Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Jumat (10/4/2026). Mulai dari cerita pilu siswa di Cianjur yang belajar di ruangan tak berdinding, hingga penonaktifan oknum nakes di RSHS Bandung akibat pelayanan ceroboh. Berikut rangkuman Jabar hari ini:
Siswa Madrasah Cianjur Belajar di Ruangan Tak Berdinding
Kondisi memprihatinkan masih membayangi dunia pendidikan keagamaan di Kampung Tanjakan, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Sebanyak 170 siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah (DTA) terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di tempat seadanya sejak gempa besar melanda wilayah tersebut pada 2022.
Bangunan madrasah yang sebelumnya digunakan runtuh akibat Gempa Cianjur 2022. Sejak saat itu, para siswa DTA Sabilunajah Al Bariyah harus belajar di gubuk bambu dan area pos ziarah yang jauh dari kata layak.
Tanpa dinding pelindung, hanya beralaskan fondasi bambu dan beratapkan genting, ruang belajar tersebut tak mampu menahan terpaan cuaca. Saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam ruangan, memaksa para siswa berkumpul di tengah untuk menghindari basah.
"Kalau udah mendung langsung tidak tenang, takutnya hujan deras. Jadi belajar tidak fokus. Kan kalau hujan jadi harus berkumpul di tengah, karena tidak ada dinding jadinya air hujan masuk," ungkap Hani (11), salah satu siswa, Kamis (9/4).
Kendati demikian, semangat belajar para siswa tetap terjaga. Mereka tetap mengikuti kegiatan mengaji dan pelajaran agama setiap hari sepulang sekolah formal.
Pimpinan DTA Sabilunajah Al Bariyah, Misbahudin, menjelaskan bahwa kondisi ini sudah berlangsung hampir tiga tahun. Ia menyebut bangunan madrasah sebelumnya tidak dapat digunakan lagi akibat kerusakan parah pascagempa.
"Jadi memang ini kan ada dua ruangan, satu dari saung bambu itu dan tempat ziarah makam dan keduanya ruangan terbuka, jadi ketika hujan ya kita berhenti dulu, ke pinggir dulu sambil nunggu hujan reda," tuturnya.
Keterbatasan ruang membuat proses belajar harus dibagi ke beberapa lokasi. Sekitar 100 siswa kelas 4 hingga 6 belajar di bangunan bambu tersebut, sementara siswa kelas 1 dan 2 belajar di rumah pribadi Misbahudin. Adapun siswa kelas 3 menggunakan lantai dua masjid sebagai ruang belajar.
Meski serba terbatas, Misbahudin mengaku terharu melihat antusiasme para siswa yang tetap semangat menuntut ilmu. "Alhamdulillah masih pada semangat walaupun dengan kondisi kekurangan fasilitas," ujarnya.
Namun, hingga kini belum ada bantuan atau tindak lanjut dari pemerintah, baik di tingkat desa maupun daerah, meski pihak madrasah telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut.
"Sudah 3 tahun ini tidak ada tanggapan baik dari pemerintah desa hingga pemerintah daerah. Padahal kami sudah menyampaikan kondisi selama ini," pungkasnya.
Cemburu Berujung Petaka, Pria di Bandung Jatuh ke Sungai Citarum
Seorang pria berinisial EH (27) terpeleset dan jatuh ke Sungai Citarum di Jembatan Cikarees, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (9/4/2026) malam. Petugas gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan proses pencarian terhadap korban masih berlangsung dengan melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas, dan Damkar.
"Iya hari ini masih dilakukan pencarian. Tadi pencarian menyusuri sungai Citarum sampai ke wilayah Kecamatan Katapang," ujar Hendri, kepada detikJabar hari ini.
Hendri mengungkapkan peristiwa bermula saat EH dan istrinya, V (26), mendatangi Taman Ceria di pinggir Jembatan Cikarees. Keduanya datang ke lokasi untuk berkumpul bersama rekan-rekannya.
"Iya pria inisial EH dan istrinya V datang ke TKP sekitar jam 23.00 WIB, Kamis 9 April 2026. Tujuannya untuk kumpul atau nongkrong sama teman-temannya," katanya.
Saat suasana berkumpul berlangsung, EH diduga terbakar cemburu karena melihat seorang temannya terlalu akrab dengan V. EH yang tersulut emosi kemudian memutuskan pulang untuk mengambil sebilah pisau.
"Setelah itu EH kembali lagi ke TKP dan EH langsung akan menusuk temannya, akan tetapi saudari V mencegahnya, hingga pisau tersebut terjatuh ke besi bawah jembatan," jelasnya.
EH kemudian berusaha mencari pisau tersebut ke bawah jembatan dengan diikuti V. Namun, saat tengah mencari pisau tersebut, EH tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke aliran Sungai Citarum. "Iya jadi saat EH mencari pisau, terus terpeleset dan terjatuh ke sungai Citarum Cikarees," ucapnya.
Hendri menyebutkan, setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi. "Sampai sekarang EH masih dalam pencarian," pungkasnya.
Perawat RSHS Dinonaktifkan Buntut Insiden Bayi Nyaris Tertukar
Insiden nyaris tertukarnya bayi di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin menjadi sorotan serius pihak rumah sakit. Peristiwa tersebut mendorong manajemen untuk segera mengambil langkah evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang.
Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin, Rachim Dinata Marsidi, mengungkapkan bahwa perawat yang terlibat dalam kelalaian tersebut telah dinonaktifkan dari tugas pelayanan pasien. "Perawatnya di nonaktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP1," kata Rachim dalam keterangannya hari ini.
Ia menegaskan, pihak rumah sakit bersikap terbuka terhadap evaluasi dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan. "Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan ke Kemenkes terkait kejadian ini," ujarnya.
Tak hanya itu, pembenahan internal juga akan dilakukan melalui penguatan kembali standar operasional prosedur (SOP), terutama dalam proses penyerahan bayi kepada orang tua.
"RSHS akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi ke pada orang tauanya yang selama ini sudah berjalan dengan baik," pungkasnya.
(wip/iqk)