Curang! Ini Potret Alat Dengar yang Ditanam di Telinga Peserta UTBK

Nasional

Curang! Ini Potret Alat Dengar yang Ditanam di Telinga Peserta UTBK

Cicin Yulianti - detikKalimantan
Selasa, 21 Apr 2026 17:29 WIB
Berbagai modus kecurangan yang ditunjukkan pada konferensi pers di Pusat UTBK UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026).
Potret alat dengar ditanam di telinga peserta UTBK. Foto: Cicin Yulianti/detikcom
Jakarta -

Petugas menemukan kecurangan dalam pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Salah satunya, peserta tepergok menggunakan alat dengar yang ditanam di telinganya.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT menjelaskan kecurangan tersebut terjadi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

"Yang berikut juga ada kecurangan di pusat UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, berupa untuk menggunakan alat bantu dengar. Alat bantu dengarnya sampai masuk ke dalam telinga. Jadi kita harus bawa, oleh panitia pusat UTBK ini harus dibawa ke dokter THT untuk bisa melepas ini," kata Edward dalam Konferensi Pers di Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ada sejumlah modus kecurangan yang ditemukan petugas. Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Panitia Pusat SNPMB mengungkapkan sejak awal pihaknya telah memetakan 2.940 data anomali peserta.

Pakai Jasa Joki

Praktik perjokian sudah sering ditemukan, namun tetap saja dilakukan. Kali ini ditemukan di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), hingga Universitas Negeri Malang (UM).

"Juga masih di pusat UTBK Unsulbar, itu ditemukan upaya perjokian dengan mengganti peserta. Jadi ini sengaja dilihat, jadi orang yang sama itu mengikuti UTBK di tahun 2025-2026 untuk nama pesertanya. Jadi orangnya sama, ikut ujian 2025-2026 untuk dua nama. Bisa dipahami ya? Jadi itu sudah pasti merupakan joki yang mengganti," kata Edward.

Modifikasi Foto

Kasus lain ditemukan UPN Veteran Jawa Timur. Di lokasi UTBK ini ditemukan peserta mencoba memodifikasi foto pendaftaran untuk menyembunyikan identitas asli joki.

"Hal yang sama juga di UPN Jawa Timur, UPN Surabaya itu jokinya fotonya saja dimodifikasi sedikit-sedikitlah. Kalau tahun-tahun kemarin jilbabnya agak turun ke bawah, tahun ini jilbabnya agak ke atas gitu kan, tapi kan tidak merubah orangnya sebenernya. Dan melalui face recognition yang kita lakukan itu tetap saja bisa terlacak," ungkap Edward.

Dokumen Palsu

Temuan kecurangan lainnya ada di Pusat UTBK Unsulbar. Panitia mengidentifikasi adanya indikasi sindikat kecurangan yang mencoba mengiming-imingi peserta.

"Terima kasih laporan dari Unsulbar. Jadi informasi dari Unsulbar bisa digarisbawahi bahwasanya ditemukan adanya indikasi sindikat kecurangan yang memang berusaha untuk mengiming-imingi calon peserta agar supaya bisa mau melakukan ini," ucap Edward.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads