Infografis: 6 Tanaman Tak Disukai Ular Karena Aromanya

Infografis: 6 Tanaman Tak Disukai Ular Karena Aromanya

Iqbal Kukuh - detikJabar
Kamis, 16 Jul 2026 05:00 WIB
Ilustrasi ular weling
Infografis: 6 Tanaman Tak Disukai Ular Karena Aromanya (Foto: Notebook LM)
Bandung -

Kehadiran ular di area pemukiman seringkali memicu kepanikan massal. Meski dalam rantai makanan ular dianggap sebagai 'sahabat ekologis', keberadaannya di sudut gelap atau di balik lemari tetap menjadi ancaman nyata bagi penghuni rumah.

Sebelum insiden patukan terjadi, ada langkah preventif alami yang bisa diambil, yakni dengan menata pekarangan menggunakan tanaman yang tidak disukai reptil ini. Berdasarkan studi akademik, beberapa tanaman mengandung senyawa bioaktif yang mampu mengganggu indra penciuman ular yang sangat sensitif.

Berikut adalah 6 tanaman alami pengusir ular yang layak Anda tanam di pekarangan rumah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Serai Wangi (Cymbopogon nardus)

Tumbuhan ini bukan sekadar bumbu dapur. Serai wangi mengandung minyak esensial citronella yang mengeluarkan aroma tajam. "Minyak atsiri dari serai memiliki sifat repelan alami. Aroma khasnya dapat menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi hewan liar, termasuk ular," sebagaimana tercatat dalam riset pertanian. Cara menanamnya pun mudah, cukup kubur batang beserta akarnya, dan ia akan tumbuh lebat di pagar rumah Anda.

2. Marigold (Tagetes erecta)

Bunga cantik berwarna kuning ini mengandung senyawa piretrin yang menyengat. Aroma kuat ini berfungsi sebagai pestisida alami yang mengganggu sistem sensorik ular. Menanam Marigold tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga menambah estetika taman Anda.

ADVERTISEMENT

3. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Dikenal sebagai "Raja Pahit", sambiloto adalah tanaman herbal multifungsi. Selain bermanfaat sebagai obat sesak napas atau sakit pinggang, sifat repelan alaminya berpotensi menciptakan lingkungan yang kurang nyaman bagi ular karena aroma khas dan rasa pahitnya yang tajam.

4. Lavender (Lavandula angustifolia)

Lavender tidak hanya dibenci nyamuk, tapi juga ular. Kandungan linalool dan linalyl acetate di dalamnya menghasilkan aroma kuat yang menenangkan bagi manusia namun mengganggu sistem sensorik hewan dengan penciuman sensitif. Menanam lavender di sudut pekarangan akan memberikan perlindungan ganda bagi keluarga Anda.

5. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)

Berbeda dengan tanaman lain yang mengandalkan bau, Lidah Mertua ditakuti karena bentuk fisiknya. "Struktur fisiknya yang kaku dan rapat membuat ular tidak nyaman untuk melintas atau bersembunyi,". Daunnya yang tegak, keras, dan runcing bertindak sebagai barrier alami yang mengancam ketenangan ular.

6. Ki Lemo (Litsea cubeba)

Tanaman ini sering menjadi primadona dalam percakapan pengusir ular tradisional. Ki Lemo menghasilkan minyak atsiri dengan aroma yang sangat menyengat. Bahkan, menurut situs Agrokompleks, kayu Ki Lemo sering digunakan sebagai alat tradisional untuk mengusir ular dengan cara menempelkan potongan kayunya di bawah kusen pintu agar ular tidak berani masuk.

Meski tanaman-tanaman di atas sangat membantu, para ahli mengingatkan bahwa solusi ini akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tetap kering dan tidak lembap. Dengan menanam "benteng alami" ini, Anda tidak hanya mempercantik rumah, tetapi juga memberikan rasa aman bagi seluruh anggota keluarga.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads