Kabar Internasional

Kala Warga Iran Bentuk 'Perisai Manusia' Hadapi Ancaman Trump

Haris Fadhil - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 10:30 WIB
Ilustrasi Iran. Foto: Dok. REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo
Jakarta -

Sejumlah warga Iran membentuk 'perisai manusia' di sekitar pembangkit listrik sebagai respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dilansir CBS News, Selasa (7/4/2026), warga terlihat berbaris di sekitar fasilitas tersebut. Kantor berita Fars News Agency yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran mengunggah video singkat di media sosial yang memperlihatkan apa yang disebut sebagai 'rantai manusia di depan pembangkit listrik siklus gabungan Kazerun'.

Video tersebut telah diverifikasi oleh CBS News Confirmed. Rekaman itu menunjukkan ratusan orang merespons seruan seorang pejabat pemerintah Iran agar warga sipil bertindak sebagai perisai manusia di depan pembangkit listrik negara tersebut. Mereka tampak berdiri berjajar di area fasilitas.

Sebagian warga terlihat membawa dan mengibarkan bendera Iran di lokasi pembangkit listrik.

Sejumlah sumber menyebut pembangkit listrik Kazerun atau Kazeroon merupakan fasilitas berbahan bakar gas alam yang berada di Provinsi Fars, Iran barat daya, dekat kawasan Teluk Persia.

Konflik di Iran bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Mengutip Al Jazeera, sedikitnya 2.076 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut hingga saat ini.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel serta fasilitas Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk. Serangan itu menyebabkan 13 tentara AS tewas dan sekitar 200 lainnya mengalami luka-luka.

Di Israel, sebanyak 26 orang dilaporkan tewas dan 7.183 lainnya terluka. Korban juga dilaporkan jatuh di sejumlah negara lain.

Selain serangan langsung, Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Penutupan ini memicu lonjakan harga minyak global.

Presiden Donald Trump kemudian meminta negara-negara lain membantu Amerika Serikat membuka kembali Selat Hormuz, meski sebelumnya mengklaim telah menghancurkan kekuatan militer Iran. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh sekutu-sekutu AS.

Trump selanjutnya memberikan batas waktu kepada Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata atau menghadapi serangan besar-besaran yang menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya. Ia juga menuntut Teheran melepaskan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup akibat serangan AS.

Tenggat waktu tersebut ditetapkan pada Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu Eastern Time atau Rabu (8/4) dini hari sekitar pukul 03.30 waktu Iran.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.




(haf/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork