Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Rabu (13/5/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Belasan kiai di Jabar tertipu program dapur MBG, penganiayaan bermotif insiden cinta sesama jenis di Kuningan hingga belasan hewan kurban di mati diduga gegara diserang anjing liar.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini :
Belasan Kiai di Jabar Tertipu Janji Modus Dapur MBG
Sebanyak 13 kiai pengasuh pondok pesantren di Jawa Barat (Jabar) tertipu janji dibuatkan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kerugian per orang pun ditaksir mencapai Rp 700-800 jutaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belasan kiai tersebut memang belum melaporkan kasus ini ke polisi. Namun, mereka telah meminta pendampingan ke LBH PP Pemuda Ansor karena kasus serupa diduga terjadi di daerah lain di Indonesia.
Saat berbincang bersama detikJabar, Pengurus LBH PP Pemuda Ansor sekaligus Advokat dan Koordinator Tim Hukum Pesantren Korban Dapur MBG Koperasi DSN, Afriendi Sikumbang mengatakan para Kiai meminta nantinya kasus tersebut bisa diusut secara transparan. Sebab, perkara ini telah mencoreng dunia pesantren.
"Harapannya pertama, mereka ingin ada proses penegakan hukum yang adil. Jadi, orang-orang telah menipu itu telah merusak citra pendidikan Islam, pesantren, merusak marwah mereka di daerah," katanya, Rabu (13/5/2026).
Kemudian, para kiai juga punya keinginan bisa mengelola SPPG sendiri di pesantrennya masing-masing. Hal itu dilakukan supaya pesantren mereka memiliki kemandirian dalam mengasuh sejumlah santrinya.
"Yang kedua, para kiai inj memang berharap dengan kasus ini mudah-mudahan ada peluang diberi kesempatan untuk mendapatkan dapur dari MBG. Kemarin juga waktu ketemu PBNU, mereka mendorong mudah-mudahan kasus ini bisa membawa berkah gitu untuk mendapatkan dapur MBG di pesantren," pungkasnya.
Diketahui, kasus dugaan penipuan ini dijalankan sekelompok orang yang mengaku berasal dari koperasi berinisial DSN. Adapun ketiga belas kiai yang tertipu tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Cirebon, Kuningan, Depok, Bekasi hingga Sukabumi.
Insiden Cinta Sesama Jenis di Kuningan
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kuningan meringkus seorang pria berinisial AN (25) di kawasan Alun-alun Cimahi pada Rabu (13/5/2026). AN diciduk atas dugaan penganiayaan terhadap JJ (35), warga Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.
Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Aziz, didampingi Kasi Humas AKP Mugiyono, menjelaskan peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (12/5/2026). Kejadian bermula saat pelaku mengajak korban berkunjung ke kediamannya di Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.
Setelah sempat makan bersama, pelaku kemudian mengajak korban masuk ke dalam kamar. Di sana, pelaku disinyalir telah menyusun rencana penyerangan. Korban seketika disiram air panas dan dianiaya menggunakan senjata tajam jenis golok.
"Sesampainya di kamar, korban diduga disiram air panas lalu dibacok menggunakan golok oleh terduga pelaku," tutur Abdul, Rabu (13/5/2026).
Meski berhasil melarikan diri dari rumah dan meminta pertolongan warga sekitar, korban menderita luka berat pada bagian kepala sebelah kiri dan tangan. Selain itu, dua jari korban dilaporkan nyaris putus dan saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif.
Usai melancarkan aksinya, pelaku kabur dengan membawa ponsel milik korban. Tim Resmob Satreskrim Polres Kuningan yang bergerak cepat melakukan pengejaran akhirnya berhasil menangkap pelaku di wilayah Cimahi pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sebilah golok yang tertinggal di lokasi kejadian serta wadah yang digunakan pelaku untuk menyiramkan air panas kepada korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga motif penganiayaan ini dipicu oleh rasa cemburu dalam hubungan pribadi antara pelaku dan korban. Menurut Abdul, keduanya diduga terlibat hubungan asmara sesama jenis.
"Motif sementara yang kami dalami, diduga karena persoalan asmara sesama jenis dan adanya rasa cemburu dari pelaku terhadap korban. Kurang dari 1x24 jam, pelaku berhasil kami tangkap," pungkas Abdul.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 466, 467, dan 468 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 5 hingga 9 tahun. Hingga saat ini, penyidik masih mendalami perkara dengan memeriksa sejumlah saksi guna melengkapi alat bukti.
Belasan Hewan Kurban di Sumedang Mati, Diduga Diserang Anjing Liar
Belasan hewan kurban jenis kambing ditemukan mati di Dusun Cipedes, Desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kematian hewan ternak tersebut diduga akibat serangan anjing liar.
Asep Sopian Bukhari Muslim, salah satu anggota keluarga peternak, menyampaikan bahwa kematian hewan kurban ini terjadi dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Saat ditemukan mati, kondisi kambing ternak keluarganya cukup mengenaskan dengan bagian dada terbelah, bekas gigitan di leher, serta organ bagian dalam yang telah hilang.
"Kondisi kambingnya itu dadanya udah terbelah, terus lehernya bekas gigitan, terus yang diambilnya itu jeroannya seperti hati, terus apa ya, ya pokoknya jeroannya, sedangkan dagingnya itu dibiarkan," ujar Asep, Rabu (13/5/2026).
Asep mengatakan kematian hewan ternak tersebut juga terjadi di beberapa kandang milik warga lainnya dengan pola luka yang serupa.
"Total kisaran 12 lebih korban dari satu desa. Luka-lukanya sama, rata-rata diambil jeroannya saja," katanya.
Menurutnya, belasan hewan ternak tersebut merupakan hewan yang sudah siap dipasarkan menjelang Hari Raya Iduladha. Warga sekitar menduga kematian hewan ternak mereka merupakan ulah anjing liar.
"Iya, siap kurban. Kalau dugaan sementara sih warga, kesimpulan sementara itu katanya pelakunya anjing liar," ucapnya.
Guna mengantisipasi bertambahnya jumlah hewan ternak yang mati, warga dan aparat desa setempat akan menggiatkan ronda malam.
"Katanya anjing yang suka berburu tapi sudah tidak terurus. Kalau laporan baru sampai ke tingkat perangkat desa. Tindakan sementara paling diadakan ronda dulu," pungkasnya.
Sementara itu, akibat kematian hewan ternak kurban tersebut, para peternak mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah. Warga berharap adanya perhatian dari instansi terkait untuk mengatasi peristiwa yang baru pertama kali terjadi dan meresahkan tersebut.
Nenek di Indramayu Tewas Usai Tertembak Senapan Angin yang Dimainkan Cucu
Insiden tragis terjadi di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Seorang nenek berusia 62 tahun meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin, yang dimainkan cucunya sendiri yang masih berusia 11 tahun.
Kapolsek Cikedung, Iptu Anang Purwanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadian diketahui berlangsung pada Rabu (6/5) lalu.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS Mitra Plumbon Indramayu usai terkena tembakan. Namun, kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (11/5).
"Korban sempat dirawat, tetapi pada Senin tidak tertolong," ujar Anang saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula ketika orang tua bocah itu sedang menjemur padi di halaman rumah. Untuk mengusir burung yang datang memakan padi, mereka menggunakan senapan angin.
"Saat orang tuanya masuk ke dalam rumah, senapan tersebut diduga tertinggal di luar dan kemudian diambil oleh sang anak. Bocah itu lalu memainkan senapan hingga peluru mengenai korban yang saat itu sedang beristirahat sambil menjaga padi yang dijemur," kata Anang.
Polisi masih mendalami jenis senapan angin yang digunakan dalam kejadian tersebut. Selain itu, kepolisian juga berencana memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan penggunaan dan penyimpanan senapan angin.
Warga yang memiliki senapan angin diimbau menyimpannya di tempat aman, jauh dari jangkauan anak-anak, serta memastikan peluru dikosongkan saat senjata tidak digunakan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Bukan Bobotoh, Ini Fakta Baru Penemuan Jasad Remaja di Batujaya Karawang
Teka-teki identitas remaja yang ditemukan meninggal dunia di bantaran Sungai Citarum, Kecamatan Batujaya, akhirnya terungkap. Sesepuh Viking Karawang, Rony Bochung, menegaskan bahwa korban bukan merupakan anggota Viking maupun bobotoh.
Penegasan ini disampaikan Rony berdasarkan informasi valid yang dihimpun dari pihak keluarga serta rekan-rekan sepermainan korban.
"Yang berkembang sekarang korban disebut bobotoh karena saat ditemukan memakai jaket biru. Padahal itu hanya jaket biasa tanpa atribut Viking atau bobotoh," kata Rony saat dihubungi detikJabar, Rabu (13/5/2026).
Rony menjelaskan kronologi sebelum korban ditemukan. Awalnya, remaja tersebut berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 10.00 WIB untuk pergi menghadiri acara nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola.
Kekhawatiran keluarga muncul saat korban tak kunjung pulang hingga Senin (11/5) pukul 01.00 WIB. Pihak keluarga pun langsung bergerak melakukan pencarian.
Dalam proses pencarian itu, keluarga sempat menanyakan keberadaan korban kepada salah satu kerabat yang mengaku melihat korban melintas di depan rumah.
"Awalnya keluarga mengira korban pergi nobar. Setelah dicari informasi lagi, termasuk ke teman-teman sebayanya, memang diketahui kalau korban ini sukanya Persija," kata dia.
Rony menyayangkan asumsi liar yang menyebut korban sebagai bobotoh hanya karena mengenakan pakaian berwarna biru saat ditemukan di lokasi kejadian.
"Kami telah memastikan tidak ada satu pun atribut yang merujuk pada kelompok suporter Viking maupun Persib Bandung yang melekat pada tubuh korban," ucap Rony.
Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan jasad remaja berinisial AF (15). Korban ditemukan tak bernyawa di bantaran Sungai Citarum, Dusun Batujaya, pada Senin (11/5/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan penemuan jasad tersebut. Setelah menerima laporan warga, tim dari Polsek Batujaya bersama Unit Identifikasi Polres Karawang langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kami membenarkan adanya penemuan seorang mayat laki-laki yang ditemukan di Bantaran Sumai Citarum, tepatnya di wilayah Dusun, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.
Pada hari Senin 11 Mei 2026, sekira pukul 10.00 WIB setelah menerima laporan dari masyarakat," ujar Wildan saat dikonfirmasi detikJabar, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, AF merupakan seorang pelajar yang berdomisili di wilayah Kecamatan Batujaya.
Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sempat berpamitan kepada keluarganya pada Minggu (10/5/2026) petang untuk menonton laga panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta.
(sya/yum)
