Menu MBG Picu 114 Siswa SMA di Tasikmalaya Bertumbangan

Round Up

Menu MBG Picu 114 Siswa SMA di Tasikmalaya Bertumbangan

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 11 Apr 2026 10:00 WIB
Salah seorang siswa yang mengalami gejala keracunan mendapatkan perawatan.
Salah seorang siswa yang mengalami gejala keracunan mendapatkan perawatan. (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Tasikmalaya -

Dugaan keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Barat. Gelombang keluhan datang hampir bersamaan di SMAN 1 Cisayong, Tasikmalaya.

Perut mual, muntah, hingga bolak-balik ke kamar mandi jadi keluhan siswa. Sekolah mendeteksi ratusan siswa tumbang.

Perlahan, kepanikan merambat. Satu per satu siswa mulai merasakan gejala sejak malam hari, setelah sebelumnya menyantap hidangan pada Rabu. Dalam hitungan jam, jumlahnya membengkak hingga 114 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terdeteksi 114 orang, 14 dirawat. Ini makannya kemarin Rabu, bukan hari ini Kamis, tapi mulai kerasa malamnya," kata Arif, guru di SMAN 1 Cisayong.

ADVERTISEMENT

Di Puskesmas Cisayong, suasana tak kalah tegang. Para siswa berdatangan dengan kondisi lemas. Tenaga medis bergerak untuk memastikan kondisi mereka tidak memburuk. Dari belasan siswa yang dirawat, satu di antaranya bahkan harus dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa.

"Jadi dirawat di Puskesmas beberapa dan sisanya ada yang balik lima orang," ungkap Arif.

Di tengah situasi itu, pemerintah setempat turun tangan. Camat Cisayong, Ayi Mulyana, memastikan setiap korban mendapatkan penanganan medis yang layak. Sebagian siswa yang hanya mengalami gejala ringan diizinkan pulang, namun tetap dalam pengawasan.

"Sudah ditangani oleh petugas medis. Penyebab dan lainya masih dalam penyelidikan," kata Ayi.

Dugaan sementara mengarah pada menu sayur sup yang dikonsumsi para siswa. Namun, belum ada kesimpulan pasti. Sampel makanan telah diamankan, dikirim ke laboratorium di Bandung, sementara keterangan para korban dan saksi terus dikumpulkan.

Di sisi lain, Ruby Azhari dari Satgas MBG menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Langkah cepat diambil, penyelidikan dilakukan, dan seluruh proses diawasi ketat.

"Dugaan keracunan makanan penerima manfaat yang mengkonsumsi menu MBG. Penyebab Masih diselidiki karena baru kita ambil sampel dan dikirim ke lab di Bandung," ujarnya.

Langkah tegas pun diambil. Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait langsung dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional. Sebuah keputusan yang menunjukkan betapa seriusnya insiden ini.

"Kami memastikan korban ditangani dengan baik, melaporkan ke BGN dan SPPG tersebut per hari ini diberhentikan operasional sementara oleh BGN," tutur Ruby.

"Sangat menyayangkan terjadi kejadian ini dan menghimbau sppg di wilayah Kabupaten Tasik agar semakin serius dan berhati hati jangan ada lagi masyarakat yg menjadi korban," pungkasnya.




(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads