Purwasuka Sepekan: Longsor di Curug Cileat hingga Remaja Tewas Dirampok

Purwasuka Sepekan: Longsor di Curug Cileat hingga Remaja Tewas Dirampok

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 17 Mei 2026 20:30 WIB
Ilustrasi Begal
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Purwakarta -

Berbagai peristiwa terjadi di wilayah (Purwasuka) Purwakarta, Subang dan Karawang dalam sepekan terakhir, beberapa di antaranya memantik perhatian pembaca setia detikJabar. Geger aksi cabul oknum guru ngaji di Purwakarta, kurir sabu terancam hukuman mati hingga heboh mobil 'sultan' terbakar di Tol Cipularang. Berikut rinciannya.

Geger Guru Ngaji Cabuli Murid di Purwakarta

Warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, digegerkan dengan kabar diamankannya seorang guru ngaji berinisial T (58) oleh jajaran Satreskrim Polres Purwakarta. Sosok yang selama ini dikenal sebagai tokoh agama dan dihormati masyarakat itu diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap murid-murid ngajinya yang masih di bawah umur.

Kasus ini mencuat dan meninggalkan luka mendalam bagi warga sekitar. Di balik bangunan majelis taklim bercat kuning yang biasanya ramai oleh suara lantunan ayat suci dan aktivitas anak-anak mengaji, kini suasana berubah sunyi. Tidak ada lagi aktivitas pengajian seperti biasanya sejak kabar dugaan tindak asusila tersebut menyeruak ke publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun, mengungkapkan hingga saat ini pihak kepolisian telah mendata sedikitnya enam korban dalam kasus tersebut. Namun, baru dua korban yang berhasil dimintai keterangan secara resmi.

ADVERTISEMENT

"Korban yang sampai saat ini kami dapatkan lebih kurang enam orang. Yang baru dimintai keterangan baru dua orang, lainnya masih kami upayakan untuk dimintai keterangan," ujar Kasat Reskrim, saat ditemui awak media di Mapolres Purwakarta, Selasa (12/5/2026) sore.

Karena seluruh korban masih berstatus anak di bawah umur, proses pemeriksaan dilakukan secara khusus dan penuh kehati-hatian. Polisi melibatkan Polwan, Dinas Sosial, hingga psikolog klinis untuk mendampingi para korban selama proses penyelidikan berlangsung.

Hasil penyelidikan sementara membuat polisi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan. Terduga pelaku pun kini telah diamankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Dengan alat bukti yang kami dapatkan, perkara ini sudah kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Terduga pelaku juga sudah diamankan," kata Uyun.

Meski demikian, penyidik masih terus mendalami dugaan tindak pidana yang disebut terjadi di lingkungan majelis taklim tempat pelaku mengajar. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum terhadap para korban untuk memastikan bentuk tindak pidana yang terjadi.

"Dari pemeriksaan sementara tidak ada dugaan persetubuhan. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis oleh ahli," ungkapnya.

Kurir Sabu Terancam Hukuman Mati di Karawang

Polres Karawang berhasil membongkar jaringan peredaran gelap narkotika dengan barang bukti yang cukup fantastis. Tak tanggung-tanggung, sabu seberat lebih dari 1 kilogram berhasil diamankan dari tangan dua orang pengedar.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menuturkan bahwa pengungkapan ini bermula dari penyelidikan intensif Tim Opsnal Unit 1 Sat Resnarkoba Polres Karawang di wilayah Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.

"Pengungkapan bermula dari penyelidikan di wilayah Korabaru. Di lokasi tersebut, petugas meringkus SD alias Ompong, dengan barang bukti satu bungkus plastik berisi kristal putih seberat 1.007,40 gram atau 1 kilogram diduga narkotika jenis sabu," kata Fiki, dalam sesi rilis di Mapolres Karawang, Kamis (14/5/2026).

Usai penangkapan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga ke wilayah Purwakarta. Hasilnya, tersangka DN alias Abah berhasil diciduk di sebuah rumah di Desa Sawahkulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

"Berdasarkan hasil interogasi, kedua tersangka berperan sebagai kurir. Mereka mendapatkan barang tersebut dengan sistem 'tempelan' dari seorang bandar berinisial TL alias Godeg yang kini berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata dia.

Fiki mengungkap, motif ekonomi menjadi alasan klasik di balik aksi nekat ini. Keduanya dijanjikan upah sebesar Rp 10 juta untuk setiap 100 gram sabu yang berhasil diedarkan.

"Jadi motifnya ekonomi, mereka dijanjikan uang Rp10 juta setiap 100 gram sabu yang berhasil diedarkan, jika ditotal, mereka mengincar keuntungan Rp100 juta rupiah dari satu kilogram sabu tersebut," ungkapnya.

Selain faktor uang, kedua tersangka mengaku mau menjadi kurir agar bisa mengonsumsi barang haram itu secara gratis. Sebelum tertangkap, mereka tercatat sudah dua kali berhasil mengedarkan sabu dari pemasok yang sama.

"Sebelumnya SD dan DN sudah berhasil melakukan aksi peredaran sabu ini sebanyak 2 kali dengan barang dari bandar yang sama. Namun, pada aksi ketiga ini, pelarian mereka berakhir di tangan kami," ucap Fiki.

Longsor Curug Cileat, Dua Pendaki Hilang

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua wisatawan yang diduga tertimbun longsor di kawasan wisata alam Curug Cileat, Kampung Cibago, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2026).

Kedua korban diketahui bernama Alda Apriliani (22), warga Cikampek, Karawang, dan Winda Limbong (20), warga Kosambi, Karawang. Hingga hari kedua pencarian, korban belum ditemukan.

Kalak BPBD Kabupaten Subang Udin Jazudi mengatakan, pencarian kembali dimulai dari jalur pendakian menuju Curug Cileat. Tim menyisir area yang sebelumnya ditemukan sejumlah barang diduga milik korban, seperti telepon genggam dan sepatu.

"Tim sudah bergerak kembali melakukan pencarian," ujar Udin Jazudi saat dihubungi detikJabar melalui sambungan telepon, Sabtu (16/5/2026).

Peristiwa longsor terjadi pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat kejadian, wilayah Kecamatan Cisalak dan sekitarnya tengah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi yang memicu longsornya tebing setinggi sekitar 250 meter di jalur menuju Curug Cileat.

Menurut Udin, kejadian tersebut disaksikan langsung oleh rekan-rekan korban yang berada dalam satu rombongan pendaki. Dari lima orang dalam rombongan itu, tiga orang berhasil selamat, sementara dua lainnya hilang diduga tertimbun material longsor.

"Korban yang diduga tertimbun longsoran diantaranya Alda Apriliani (22) warga Cikampek dan Winda Limbong (20) warga Kosambi Karawang. Sementara korban selamat diantaranya Sinta Bela (28) warga Kosambi Karawang, Sari Nengsih, (25) dan Sulistia (20) keduanya warga Cikampek Karawang," ungkapnya.

Remaja Karawang Tewas Dirampok Teman

Teka-teki penemuan jasad remaja di bantaran Sungai Citarum, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang akhirnya terungkap. Polisi memastikan motif di balik kematian tragis tersebut adalah murni perampokan, sekaligus menepis rumor terkait bentrokan suporter yang sempat liar beredar di media sosial.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menegaskan kasus ini sama sekali tidak berkaitan dengan rivalitas sepak bola. Unit PPA dan PPO Polres Karawang telah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam untuk mengungkap perkara tersebut.

"Kami menegaskan bahwa kasus penemuan mayat anak di bawah umur yaitu AF (15) di wilayah Kecamatan Batujaya yang berhasil diungkap oleh Satres PPA dan PPO merupakan korban tindak pidana murni, dan tidak berkaitan dengan rivalitas maupun bentrokan antarsuporter Persib dan Persija," kata Fiki dalam sesi rilis di Mapolres Karawang, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, meskipun peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan jadwal pertandingan Persib melawan Persija, hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi memastikan bahwa asumsi bentrokan suporter tersebut tidak benar.

Kronologi bermula pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban menjemput pelaku FA (17) yang merupakan teman sekampungnya. Pelaku dijemput di rumahnya dengan niat awal untuk membeli jaket hoodie. Namun, dua toko yang mereka datangi ternyata tutup.

Situasi berubah mencekam saat memasuki pukul 14.30 WIB. Pelaku justru menggiring korban ke area sepi di bantaran Sungai Citarum, Kampung Kaum, Desa Batujaya. Di lokasi inilah pelaku melancarkan aksi kejinya menggunakan pisau dapur yang telah disiapkan di pinggang untuk melumpuhkan korban.

"Jadi korban ini merupakan korban perampokan, pelaku menghabisi korban dengan pisau dapur, kemudian pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel milik korban. Barang jarahan tersebut kemudian dibawa ke seorang pria berinisial YS untuk dijual. Atas perintah YS, pelat nomor motor dilepas sebelum akhirnya dijual kepada seseorang bernama Sopian seharga Rp 4,2 juta," kata dia.

Mobil Sultan Ludes Terbakar di Tol Cipularang

Sebuah mobil mewah jenis Toyota Vellfire bernomor polisi D-1208-SGN ludes terbakar di ruas Tol Cipularang KM 88 A arah Jakarta menuju Bandung, Sabtu (16/5/2026). Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah video kebakaran mobil berharga miliaran rupiah itu beredar luas.

Dalam video yang dilihat detikJabar, mobil tampak terparkir di bahu jalan tol tepat di depan rest area. Kobaran api terlihat dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bagian kendaraan. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta yang tiba di lokasi langsung melakukan proses pemadaman. Demi memperlancar penanganan, jalur menuju Bandung sempat ditutup sementara selama proses pemadaman berlangsung.

Komandan Regu Damkar Kabupaten Purwakarta, Wegy Krisna, mengatakan pihaknya menerjunkan satu unit kendaraan pemadam berkapasitas besar untuk menjinakkan api. Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar 20 menit.

"Kami dapat laporan dari Jasa Marga ada kebakaran mobil di depan rest area KM 88. Pas di TKP kami menemukan mobil jenis Vellfire sudah terbakar dengan api sudah besar, sekitar 20 menit proses pemadaman dan pendinginan," ujar Wegy saat ditemui di Kantor Damkar Purwakarta, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Wegy, kebakaran bermula saat mobil yang ditumpangi lima orang, termasuk sopir, melaju dari arah Jakarta menuju Bandung. Setibanya di lokasi kejadian sekitar pukul 14.30 WIB, pengemudi menyadari asap keluar dari bagian ventilasi AC kendaraan.

Mengetahui hal tersebut, sopir langsung menepikan mobil ke bahu jalan. Namun tak lama kemudian, api muncul dan dengan cepat membesar hingga membakar seluruh kendaraan.

"Jadi awalnya asap keluar dari AC, sopir menepi dan memberhentikan kendaraan di bahu jalan, tak berselang lama keluar api dan semakin membesar," katanya.

Beruntung, seluruh penumpang berhasil keluar dan menyelamatkan diri sebelum api melalap habis kendaraan mewah tersebut. Setelah api padam, kondisi mobil hanya menyisakan rangka berbahan besi.

Petugas menduga kebakaran dipicu gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan. "Dugaan akibat kelistrikan," pungkasnya.

Saat ini bangkai kendaraan telah dievakuasi ke pool derek di sekitar Gerbang Tol Jatiluhur, Purwakarta. Kasus kebakaran tersebut masih dalam penanganan petugas berwenang.

Halaman 2 dari 2
(sya/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads