Jemaah Haji Cirebon Siap Terbang, Usia Tertua 81 Tahun

Jemaah Haji Cirebon Siap Terbang, Usia Tertua 81 Tahun

Ony Syahroni - detikJabar
Selasa, 21 Apr 2026 22:30 WIB
Kaaba in mecca during hajj season
Ilustrasi haji (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dian Widyatmoko)
Cirebon -

Sebanyak 278 jemaah haji asal Kota Cirebon dinyatakan siap berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas jemaah didominasi usia lanjut, bahkan ada yang mencapai usia 81 tahun.

Plt Kepala Kemenhaj Kota Cirebon, Muhamad Ikbal Sugiana, menyebut total 278 jemaah itu terdiri dari beberapa kategori. Mulai dari jamaah murni, jamaah cadangan, hingga jamaah yang bergabung dari daerah lain.

"Jamaah haji Kota Cirebon berjumlah 278. Itu ada jamaah murni, jamaah cadangan, ada yang masuk dari kabupaten/kota lain yang mutasi ke kita," kata Ikbal, Selasa (21/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikbal merinci, jemaah murni tercatat ada sebanyak 141 orang, sementara jemaah cadangan 120 orang. Selain itu, terdapat sekitar 16 orang jemaah mutasi yang bergabung dari kabupaten/kota lain.

ADVERTISEMENT

"Murni sebanyak 141, cadangan 120, mutasi masuk 16, dan pembimbing 1 orang. Jadi total 278 orang," kata Ikbal.

Dari sisi usia, jemaah tahun ini didominasi kelompok lanjut usia. Bahkan, jemaah tertua tercatat berusia 81 tahun. Sementara itu, jemaah termuda berusia 20 tahun.

"Memang kebanyakan di atas 60 tahun. Di kita ada jamaah yang paling tua itu di usia 81 tahun. Kemudian yang termuda itu ada dua orang berusia 20 tahun," terang Ikbal.

"Kalau di haji, yang namanya lansia itu di atas 80 tahun. Jadi di bawah 80 itu masih dianggap muda," jelas Ikbal.

Terkait persiapan, Ikbal memastikan seluruh kebutuhan jemaah telah terpenuhi. Mulai dari buku manasik hingga koper sudah didistribusikan kepada seluruh calon jemaah.

"Insyaallah berangkat tanggal 8 Mei. Hari ini jemaah tinggal bersiap saja. Para jamaah sudah dapat buku manasik, kemudian mereka sudah dapat koper," katanya.

Ia menyebut, para jemaah dijadwalkan masuk ke embarkasi Indramayu pada 8 Mei pukul 16.00 WIB. Setelah menginap semalam di asrama, mereka akan diberangkatkan ke Bandara Kertajati pada 9 Mei sekitar pukul 14.20 WIB dan dijadwalkan lepas landas pada pukul 17.20 WIB.

"Embarkasinya di Indramayu, nanti terbangnya dari Kertajati. Kalau terbang itu tanggal 9 Mei. Jam 17.20 WIB take off," ujarnya.

Selain pelunasan biaya, jemaah yang berangkat juga wajib memenuhi syarat dari sisi kesehatan. Hal ini menjadi syarat agar bisa diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Jadi memang jamaah agar bisa berangkat itu harus melakukan pelunasan, kemudian istitha'ah dari sisi kesehatan. Yang berangkat sekarang otomatis sudah lunas semua dan sudah memenuhi syarat kesehatan," tegas Ikbal.

Setibanya di embarkasi, jemaah akan menjalani sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan gelang identitas.

"Nanti mereka akan dicek kesehatannya, kemudian mereka akan dikasih living cost, kemudian ada obat-obatan, kemudian akan diberikan gelang sebagai tanda identitas," kata dia.

Gelang tersebut dilengkapi sistem pemindaian yang memudahkan petugas dalam mengidentifikasi jemaah, terutama jika terjadi kondisi tersesat.

"Gelang itu bisa di-scan. Nanti langsung kelihatan jemaah dari mana, kloternya berapa, ketuanya siapa, sampai pemondokannya di mana," ungkapnya.

Menjelang keberangkatan, Ikbal mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan. "Yang pertama jaga kesehatan, karena itu syarat mutlak. Yang kedua luruskan niat, manfaatkan di sana betul-betul untuk ibadah," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads