Wanita berinisial IA (28) begitu mengharapkan pernikahan dan mahligai rumah tangga yang indah. Bayang-bayang indah itu pun sempat ada di depan matanya.
Namun, seketika bayang-bayang itu runtuh, hancur tak tersisa. Sebab, sosok yang menikahinya ternyata bukan seorang pria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, justru yang menikahinya ternyata seorang wanita. Pilu dan trauma kini membayangi kehidupan IA. Simak kisah selengkapnya di sini!
Dikutip dari detikJatim, warga Blimbing, Kota Malang ini tak pernah menyangka jika janji suci yang baru saja diikrarkan justru menjadi gerbang menuju kenyataan yang menyakitkan.
Momen yang seharusnya penuh kebahagiaan itu berubah menjadi mimpi buruk hanya dalam hitungan jam. Sebab, kedok pria yang selama ini ia kenal dengan nama 'Rey' terbongkar, tepat setelah keduanya melangsungkan pernikahan siri.
Jelas hal itu tak mudah diterima. IA terpukul hebat. Sosok yang ia yakini tulus untuk membangun bahtera pernikahan, ternyata menyimpan rahasia besar.
Rey, pria yang ia cintai, diduga kuat telah memalsukan identitas aslinya. Tujuannya agar bisa bersanding dengan IA di pelaminan pada Rabu (3/4/2026).
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, itu jadi peribahasa yang menggambarkan Rey. Kebenaran terungkap di saat yang paling tidak terduga. IA mendapati kenyataan pahit mengenai jati diri pasangannya justru ketika mereka memasuki ruang privat sebagai suami-istri.
"Saya kaget saat malam pertama, ternyata dia perempuan. Saya nangis karena dibohongi," ucap IA ditemui di Polresta Malang Kota, Rabu (8/4/2026).
Rasa kecewa yang membuncah membuat IA tak tinggal diam. Merasa ditipu mentah-mentah, ia langsung mengadukan peristiwa tersebut kepada orang tuanya.
Dengan dukungan keluarga dan pendamping hukum, IA akhirnya memilih menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas dugaan pemalsuan identitas ini.
Laporan tersebut kini telah mendarat di meja penyidik. Polisi pun tengah bergerak untuk mengusut tuntas motif dan unsur pidana di balik penyamaran identitas yang dilakukan oleh 'Rey'.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari korban dan sedang melakukan penyelidikan mendalam.
"Benar laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kita dalami lebih lanjut untuk memastikan unsur-unsur pidana yang ada," pungkas AKP Rahmad Aji Prabowo.
Artikel ini telah tayang di detikJatim
(mua/orb)










































