimaja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Pihak SPBU pun angkat bicara meluruskan kejadian tersebut.
Berdasarkan unggahan yang beredar luas dengan tagar #jampang dan #sukabumi, korban menceritakan kronologinya.
Awalnya, ia berniat mengisi bensin secara penuh dan bermaksud membayar menggunakan metode digital (QRIS). Namun, oknum petugas SPBU menolak dengan alasan sistem tidak bisa, sehingga korban terpaksa membayar tunai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Singkat cerita aku isi full yah nggak bilang nominal, aku bilang aja (Pak mau isi full). Udah diisi full aku nanya, pak berapa semuanya. Si bapak jawab Rp 357 ribu yah, oke aku tidak banyak nanya lagi langsung dibayar," tulis akun tersebut dalam curhatannya seperti dilihat, Jumat (29/5/2026).
Alangkah kagetnya korban saat mengecek riwayat transaksi digital di aplikasinya. Ternyata, nominal pengisian BBM yang masuk jauh di bawah angka yang disebutkan oleh petugas.
Merasa ditipu, korban yang belum melaju jauh langsung putar balik dan melabrak oknum petugas tersebut.
Unggahan tersebut belakangan sudah dihapus oleh pemilik akun. Terkait viralnya cerita tersebut, Staf Pengawas SPBU Cimaja Surade, Erlan Alamsyah, memberikan klarifikasi.
Menurut Erlan, insiden tersebut murni karena ketidaktelitian operator alias human error, bukan kesengajaan untuk menipu.
Erlan membeberkan kronologi kejadian yang sebenarnya berlangsung pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, bukan pada saat curhatan itu diunggah di tanggal 28 Mei.
Saat itu, operator sedang melayani pengisian BBM, lalu datanglah mobil Mitsubishi Pajero milik konsumen tersebut yang hendak mengisi Solar subsidi.
"Nanya dulu dianya bisa QRIS nggak, maaf nggak bisa, bisanya cash (tunai). Udah gitu ngisi full," kata Erlan menjelaskan urutan kejadian.
Erlan menuturkan, ketidaktelitian terjadi karena angka pada layar mesin pompa BBM kurang terlihat jelas oleh operator. Terdapat perbedaan nominal antara klaim netizen dan catatan pihak SPBU.
"Operator nyebutin nominal Rp 352.300 terus ngasih lah dia (konsumen) Rp 400 ribu, dikembaliin lah Rp 48.000," terangnya.
Tak lama setelah mobil itu beranjak, konsumen wanita tersebut kembali lagi ke SPBU.
Ia menunjukkan riwayat transaksi di aplikasi MyPertamina miliknya yang mencatat bahwa nominal pengisian sebenarnya hanya Rp 252.300. Ada selisih kelebihan tagihan sebesar Rp 100.000 akibat salah sebut angka.
"Jadi intinya salah di operator nyebutin nominal, karena dari mesin kurang jelas angkanya. Operator minta maaf terus uangnya dikembaliin," tegas Erlan.
Erlan memastikan sisa uang sudah dikembalikan seutuhnya dan operator telah memohon maaf berulang kali sebelum mobil Pajero tersebut meninggalkan area SPBU.
"Insya Allah hari ini kami mau ke (kota) Sukabumi, mau silaturahmi ke rumahnya," pungkas Erlan.
Simak Video "Video: 31 Pesawat Pengisian Bahan Bakar AS Bergerak ke Timur Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(sya/mso)
