Dua pria menurunkan kulit sapi dari mobil bak terbuka, cairan darah dan kotoran masih menetes mengeluarkan bau menyengat. Kulit-kulit hewan kurban itu hendak dijual ke pengepul, namun mesti ditimbang terlebih dahulu.
Misto lalu mencatat berat setiap lembar kulit, lalu menghitung uang yang harus ia keluarkan. Sudah delapan tahun belakangan, pria asal Majenang, Jawa Tengah, itu menjadi pengepul kulit hewan kurban dari Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Setelah ditimbang, kulit sapi dan domba itu kemudian ditumpuk terlebih dahulu. Sebelum nanti akan dinaikkan lagi ke atas truk untuk dibawa. Misto akan menerima penjualan kulit sapi dan domba sampai beberapa hari kedepan.
"Sudah 8 tahunan, alhamdulillah. Musiman sebetulnya, kalau hari-hari biasa sudah ada yang suplai. Ya lumayan buat panitia kurban, bisa dapat uang lebih," kata Misto saat ditemui di lapak dagang kulit sapi di Desa Sariwangi, Kamis (28/5/2026).
Sebagai informasi, kulit sapi dibeli Misto dengan harga mulai dari Rp6 ribu sampai Rp7 ribu per kilogram. Sementara kulit domba dibeli per lembar dengan harga Rp25 ribu per lembarnya. Harga yang sebetulnya amat murah.
"Kalau kulit sapi tergantung jenisnya, misalnya yang FH (Friesian Holstein) sama limousin itu ya sekitar Rp6 ribu per kilogram, kalau yang jenis simental Rp7 ribu. Harganya juga stabil segitu terus, standarnya segitu. Kalau domba, dibelinya per lembar," kata Misto.
Setiap momen Iduladha, setidaknya Misto bisa mengumpulkan sampai 8 ton kulit sapi dan domba. Namun di tahun 2024 lalu, jumlah kulit yang ia berhasil dapatkan terendah sepanjang perjalanannya berbisnis kulit hewan musiman.
"Rata-rata ya 7 sampai 8 ton, tapi 2 tahun lalu paling sedikit cuma sekitar 5 ton. Saya kurang tahu setiap ton itu berapa lembar kulit sapi dan kulit dombanya," kata Misto.
Pria 42 tahun itu menerima kulit sapi dan domba dari panitia kurban di sekitaran desa tempat istrinya tinggal. Setelah terkumpul, kulit-kulit itu akan dibawa ke Sragen, Jawa Tengah untuk disetor ke bos kerupuk kulit alias dorokdok dalam bahasa Sunda.
"Dibawa ke Sragen, disana kan ada bosnya lagi. Butuh buat bahan bikin kerupuk kulit, cuma kerupuk saja. Enggak buat produk lainnya," kata Misto.
Tak ada syarat khusus yang ia berikan pada penjual kulit sapi dan domba. Semua kulit apapun kondisinya akan ia beli. Harganya ditentukan oleh berapa berat dan jenis kulit yang dijual.
"Kalau kulit domba sama saja, mau domba adu sekalipun harganya sama. Kalau sapi, agak beda karena kita beli per kilogram dan jenis sapinya," kata Misto.
Simak Video "Video: Suasana Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal"
(dir/dir)