Melihat Penerbangan Perdana Jemaah Haji 2026 dari Bandara Kertajati

Melihat Penerbangan Perdana Jemaah Haji 2026 dari Bandara Kertajati

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Rabu, 22 Apr 2026 12:12 WIB
Penerbangan perdana jemaah haji 2026 dari Bandara Kertajati.
Penerbangan perdana jemaah haji 2026 dari Bandara Kertajati. Foto: Erick Disy Darmawan
Majalengka -

Tak ada gegap gempita. Tak pula terdengar riuh tangis perpisahan keluarga. Penerbangan perdana jemaah haji 2026 dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, berlangsung dalam suasana tenang.

Pagi sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan jemaah tiba dalam barisan rapi. Mereka datang bukan bersama keluarga, melainkan dari Asrama Haji Indramayu. Seluruh proses, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga pelepasan, sudah dituntaskan di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setibanya di bandara, tak terlihat antrean panjang atau prosedur berlapis. Jemaah hanya menunggu sejenak sebelum akhirnya bersiap menuju pesawat.

Executive General Manager (EGM) BIJB Kertajati Nuril Huda memastikan, penerbangan perdana di Bandara Kertajati berjalan lancar sejak dari asrama hingga naik pesawat.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah tadi kita sama-sama sudah menyaksikan kloter pertama dari Kabupaten Indramayu sudah berangkat, mulai dari Asrama Haji sampai dengan naik pesawat di Bandara Kertajati, alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar," kata Nuril kepada detikJabar, Rabu (22/4/2026).

Di sisi lain, Nuril juga bersyukur tahun ini terjadi peningkatan jumlah kloter yang dilayani oleh Bandara Kertajati. "Tahun 2026 ini kita melayani 40 kloter, di mana ada penambahan 12 kloter dari tahun sebelumnya. Kita di tahun 2025 melayani 28 kloter. Alhamdulillah di tahun 2026 ini kita dikasih amanah untuk ditambah 12 kloter jadinya 40 kloter," ujarnya.

Tak hanya jumlah kloter, cakupan wilayah juga bertambah. Kini, ada 19 kabupaten atau kota di Jawa Barat yang dilayani melalui Bandara Kertajati.

"Jadi untuk Kertajati ini kita dapat 19 kabupaten atau kota yang berangkat dari Bandara Kertajati. Sebelumnya hanya sekitar 10," ungkapnya.

Menurutnya, ke depan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah, seiring dengan hampir rampungnya fasilitas asrama haji. "Tapi bagaimanapun intinya kalau Kertajati, bandaranya selalu siap untuk mensupport keberangkatan haji," ucapnya.

Dari sisi kapasitas, Bandara Kertajati dinilai masih sangat memadai. Dalam satu hari, bandara mampu melayani hingga tiga penerbangan haji, dengan kemungkinan dua penerbangan berlangsung berdekatan.

"Notification Airport Capacity kita bisa mencapai 18 pergerakan per jam. Untuk pesawat berbadan lebar kita mampu 4 pergerakan. Jadi Insyaallah kalau dua flight masih mencukupi," jelasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT BIJB, Ronald H Sinaga. Ia menilai peningkatan jumlah kloter menjadi indikator kepercayaan terhadap Bandara Kertajati.

"Tahun lalu kita cuma 28 kloter. Nah sekarang ini 40, jadi kelihatan peningkatannya," ujar Ronald.

Ke depan, pihaknya menargetkan peningkatan jumlah kloter. "Kalau bisa tahun depan 80 (kloter). Karena ini 40 kloter, mudah-mudahan kita bisa perform dengan baik sehingga bisa naik dua kali lipat" ucapnya.

Ia juga menambahkan, kedepannya ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan yang akan terus dijaga. "Kami selalu mendapatkan on time departure, jadi 100 persen. Bahkan tadi harusnya bus jam 9, tapi 08.45 sudah bisa didorong. Jadi kita bukan hanya on time, tapi bisa lebih cepat," katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian memastikan, kesiapan asrama haji dalam mendukung keberangkatan.

"Insyaallah kita saat ini sudah siap menerima kurang lebih 1.600 jamaah, bisa sampai 4 kloter per hari. Ada 4 tower di Asrama Haji Indramayu dan semuanya berfungsi dengan baik," ujar Boy.

Pada hari pertama, sebanyak 445 jemaah diberangkatkan dalam satu kloter, terdiri dari 441 jemaah dan 4 petugas. "Alhamdulillah semuanya bisa diberangkatkan dengan sempurna. Kartu Nusuk juga sudah aktif semua dan seluruh jemaah dalam kondisi sehat," katanya.

Dengan sistem yang terpusat di asrama, proses keberangkatan di bandara menjadi lebih ringkas. Tak ada lagi kerumunan keluarga atau proses administrasi panjang. Semua berjalan cepat, terukur, dan efisien.

Ia juga menyebut hasil evaluasi awal menunjukkan tingkat kepuasan jemaah cukup tinggi. "Kami lakukan survei secara random, rata-rata jamaah puas terhadap pelayanan yang kami berikan di embarkasi Indramayu," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads