Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat peningkatan kasus penyakit campak secara signifikan. Hingga Maret 2024, tercatat sudah ada 248 kasus suspek campak, dengan 28 kasus di antaranya telah terkonfirmasi positif.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih mengatakan, sebagian besar kasus terjadi pada kelompok balita. Meski demikian, ia memastikan seluruh pasien dilaporkan telah membaik tanpa adanya kasus kematian.
"Campak ini penyakit yang sangat mudah menular, bahkan lebih tinggi dari Covid-19. Satu orang bisa menularkan ke 17 sampai 18 orang. Tapi ini bisa dicegah dengan imunisasi," katanya, Selasa (31/3/2024).
Dinkes pun mengajak warga untuk melengkapi imunisasi campak sebagai langkah utama menekan risiko penularan penyakit yang kini tengah mengalami tren peningkatan tersebut. Sebab, 69 persen balita yang positif campak ditemukan belum mendapatkan imunisasi.
"Ini menunjukkan pentingnya imunisasi. Mayoritas kasus yang kita temukan justru terjadi pada anak yang belum diimunisasi," ungkapnya.
Data Dinkes menunjukkan, cakupan imunisasi campak rubella di Kota Bandung masih belum mencapai target nasional sebesar 95 persen. Imunisasi dasar campak (MR1) pada bayi usia 9 bulan tercatat sebesar 84,3 persen pada periode 2022 dan 2023.
Simak Video "Video Kemenkes soal Kronologi 2 Kasus Campak WN Australia yang Sempat ke RI"
(ral/mso)