Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Jumat (29/5/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Aksi bidab petugas keamanan hotel cabuli bocah 5 tahun di Karawang, unggahan viral getok BBM di Sukabumi hingga ayah tiri cabuli hingga cekik mati anak tiri di Cianjur.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini:
Sekuriti Karawang Cabuli Bocah Modus Antar Jemput Ngaji
Seorang sekuriti hotel berinisial S alias M (40) tak berkutik saat diringkus polisi di tempat kerjanya. Pria paruh baya ini diduga tega melancarkan aksi bejat terhadap tetangganya sendiri yang baru berusia 5 tahun.
Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menuturkan, Unit PPA Satreskrim Polres Karawang berhasil membongkar kasus memilukan itu setelah menerima laporan dari keluarga korban.
"Peristiwa kelam ini terjadi sekitar Februari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian bermula saat korban yang masih balita sedang berjalan kaki pulang dari sekolah madrasah atau mengaji," kata Wildan dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
"Saat itu pelaku berpura-pura mengantar korban ke rumahnya menggunakan sepeda motor pelaku," lanjutnya.
Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai sekuriti hotel di Kecamatan Karawang Barat melihat korban dan berpura-pura menawarkan tumpangan motor.
Dalihnya, pelaku ingin mengantar pulang karena searah dengan rumah korban.
Namun, bukannya diantar ke rumah, korban justru dibawa ke kediaman pelaku yang tak jauh dari rumah korban. Di sanalah aksi kekerasan seksual itu terjadi.
"Pelaku melancarkan aksi kekerasan seksual terhadap korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku melakukan pencabulan dan melakukan tindakan tidak senonoh di dekat rumah korban," ungkap Wildan.
Kasus ini akhirnya terungkap setelah korban yang mengalami trauma mendalam memberanikan diri menceritakan kejadian pahit tersebut kepada kakak kandungnya.
Mendengar pengakuan bocah malang tersebut, pihak keluarga langsung syok. Mereka pun langsung bergegas membuat laporan resmi ke kepolisian.
"Pihak keluarga yang syok mendengar pengakuan korban langsung membuat laporan resmi ke Polres Karawang, dan kami memulai penyelidikan atas laporan itu," terangnya.
Penyelidikan kepolisian akhirnya membuahkan hasil. S alias M ditetapkan sebagai tersangka, hingga pada Minggu (24/5/2026), petugas berhasil mengamankan pelaku yang saat itu sedang bekerja di sebuah hotel.
Selain menangkap pelaku, polisi juga telah memeriksa korban serta empat orang saksi kunci di lokasi kejadian.
"Kami telah memeriksa 4 orang saksi, dan mengungkap perkara dalam penyelidikan, hingga akhirnya kami menangkap pelaku hari Minggu kemarin, serta menyita sejumlah barang bukti," ucap Wildan.
Riuh Pemobil Diduga Kena Getok Harga BBM
Sebuah curhatan netizen yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan atau 'getok' harga saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sebuah SPBU di wilayah Cimaja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Pihak SPBU pun angkat bicara meluruskan kejadian tersebut.
Berdasarkan unggahan yang beredar luas dengan tagar #jampang dan #sukabumi, korban menceritakan kronologinya.
Awalnya, ia berniat mengisi bensin secara penuh dan bermaksud membayar menggunakan metode digital (QRIS). Namun, oknum petugas SPBU menolak dengan alasan sistem tidak bisa, sehingga korban terpaksa membayar tunai.
"Singkat cerita aku isi full yah nggak bilang nominal, aku bilang aja (Pak mau isi full). Udah diisi full aku nanya, pak berapa semuanya. Si bapak jawab Rp 357 ribu yah, oke aku tidak banyak nanya lagi langsung dibayar," tulis akun tersebut dalam curhatannya seperti dilihat, Jumat (29/5/2026).
Alangkah kagetnya korban saat mengecek riwayat transaksi digital di aplikasinya. Ternyata, nominal pengisian BBM yang masuk jauh di bawah angka yang disebutkan oleh petugas.
Merasa ditipu, korban yang belum melaju jauh langsung putar balik dan melabrak oknum petugas tersebut.
Unggahan tersebut belakangan sudah dihapus oleh pemilik akun. Terkait viralnya cerita tersebut, Staf Pengawas SPBU Cimaja Surade, Erlan Alamsyah, memberikan klarifikasi.
Menurut Erlan, insiden tersebut murni karena ketidaktelitian operator alias human error, bukan kesengajaan untuk menipu.
Erlan membeberkan kronologi kejadian yang sebenarnya berlangsung pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, bukan pada saat curhatan itu diunggah di tanggal 28 Mei.
Saat itu, operator sedang melayani pengisian BBM, lalu datanglah mobil Mitsubishi Pajero milik konsumen tersebut yang hendak mengisi Solar subsidi.
"Nanya dulu dianya bisa QRIS nggak, maaf nggak bisa, bisanya cash (tunai). Udah gitu ngisi full," kata Erlan menjelaskan urutan kejadian.
Erlan menuturkan, ketidaktelitian terjadi karena angka pada layar mesin pompa BBM kurang terlihat jelas oleh operator. Terdapat perbedaan nominal antara klaim netizen dan catatan pihak SPBU.
"Operator nyebutin nominal Rp 352.300 terus ngasih lah dia (konsumen) Rp 400 ribu, dikembaliin lah Rp 48.000," terangnya.
Tak lama setelah mobil itu beranjak, konsumen wanita tersebut kembali lagi ke SPBU.
Ia menunjukkan riwayat transaksi di aplikasi MyPertamina miliknya yang mencatat bahwa nominal pengisian sebenarnya hanya Rp 252.300. Ada selisih kelebihan tagihan sebesar Rp 100.000 akibat salah sebut angka.
"Jadi intinya salah di operator nyebutin nominal, karena dari mesin kurang jelas angkanya. Operator minta maaf terus uangnya dikembaliin," tegas Erlan.
Ayah Tiri Cabuli-Cekik Mati Anak Tiri
R (35), warga Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalong, Cianjur diringkus polisi usai mencabuli dan membunuh anak tirinya yang masih duduk di bangku SMK.
Tindakan keji tersebut diduga dipicu rasa cemburu serta sakit hati terhadap sang istri yang meminta cerai.
Pembunuhan itu terungkap setelah korban SH (16) ditemukan dalam kondisi tergeletak tidak bernyawa dengan mulut berbusa dan hidung mengeluarkan darah di dalam rumahnya pada Minggu (24/5/2026) lalu.
"Korban ditemukan meninggal di rumahnya. Setelah mendapatkan laporan dari kerabatnya, kami langsung membawa korban untuk diautopsi dan anggota melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, Jumat (29/5/2026).
Menurut dia, setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan R, sang ayah tiri yang kabur sesaat setelah kejadian.
"Kecurigaan muncul terhadap R karena yang bersangkutan tidak ada di rumah. Biasanya korban tinggal dengan ayah tirinya tersebut. Setelah dilakukan pencarian, kami akhirnya berhasil mengamankan R," kata dia.
Alexander mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa R telah membunuh anak tirinya.
Bahkan, lanjut dia, R mengakui bahwa sebelum menghabisi nyawa korban, ia sempat melakukan pelecehan seksual hingga kelamin korban luka.
"Berdasarkan pengakuannya, korban yang tengah tertidur ditindih dari arah belakang dan lehernya dijerat dengan kabel charger handphone. Setelah korban lemas, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban," ungkap dia.
Menurut dia, setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan R, sang ayah tiri yang kabur sesaat setelah kejadian.
"Kecurigaan muncul terhadap R karena yang bersangkutan tidak ada di rumah. Biasanya korban tinggal dengan ayah tirinya tersebut. Setelah dilakukan pencarian, kami akhirnya berhasil mengamankan R," kata dia.
Alexander mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa R telah membunuh anak tirinya.
Bahkan, lanjut dia, R mengakui bahwa sebelum menghabisi nyawa korban, ia sempat melakukan pelecehan seksual hingga kelamin korban luka.
"Berdasarkan pengakuannya, korban yang tengah tertidur ditindih dari arah belakang dan lehernya dijerat dengan kabel charger handphone. Setelah korban lemas, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban," ungkap dia.
Tak berhenti di situ, pelaku yang mendapati korban masih hidup kembali menindih dan mencekik leher korban dengan kabel charger.
"Dua kali leher korban dijerat dengan kabel. Yang pertama hingga lemas, dan yang kedua kali menyebabkan korban meninggal dunia," ujar dia.
Kencan Sesama Jenis di Tempat Terbengkalai
Nahas menimpa R, seorang pemuda di Tasikmalaya yang menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Pria ini mengalami luka-luka akibat dianiaya oleh lima pemuda serta mengalami kerugian belasan juta rupiah, pada Rabu (20/5/2026).
R terjebak oleh modus kencan buta sesama jenis yang disusun oleh para pelaku.
Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengungkap kasus ini dan menggulung kelima pelaku yang terdiri dari pemuda inisial MSI (19), AF (19), MLG (18), MSN (18), serta RFR (18).
Mereka diketahui warga Kecamatan Manonjaya dan Kecamatan Cibeureum, dan kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Tasikmalaya Kota.
Kejadian ini berawal dari aksi tersangka MSI yang memancing korban melalui percakapan di sebuah aplikasi perpesanan. Percakapan itu pada intinya mengajak korban untuk berkencan buta sesama jenis.
Korban rupanya masuk perangkap. Korban menyepakati pertemuan di Jalan Taman Harapan, Kecamatan Tawang, tak jauh dari bangunan terbengkalai Ensun, pada Rabu (20/5/2026) jam 23.00 WIB. Sekadar diketahui, titik pertemuan itu merupakan kawasan yang sepi.
Di sisi lain, menjelang kedatangan korban, kelima tersangka rupanya sudah bersiap. Mereka akan merampok korban.
Setibanya di lokasi, korban langsung dikepung oleh para tersangka. Saat berusaha melarikan diri, korban dikejar, ditendang, dan dijatuhkan, lalu dikeroyok beramai-ramai. Akibatnya, korban mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala.
Setelah korban tak berdaya, pelaku merampas ponsel dan dompet korban, sebelum akhirnya mereka melarikan diri, meninggalkan korban yang terluka.
Tersangka MLG yang mengambil ponsel korban kemudian membobol sejumlah akun dompet digital korban. Mereka bisa membobol kata kunci akun karena menemukan KTP korban dan mencoba memasukkan kombinasi angka tanggal lahir korban.
Dari sebuah akun dompet digital korban, tersangka berhasil menarik Rp280 ribu. Kemudian melalui fitur Shopee PayLater, tersangka memesan ponsel Samsung S21 Ultra senilai Rp3,8 juta.
Yang paling besar, tersangka MLG membobol m-banking korban dan mentransfer Rp6,5 juta ke rekening miliknya. Total kerugian materil korban ditaksir mencapai Rp14,5 juta.
Berbekal uang hasil kejahatan itu, kelima pelaku lalu berfoya-foya. Dengan maksud untuk menghilangkan jejak, para pelaku membuang ponsel korban di daerah Bandung.
Di sisi lain, usai dianiaya, korban ditolong teman-temannya dan dibawa ke rumah sakit serta diantar melapor ke Polsek Tawang.
"Setelah menerima laporan korban, anggota kami langsung melakukan penyelidikan. Jadi korban ini dijebak dengan modus kencan," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, Jumat (29/5/2026).
(sya/yum)