Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 pada Selasa (21/4/2026) diwarnai oleh beragam temuan kecurangan yang terorganisir. Berdasarkan laporan resmi, sejumlah Pusat UTBK di berbagai universitas melaporkan adanya upaya manipulasi identitas hingga penggunaan teknologi canggih untuk mengelabui panitia.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, membeberkan fakta tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun. Sebelum ujian dimulai, tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Panitia Pusat SNPMB bahkan telah memetakan 2.940 data anomali peserta untuk mencegah kebocoran integritas seleksi.
"Nah, pada pagi hari ini sampai dengan pukul 09.00 WIB, kita telah mendapatkan informasi berbagai macam kecurangan yang coba dilakukan oleh peserta UTBK di beberapa pusat UTBK," ucap Eduart sebagaimana diberitakan detikEdu (baca selengkapnya di sini).
1. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar): Aksi Joki
Pusat UTBK Unsulbar menjadi salah satu lokasi dengan temuan kecurangan yang paling kompleks pada sesi pertama. Panitia mengidentifikasi adanya upaya perjokian yang melibatkan manipulasi data lintas tahun serta indikasi kuat keterlibatan sindikat.
- Modus Identitas Ganda: Panitia menemukan seorang joki yang menggunakan dua identitas berbeda untuk mengikuti ujian di tahun 2025 dan 2026.
- Keberadaan Sindikat: Terdeteksi adanya kelompok yang secara aktif menawarkan janji-janji kepada peserta untuk melakukan kecurangan demi kelulusan.
"Juga masih di pusat UTBK Unsulbar, itu ditemukan upaya perjokian dengan mengganti peserta. Jadi ini sengaja dilihat, jadi orang yang sama itu mengikuti UTBK di tahun 2025-2026 untuk nama pesertanya. Jadi orangnya sama, ikut ujian 2025-2026 untuk dua nama. Bisa dipahami ya? Jadi itu sudah pasti merupakan joki yang mengganti," tutur Eduart.
Terkait sindikat, dia menambahkan, "Terima kasih laporan dari Unsulbar. Jadi informasi dari Unsulbar bisa digarisbawahi bahwasanya ditemukan adanya indikasi sindikat kecurangan yang memang berusaha untuk mengiming-imingi calon peserta agar supaya bisa mau melakukan ini."
2. Universitas Diponegoro (Undip) Semarang: Alat Bantu Dengar
Kejadian yang paling mengejutkan terjadi di Pusat UTBK Undip, Semarang. Panitia menemukan seorang peserta yang bertindak nekat dengan memasukkan perangkat elektronik ke dalam anggota tubuhnya untuk mendapatkan bantuan dari luar ruang ujian.
- Alat Bantu Dengar Tertanam: Peserta tersebut menanamkan alat bantu dengar berukuran kecil jauh di dalam lubang telinganya.
- Intervensi Medis: Karena alat tersebut masuk terlalu dalam, panitia tidak dapat melepaskannya secara manual dan harus membawa peserta tersebut ke fasilitas kesehatan.
"Yang berikut juga ada kecurangan di pusat UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, berupa untuk menggunakan alat bantu dengar. Alat bantu dengarnya sampai masuk ke dalam telinga. Jadi kita harus bawa, oleh panitia pusat UTBK ini harus dibawa ke dokter THT untuk bisa melepas ini," tutur Eduart.
Simak Video "Video: Sederet Fakta Kecurangan Peserta UTBK 2025"
(bbp/bbp)