Ancaman Balik Iran untuk AS-Israel soal Selat Hormuz

Kabar Internasional

Ancaman Balik Iran untuk AS-Israel soal Selat Hormuz

Rolando Fransiscus Sihombing - detikJabar
Minggu, 22 Mar 2026 22:30 WIB
A huge Iranian flag adorns a building as Iranians walk past damaged structures following an earlier military strike in the Iranian capital, Tehran, on March 15, 2026. (AFP)
Situasi di Teheran, Iran (Foto: AFP)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Jika tidak dipenuhi, Washington mengancam akan menyerang infrastruktur listrik di Teheran.

Menanggapi hal itu, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda gentar. Melansir detikNews, Teheran justru mengancam akan menghancurkan infrastruktur milik AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Dilansir Al Jazeera, Minggu (22/3/2026), militer Iran memperingatkan akan menyerang seluruh infrastruktur energi yang terkait dengan AS dan Israel di Timur Tengah apabila pembangkit listriknya menjadi target serangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa Iran juga siap menargetkan pabrik desalinasi serta infrastruktur teknologi informasi yang berhubungan dengan AS dan Israel.

ADVERTISEMENT

Peringatan tersebut muncul setelah Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika negara itu tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam tenggat 48 jam.

Sementara itu, kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa mendiang kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, sebelumnya telah memperingatkan bahwa 'seluruh kawasan akan mengalami pemadaman listrik dalam waktu setengah jam' jika jaringan listrik Iran diserang.

Dilansir Agence France-Presse, Trump sebelumnya memberi tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran atau menghadapi penghancuran infrastruktur energinya.

"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam dari sekarang, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu!" tulis Trump melalui platform Truth Social.

Sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz sebagai bentuk balasan. Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia melintasi jalur tersebut. Penutupan ini memaksa negara-negara yang bergantung pada rute itu mencari jalur alternatif serta memanfaatkan cadangan energi.

Terganggunya pasokan dari kawasan Teluk menyebabkan harga bahan bakar melonjak secara global. Kondisi ini berpotensi memicu inflasi yang semakin meluas seiring berlanjutnya konflik.

Militer AS sebelumnya menyatakan pada Sabtu (21/3) bahwa mereka telah merusak bunker Iran yang menyimpan senjata yang dinilai mengancam jalur pengiriman minyak dan gas di Selat Hormuz.

Artikel ini sudah tayang di detikNews




(rfs/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads